Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Terbendung! Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Permalukan Irak di Philadelphia

Selasa, 23 Juni 2026 16:00 WIB

Nyala Flare di GBLA Bikin Rekening Persib Bandung Kembali Kebobolan Ratusan Juta

Selasa, 23 Juni 2026 15:44 WIB
Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Hadirkan Skin MP40 Cobra hingga Diamond

Selasa, 23 Juni 2026 15:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Terbendung! Mbappe Cetak Dua Gol, Prancis Permalukan Irak di Philadelphia
  • Nyala Flare di GBLA Bikin Rekening Persib Bandung Kembali Kebobolan Ratusan Juta
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Hadirkan Skin MP40 Cobra hingga Diamond
  • Tanpa Antre ke Kelurahan, Begini Cara Cek Angka Desil Bansos 2026 Hanya Pakai NIK KTP
  • Buru Tersangka Penganiayaan Berat di Bandung, Ini Karakteristik Fisik Taufik Hidayat DPO yang Paling Menonjol
  • Benarkah Jawa-Bali Akan Gelap Gulita Selama 3 Hari? PLN Beri Penjelasan Resmi
  • Penjaga Kos Diduga Diancam Terduga Pelaku Penyiksaan YTR, Polisi Buru Taufik Hidayat
  • Polda Jabar Gandeng Meta, Lacak Jejak Siber Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sosok Mbok Yem: Bukan Hanya Pemilik Warung, tapi Cahaya di Puncak Dingin Lawu

By Putra JuangKamis, 24 April 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Mbok Yem. (Foto: X)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mbok Yem, yang bernama lengkap Wakiyem, adalah seorang wanita yang dikenal sebagai pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu.

Warungnya berada di ketinggian sekitar 3.150 meter di atas permukaan laut dan telah menjadi tempat singgah yang sangat membantu bagi para pendaki.

Sayangnya, Mbok Yem dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025), di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada usia 82 tahun. Beliau menderita pneumonia.

Mbok Yem dikenal ramah dan selalu menyediakan makanan sederhana dengan harga terjangkau bagi para pendaki yang kelelahan dan kedinginan. Warung nasi pecelnya sangat dirindukan oleh banyak pendaki Gunung Lawu.

Baca Juga:  Aksi Sweeping Warung di Garut Saat Ramadhan Tuai Kontroversi

Sosok Mbok Yem

Lahir dan tumbuh di lereng Gunung Lawu, Mbok Yem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mendaki gunung yang ikonik ini sejak tahun 1980-an.

Dengan semangat pantang menyerah, beliau mendirikan dan mengelola warung yang menjadi penyelamat bagi ribuan pendaki yang kelelahan dan kedinginan.

Warungnya bukan sekadar tempat bertransaksi makanan dan minuman, tetapi juga menjadi simbol keramahan dan harapan di tengah kerasnya alam.

Menu andalan warung Mbok Yem yang sederhana, seperti nasi pecel hangat, tempe goreng, dan minuman panas, terasa begitu istimewa di ketinggian.

Baca Juga:  75 Pendaki Gunung Marapi yang Terdata Telah Ditemukan

Harganya yang terjangkau menunjukkan ketulusan Mbok Yem dalam membantu para pendaki, bukan semata mencari keuntungan. Beliau memahami betul betapa beratnya perjuangan mencapai puncak, dan warungnya hadir sebagai oase penyemangat.

Lebih dari sekadar penjual, Mbok Yem adalah sosok ibu bagi para pendaki. Sapaan lembutnya, senyum tulusnya, dan perhatiannya kepada setiap orang yang singgah menciptakan suasana hangat dan kekeluargaan.

Banyak pendaki yang merasa terhibur dan termotivasi oleh kehadirannya. Beliau seringkali memberikan semangat dan nasihat kepada para pendaki yang tampak kelelahan atau ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Ketangguhan Mbok Yem dalam mengelola warung di kondisi ekstrem patut diacungi jempol. Beliau harus menghadapi cuaca dingin, angin kencang, dan tantangan logistik untuk memastikan warungnya tetap buka dan kebutuhan para pendaki terpenuhi.

Baca Juga:  Pendaki Asal Bandung Dilaporkan Hilang di Gunung Manglayang, Tim SAR Turun Tangan

Kisahnya menjadi inspirasi tentang kegigihan, kemandirian, dan dedikasi tanpa batas.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan ruang hampa di hati banyak orang. Namun, warisan kebaikan dan semangatnya akan terus dikenang oleh para pendaki Gunung Lawu.

Sosoknya akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka, mengingatkan akan kehangatan dan harapan yang pernah beliau tawarkan di puncak gunung.

Mbok Yem bukan hanya pemilik warung, tetapi juga ikon kemanusiaan di tengah keindahan dan tantangan alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Lawu Mbok Yem pendaki warung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Hadirkan Skin MP40 Cobra hingga Diamond

Tanpa Antre ke Kelurahan, Begini Cara Cek Angka Desil Bansos 2026 Hanya Pakai NIK KTP

Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Diburu Netizen, Hati-hati Link Video Palsu!

Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2026 Bertahan di Rp2,668 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya

Update Harga Emas Antam Hari Ini: Bertahan di Area Puncak, Intip Modal Minimal Buat Mulai Investasi

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Trik Klaim Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini Selasa 23 Juni 2026 Langsung Cair ke Dompet Digital

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.