Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

Rabu, 12 Agustus 2026 14:23 WIB

Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib

Rabu, 12 Agustus 2026 13:48 WIB

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PARAH! Puncak Lawu Jadi Ring Tinju: Rebutan Spot Foto, Pendaki Bandung vs Bogor Baku Hantam

By SusanaSelasa, 28 April 2026 20:59 WIB3 Mins Read
Viral video baku hantam pendaki di puncak Gunung Lawu. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena tak biasa terjadi di puncak Gunung Lawu. Sebuah video yang memperlihatkan aksi baku hantam antar pendaki di kawasan Hargo Dumilah viral di media sosial dan memicu perbincangan luas.

Insiden yang terjadi pada Minggu (26/4/2026) itu disebut dipicu oleh hal sepele: rebutan spot foto di titik puncak. Namun, dampaknya jauh lebih besar, menyentuh sisi etika pendakian yang selama ini dikenal penuh rasa saling menghormati.

Dari Antre Foto Berujung Adu Jotos

Video yang diunggah akun Instagram @petualanghepi memperlihatkan detik-detik keributan. Awalnya hanya dua pendaki yang terlibat cekcok, namun situasi dengan cepat memanas.

Dalam rekaman tersebut terlihat beberapa pria saling dorong, bergulat, bahkan ada yang terjatuh dan terinjak. Pendaki lain berusaha melerai, namun emosi yang sudah tersulut membuat keributan sulit dikendalikan.

Informasi yang beredar menyebutkan, para pendaki yang terlibat berasal dari rombongan berbeda, yakni dari Bandung dan Bogor. Mereka diduga berebut giliran berfoto di plakat Puncak Lawu, spot ikonik yang kerap menjadi incaran para pendaki.

Sudah Dimediasi, Pelaku Saling Memaafkan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut para pihak yang terlibat telah dimintai keterangan oleh relawan dan petugas di lapangan.

“Sudah diinterogasi pihak-pihak yang bersangkutan dan sudah saling memaafkan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Meski konflik telah diselesaikan secara kekeluargaan, kejadian ini tetap menyisakan catatan penting soal etika dan budaya di dunia pendakian.

Fenomena Baru: Gunung Jadi “Konten”, Etika Mulai Luntur?

Keributan di puncak Gunung Lawu memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik: apakah budaya saling menghormati di gunung mulai terkikis oleh tren berburu konten?

Selama ini, pendakian gunung identik dengan solidaritas tinggi. Bahkan tanpa saling kenal, para pendaki biasanya menjunjung tinggi rasa hormat dan saling membantu.

Namun dalam kasus ini, spot foto justru menjadi pemicu konflik. Fenomena ini disebut sebagian warganet sebagai dampak dari perubahan tujuan mendaki, dari menikmati alam menjadi sekadar mengejar eksistensi di media sosial.

Warganet: “Baru Kali Ini Lihat Ribut di Gunung”

Reaksi publik pun bermunculan di kolom komentar unggahan viral tersebut. Banyak yang menyayangkan kejadian ini karena dinilai merusak nilai-nilai pendakian.

“Seumur-umur baru kali ini lihat orang ribut di gunung, biasanya di gunung semuanya saling respek,” tulis akun @ikm***

“Gini ini kalau naik gunung tujuannya cuma buat konten sosmed,” tulis akun @ind***

“Norak, bikin rusuh aja,” komentar akun @iwa***

Tak sedikit pula yang meminta agar pelaku diberi sanksi tegas, bahkan di-blacklist dari aktivitas pendakian.

Gunung Lawu: Keindahan, Spiritualitas, dan Etika yang Dijaga

Sebagai salah satu gunung legendaris di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.265 mdpl, Gunung Lawu bukan hanya terkenal karena panorama alamnya, tetapi juga nilai spiritual dan budaya yang melekat.

Gunung ini dikenal memiliki berbagai jalur pendakian populer seperti Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, hingga Candi Cetho. Selain itu, terdapat sejumlah aturan dan pantangan yang selama ini dijunjung tinggi oleh para pendaki, mulai dari menjaga niat baik hingga tidak bersikap berlebihan.

Pendakian di Gunung Lawu juga menuntut kesiapan fisik dan mental, serta sikap saling menghormati antar sesama pendaki dan lingkungan.

Refleksi: Menjaga Etika di Tengah Tren Viral

Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa tidak semua hal layak diperebutkan, terlebih di ruang alam yang seharusnya menjadi tempat refleksi dan ketenangan.

Gunung bukan sekadar latar foto, tetapi ruang bersama yang harus dijaga nilai dan etika di dalamnya. Ketika ambisi konten mengalahkan rasa hormat, konflik pun tak terhindarkan.

Fenomena “baku hantam demi spot foto” di Gunung Lawu menjadi cermin perubahan perilaku di era digital, yang kini menuntut perhatian serius dari semua pihak, termasuk komunitas pendaki dan pengelola wisata alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

baku hantam puncak Lawu etika pendakian gunung Gunung Lawu Hargo Dumilah Lawu pendaki Lawu viral rebutan spot foto gunung video viral pendaki
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?

Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.