bukamata.id – Kabar gembira bagi para investor logam mulia. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpantau kembali menanjak pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (10/4/2026). Kenaikan ini membawa harga emas ke level psikologis baru yang semakin menjanjikan.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berdasarkan data terbaru per pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam untuk ukuran 1 gram kini dipatok di angka Rp 2.857.000. Angka ini menunjukkan apresiasi sebesar Rp 7.000 jika dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Tak hanya harga jual, gairah pasar juga terlihat dari harga buyback (harga beli kembali oleh Antam) yang melonjak signifikan sebesar Rp 14.000, menjadi Rp 2.619.000 per gram.
Berikut adalah rincian lengkap harga emas batangan Antam dalam berbagai satuan:
| Berat | Harga Dasar (IDR) | Harga + Pajak PPh 0,25% (IDR) |
| 0,5 gr | 1.478.500 | 1.482.196 |
| 1 gr | 2.857.000 | 2.864.143 |
| 2 gr | 5.654.000 | 5.668.135 |
| 3 gr | 8.456.000 | 8.477.140 |
| 5 gr | 14.060.000 | 14.095.150 |
| 10 gr | 28.065.000 | 28.135.163 |
| 25 gr | 70.037.000 | 70.212.093 |
| 50 gr | 139.995.000 | 140.344.988 |
| 100 gr | 279.912.000 | 280.611.780 |
| 250 gr | 699.515.000 | 701.263.788 |
| 500 gr | 1.398.820.000 | 1.402.317.050 |
| 1000 gr | 2.797.600.000 | 2.804.594.000 |
Mengapa Harga Emas Terus Melambung?
Kenaikan di pasar domestik ini mengekor tren positif emas dunia di pasar spot yang ditutup menguat 0,91% ke level US$ 4.763,7 per troy ons. Ini merupakan level tertinggi sejak awal April, sekaligus menandai reli penguatan selama tiga hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 2,42%.
Ada beberapa faktor kunci yang menjadi motor penggerak utama:
- Harapan Damai di Timur Tengah: Pasar tengah menanti hasil negosiasi besar di Islamabad, Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik di Iran. Kehadiran Wakil Presiden AS, JD Vance, menambah optimisme pasar akan adanya titik temu.
- Efek Domestik AS: Pernyataan optimistis Presiden Donald Trump mengenai penyelesaian perang yang telah berlangsung enam minggu tersebut memberikan sentimen positif pada stabilitas ekonomi global.
- Korelasi dengan Harga Energi: Redupnya ketegangan geopolitik membuat harga minyak mentah (Brent & Light Sweet) merosot lebih dari 12% sepekan terakhir. Penurunan harga energi ini meredam ancaman inflasi tinggi.
- Peluang Pivot Suku Bunga: Dengan inflasi yang lebih terkendali, bank sentral global kini memiliki ruang lebih luas untuk menurunkan suku bunga. Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas selalu menjadi primadona saat suku bunga dipangkas karena biaya peluang memegangnya menjadi lebih rendah.
Bagi Anda yang berencana melakukan investasi atau menambah portofolio logam mulia, momentum penguatan ini menjadi sinyal penting betapa emas masih menjadi aset pelindung nilai (safe haven) yang sangat tangguh di tengah dinamika politik dunia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









