bukamata.id – Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat mengungkap makna luar biasa lafal Bismillahirrahmanirrahim.
Allah SWT memulai setiap wahyu-Nya dalam Al-Qur’an dengan kalimat ini, yang mengisyaratkan pentingnya memulai segala sesuatu dengan menyebut nama-Nya yang penuh kasih sayang.
Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa meneladani Allah SWT, yang membuka setiap wahyu dengan kalimat tersebut, adalah kewajiban bagi setiap hamba.
“Jika Allah saja membuka firman-Nya dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka setiap hamba lebih patut untuk memulai segala aktivitasnya dengan kalimat ini,” ujar UAH, dikutip dari YouTube @Assunnah321, Selasa (26/11/2024).
Lebih lanjut, UAH menjelaskan bahwa para ulama ahli Al-Qur’an menekankan pentingnya memahami setiap ayat dan surah secara mendalam.
Untuk itu, diperlukan metode interaksi yang dikenal dengan khams taats atau lima langkah.
Langkah pertama dalam metode ini adalah tamhid, yaitu pengantar yang memperkenalkan kita pada ayat dan surah yang akan dibaca.
Menurut UAH, tamhid mencakup beberapa hal, antara lain mengenal nama surah, alasan penamaannya, waktu turunnya, tempat turunnya, serta peristiwa yang melatarbelakangi turunnya surah tersebut.
Dengan memahami konteks ini, seseorang akan memiliki rasa penasaran dan motivasi untuk mengenal Al-Qur’an lebih dalam.
“Sebagai contoh, ketika kita membaca suatu surah, apakah kita sudah tahu kenapa surah itu dinamakan demikian? Dalam suasana apa surah itu diturunkan? Ini semua adalah bagian dari tamhid yang akan memotivasi kita untuk membaca Al-Qur’an dengan lebih bermakna,” jelasnya.
Langkah kedua dalam metode ini adalah tilawah, yaitu membaca Al-Qur’an dengan benar dan penuh pemahaman.
Membaca Al-Qur’an, menurut UAH, tidak sama dengan membaca teks biasa. Karena merupakan firman Allah, cara membacanya harus sesuai dengan tata cara yang benar.
“Kita diajarkan membaca sejak kecil dengan bimbingan. Begitu pula membaca Al-Qur’an, perlu pembimbing agar kita tidak salah dalam pengucapan,” jelasnya.
Selain tamhid dan tilawah, UAH mengingatkan pentingnya memahami makna dari kalimat Bismillahirrahmanirrahim.
Banyak orang tidak menyadari keutamaannya, sehingga enggan memulai aktivitas dengan menyebut kalimat ini. Padahal, keutamaannya sangat besar jika dipahami.
“Orang yang tidak mengenal keutamaan Bismillahirrahmanirrahim, apa manfaatnya, apa kemuliaannya, belum tentu mau memulai dengan kalimat ini. Itu sebabnya tamhid menjadi sangat penting,” katanya.
Proses tilawah juga menuntut seseorang untuk memahami bahwa membaca Al-Qur’an adalah aktivitas yang sakral.
UAH mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan asal-asalan akan mengurangi keberkahan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









