bukamata.id – Peristiwa alam dahsyat baru saja melanda wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Kamis pagi, 2 April 2026. Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,3 dilaporkan mengguncang kawasan Bitung hingga Manado, memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat yang memulai aktivitas pagi.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terlacak di koordinat 1,21 LU dan 126,25 BT. Lokasi ini berjarak sekitar 127 kilometer di sebelah tenggara Kota Bitung dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni hanya 18 kilometer.
Ancaman Tsunami: Warga Pesisir Diminta Menjauh
Akibat kekuatan gempa yang besar dan kedalamannya yang dangkal, BMKG langsung mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami. Hingga pukul 06.38 WIB, status peringatan tersebut masih aktif.
Pihak berwenang mengimbau dengan sangat agar masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. Langkah ini krusial untuk menghindari potensi gelombang pasang yang bisa datang sewaktu-waktu.
Getaran Terasa Hingga Gorontalo
Daya rusak gempa ini dirasakan cukup luas di wilayah Maluku Utara hingga Gorontalo. Berikut adalah sebaran intensitas kekuatannya:
- Ternate: Skala V-VI MMI (Getaran sangat kuat, benda-benda terpelanting).
- Ibu & Manado: Skala IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk).
- Gorontalo & Bone Bolango: Skala III MMI (Getaran terasa nyata di dalam rumah).
Riuh di Media Sosial: “Gempa Terkuat Seumur Hidup”
Kejadian ini langsung menjadi perbincangan hangat di platform X (dahulu Twitter). Banyak netizen yang mengaku syok karena guncangan yang terjadi terasa sangat berbeda dari gempa-gempa sebelumnya.
Salah satu netizen, @mel***, mengungkapkan rasa traumanya dengan menyebut ini sebagai guncangan terdahsyat yang pernah ia alami. Senada dengan itu, akun @is*** menceritakan bagaimana dirinya terbangun dari tidur akibat guncangan tersebut, meski ia masih bersyukur bencana ini terjadi di pagi hari saat kondisi terang.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus memantau pergerakan muka air laut dan potensi gempa susulan. Pastikan Anda hanya mengikuti instruksi resmi dari pemerintah dan tidak termakan oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










