bukamata.id – Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak kekerasan dan penghadangan terhadap wisatawan yang terjadi di Jalan Raya Naringgul, Desa Malati, Kecamatan Naringgul.
Peristiwa ini melibatkan dua orang pemuda yang diduga mengeluarkan senjata tajam saat menghadang kendaraan korban.
Kasatreskrim Polres Cianjur, Kompol Nova Bhayangkara, Senin (30/9/2025), mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan sedang memproses kasus tersebut.
“Kami proses lebih lanjut, terlebih terkait senjata tajam yang digunakan pelaku saat menghadang korban dan keluarganya. Saat ini kasusnya dalam penyelidikan, nanti kami umumkan hasilnya,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika Enur Siti Nuriah (38), wisatawan asal Majalengka, bersama keluarga hendak berlibur ke pantai selatan Cianjur.
Saat melintas di Jalan Raya Naringgul yang sempit, mobil yang dikemudikan suaminya nyaris bersenggolan dengan sepeda motor pelaku.
Kedua pemuda tersebut kemudian tiga kali menghadang kendaraan korban. Bahkan, salah satu pelaku mengacungkan senjata tajam jenis celurit. Enur mengaku sempat merekam aksi pelaku menggunakan ponsel dan membawa bukti tersebut ke Polsek Naringgul.
“Tiga kali kami dihadang. Kami mencoba menghindar dan tidak melayani mereka yang ternyata dalam kondisi mabuk tercium dari bau mulutnya. Pelaku merusak bagian belakang mobil dan mengacungkan celurit,” ujar Enur.
Upaya Mediasi Tak Berhasil
Polsek Naringgul sempat memediasi kedua belah pihak, namun tidak menemukan titik terang. Korban pun meminta kepolisian mengawal mereka pulang karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kami sudah dimintai keterangan oleh anggota Polres Cianjur. Kami tetap melaporkan agar para pelaku diproses hukum karena aksi mereka membuat anak saya trauma. Anak saya belum mau keluar rumah, termasuk pergi ke sekolah karena ketakutan,” tutur Enur.
Kompol Nova Bhayangkara menegaskan pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.
“Kami akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap tindakan penghadangan dan penggunaan senjata tajam oleh pelaku,” katanya.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi wisatawan dan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur wisata, terutama jalur yang sempit dan rawan gesekan dengan pengguna jalan lainnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











