Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!

Senin, 28 September 2026 15:02 WIB

Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang

Senin, 28 September 2026 14:13 WIB

Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi

Senin, 28 September 2026 13:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!
  • Sungai Cijanggel Meluap, Rumah Warga di Cisarua KBB Hancur Lebur Disapu Banjir Bandang
  • Awas Gas Beracun! Fenomena Blue Fire Kembali Teror Gunung Papandayan, Jalur Pendakian Resmi Dibatasi
  • Pengakuan Dirjen PAS soal Temuan Miras di Lapas Cibinong, Milik Pribadi Kasi Kamtib?
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sosok Mbok Yem: Bukan Hanya Pemilik Warung, tapi Cahaya di Puncak Dingin Lawu

By Putra JuangKamis, 24 April 2025 11:00 WIB2 Mins Read
Mbok Yem. (Foto: X)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mbok Yem, yang bernama lengkap Wakiyem, adalah seorang wanita yang dikenal sebagai pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu.

Warungnya berada di ketinggian sekitar 3.150 meter di atas permukaan laut dan telah menjadi tempat singgah yang sangat membantu bagi para pendaki.

Sayangnya, Mbok Yem dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025), di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada usia 82 tahun. Beliau menderita pneumonia.

Mbok Yem dikenal ramah dan selalu menyediakan makanan sederhana dengan harga terjangkau bagi para pendaki yang kelelahan dan kedinginan. Warung nasi pecelnya sangat dirindukan oleh banyak pendaki Gunung Lawu.

Baca Juga:  Pendaki Selamat Ungkap Kronologi Insiden Puncak Cartensz, Dua Orang Meninggal

Sosok Mbok Yem

Lahir dan tumbuh di lereng Gunung Lawu, Mbok Yem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mendaki gunung yang ikonik ini sejak tahun 1980-an.

Dengan semangat pantang menyerah, beliau mendirikan dan mengelola warung yang menjadi penyelamat bagi ribuan pendaki yang kelelahan dan kedinginan.

Warungnya bukan sekadar tempat bertransaksi makanan dan minuman, tetapi juga menjadi simbol keramahan dan harapan di tengah kerasnya alam.

Menu andalan warung Mbok Yem yang sederhana, seperti nasi pecel hangat, tempe goreng, dan minuman panas, terasa begitu istimewa di ketinggian.

Baca Juga:  Pendaki Asal Bandung Dilaporkan Hilang di Gunung Manglayang, Tim SAR Turun Tangan

Harganya yang terjangkau menunjukkan ketulusan Mbok Yem dalam membantu para pendaki, bukan semata mencari keuntungan. Beliau memahami betul betapa beratnya perjuangan mencapai puncak, dan warungnya hadir sebagai oase penyemangat.

Lebih dari sekadar penjual, Mbok Yem adalah sosok ibu bagi para pendaki. Sapaan lembutnya, senyum tulusnya, dan perhatiannya kepada setiap orang yang singgah menciptakan suasana hangat dan kekeluargaan.

Banyak pendaki yang merasa terhibur dan termotivasi oleh kehadirannya. Beliau seringkali memberikan semangat dan nasihat kepada para pendaki yang tampak kelelahan atau ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Ketangguhan Mbok Yem dalam mengelola warung di kondisi ekstrem patut diacungi jempol. Beliau harus menghadapi cuaca dingin, angin kencang, dan tantangan logistik untuk memastikan warungnya tetap buka dan kebutuhan para pendaki terpenuhi.

Baca Juga:  Pesan Terakhir Pendaki Hilang di Gunung Manglayang: Kabari Keluarga Jika…

Kisahnya menjadi inspirasi tentang kegigihan, kemandirian, dan dedikasi tanpa batas.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan ruang hampa di hati banyak orang. Namun, warisan kebaikan dan semangatnya akan terus dikenang oleh para pendaki Gunung Lawu.

Sosoknya akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan mereka, mengingatkan akan kehangatan dan harapan yang pernah beliau tawarkan di puncak gunung.

Mbok Yem bukan hanya pemilik warung, tetapi juga ikon kemanusiaan di tengah keindahan dan tantangan alam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pendaki
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Gila Inces Syahrini di Pestapora 2026! 7 Tahun Vakum Langsung Bagi-bagi Dollar ke Penonton!

Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam

Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.