Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 12:02 WIB

Belum Main Lawan Sabah FC, Ini Alasan Igor Tolic Tahan Debut Bek 189 Cm Persib

Minggu, 16 Agustus 2026 11:32 WIB

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

Minggu, 16 Agustus 2026 11:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus
  • Belum Main Lawan Sabah FC, Ini Alasan Igor Tolic Tahan Debut Bek 189 Cm Persib
  • Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Hari Ini Banjir Hadiah Gratis, Ada Diamond dan Skin Langka
  • Arsenal vs Man City Malam Ini: Duel Panas, Siapa Bawa Pulang Trofi Community Shield 2026?
  • DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut
  • Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 Agustus 2026: 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta
  • Menang Telak 3-0! Persib Tampil Menggila Lawan Sabah FC di Dewata Challenge Series
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 16 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Usai Rekam Podcast, Aktivis KontraS Diserang OTK dengan Air Keras

By SusanaJumat, 13 Maret 2026 22:05 WIB2 Mins Read
Ilustrasi air keras. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas topik “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban Alami Luka Bakar 24 Persen

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa korban diserang saat sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Salemba.

“Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat,” kata Dimas dalam pernyataan resmi KontraS, Jumat (13/3/2026).

Dua pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh korban.

Serangan tersebut membuat korban berteriak kesakitan hingga akhirnya terjatuh dari sepeda motornya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh akibat cairan tersebut.

Ciri-Ciri Pelaku Penyiraman Air Keras

KontraS juga mengungkap ciri-ciri dua pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Pelaku pertama merupakan pengendara motor yang mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang menggunakan penutup wajah atau masker jenis buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia mengenakan kaos biru tua serta celana panjang berwarna biru yang dilipat.

Kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor matic keluaran tahun 2016 hingga 2021.

Diduga Terkait Aktivitas Pembela HAM

Menurut KontraS, tidak ada barang milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut. Hal ini memunculkan dugaan bahwa serangan tersebut bukan merupakan aksi perampokan.

Lembaga tersebut menilai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berpotensi berkaitan dengan aktivitasnya sebagai pembela hak asasi manusia.

Sebelum kejadian, korban diketahui menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies untuk membahas tindak lanjut laporan investigasi terkait aksi protes pada Agustus 2025.

Selain itu, korban juga pernah mengalami teror dan intimidasi setelah terlibat dalam aksi penolakan rancangan undang-undang TNI pada Maret 2025.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aktivis ham diserang aktivis kontras diserang andrie yunus disiram air keras berita kontras terbaru kasus penyiraman air keras jakarta serangan terhadap pembela ham
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-detik Pascagempa M 7,7 NTT: 47 Tewas, Ratusan Bangunan Rusak, Akses Jalan Terputus

Viral Video Siswa SMK Kebumen Diduga Dibully, Polisi Langsung Amankan Terduga Pelaku

DI LUAR NALAR! Limbah Daun Nanas dari Bogor Disulap Jadi Karya Mewah, Laras Bikin Australia Bertekuk Lutut

Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana

Merinding! Ramalan Tirta Siregar Terbukti Lagi? di Balik Gempa Dahsyat NTT hingga Potensi Tsunami

gempa

Update Gempa M 7,7 NTT: 14 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, BMKG Ingatkan Gempa Susulan

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.