Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Uang Kembali, Dedi Mulyadi Tetap Kejar Dalang Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot

By SusanaSenin, 7 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan update terkait kasus dugaan pemotongan kompensasi yang menimpa sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Bogor.

Dugaan ini mencuat setelah beredar kabar bahwa para sopir diminta uang sebesar Rp200 ribu oleh oknum di jalur tertentu.

Menurut Dedi, saat ini Polres Bogor telah melakukan proses pemeriksaan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut.

“Masalah di Bogor, Polres sudah melakukan pemeriksaan. Nanti dari pemeriksaan tersebut akan disimpulkan siapa sebenarnya yang melakukan pemotongan atau bukan pemotongan, siapa yang meminta uang Rp200 ribu kepada setiap sopir angkot di jalur tertentu. Karena pengakuannya tidak terjadi di semua jalur,” jelas Dedi, dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71, Senin (7/4/2025).

Baca Juga:  Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Lebih lanjut, Dedi juga menyampaikan bahwa Kepala Bidang Perhubungan setempat membantah terlibat dalam dugaan praktik pemotongan kompensasi tersebut.

“Kepala bidang perhubungannya sudah menyampaikan bahwa dia tidak melakukan tindakan-tindakan yang bersifat meminta ataupun memotong, bahkan menerima pun tidak. Bahkan dia sangat berharap semuanya diproses di kepolisian agar bisa berjalan secara objektif,” tambahnya.

Dedi menegaskan bahwa meskipun uang yang diminta telah dikembalikan, proses hukum tetap perlu berjalan agar kasus ini terang-benderang dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Nanti biarkan Polres Bogor yang memberikan penjelasan siapa yang bersalah dalam masalah ini. Walaupun uangnya sudah dikembalikan, ini kan bisa memberikan klarifikasi kepada publik, dan tindakannya tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekolah Swasta Gugat Kebijakan Rombel Jumbo KDM, Sidang Perdana Digelar di PTUN Bandung

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tindakan pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkot di Kabupaten Bogor adalah bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi, meskipun uang yang sempat dipotong telah dikembalikan.

“Alhamdulillah kabarnya uangnya sudah dikembalikan. Tapi tetap, itu tindakan premanisme, meski dilakukan oleh pegawai berseragam atau kelompok organisasi,” ujar Dedi melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71, Sabtu (5/4/2025).

Meski begitu, Dedi Mulyadi menyatakan, proses hukum terhadap pelaku tetap akan dilanjutkan. Ia juga meminta Dinas Perhubungan dan Organda Jabar untuk menelusuri serta mengusut tuntas kejadian tersebut.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Komitmen Jamin Hak Pelayanan Kesehatan Warga Jawa Barat

Dedi menyampaikan keprihatinannya atas ulah oknum yang memotong sebesar Rp200 ribu dari dana kompensasi Rp1 juta yang diberikan kepada sopir angkot.

Untuk itu, ia mengambil dua langkah tegas. Pertama, mengganti langsung potongan uang tersebut kepada para sopir. Kedua, memproses hukum pelaku pemotongan, terlepas dari dalih sumbangan sukarela.

“Untuk yang memotong dengan alasan bantuan sukarela, Anda tidak bisa tenang sebab saya akan proses hukum. Saya tidak suka uang kecil dipotong lagi. Saya tidak suka hal yang bersifat premanisme,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.