Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire (FF)

Update Spesial! Kode Redeem FF Hari Ini 7 Mei 2026: Banjir Skin Eksklusif dan Diamond Gratis

Kamis, 7 Mei 2026 08:20 WIB

Kritik Tajam Kirab Mahkota Binokasih: Mahasiswa Sebut Rakyat Butuh Solusi Nyata, Bukan Romantisasi Budaya!

Kamis, 7 Mei 2026 07:16 WIB

Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar

Kamis, 7 Mei 2026 07:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Spesial! Kode Redeem FF Hari Ini 7 Mei 2026: Banjir Skin Eksklusif dan Diamond Gratis
  • Kritik Tajam Kirab Mahkota Binokasih: Mahasiswa Sebut Rakyat Butuh Solusi Nyata, Bukan Romantisasi Budaya!
  • Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar
  • Proyek Ambisius Maung Bandung: Daftar Bintang Incaran Persib di Bursa Transfer Musim Depan, Ada Kiper Premier League?
  • Dilarang Masuk Stadion! Bobotoh Harus Tahan Diri di Laga Panas Persib vs Persija
  • Viral Video Tasya Gym 15 Menit, Hoaks Atau Benar Ada?
  • Laga Lawan Persija Jadi Final! Umuh Muchtar Pasang Target Brutal ke Persib
  • Update Kode Redeem FC Mobile 7 Mei 2026: Klaim Pack Pemain Gratis dan Gems Hari Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Tajam Kirab Mahkota Binokasih: Mahasiswa Sebut Rakyat Butuh Solusi Nyata, Bukan Romantisasi Budaya!

By Aga GustianaKamis, 7 Mei 2026 07:16 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat acara Kirab Budaya Tatar Sunda. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kemeriahan iring-iringan Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang melintasi Kabupaten Garut, terselip suara lantang dari sekelompok pemuda. Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut menggelar aksi protes tepat saat perayaan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) malam.

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan tamparan keras bagi pengambil kebijakan mengenai skala prioritas pembangunan di Jawa Barat.

Bukan Anti-Budaya, Tapi Soal Urgensi

Ketua HMI Cabang Garut, Yusup Saepul Hayat, menegaskan bahwa gerakan ini sama sekali tidak bermaksud merendahkan tradisi Sunda. Namun, menurutnya, ada ketimpangan antara kemegahan seremoni dengan realita kesulitan yang dihadapi masyarakat kecil.

“Kami ingin meluruskan persepsi terlebih dahulu, bahwa HMI Garut tidak anti terhadap tradisi dan budaya Sunda. Justru kami mencintai itu sebagai bagian dari jati diri. Tapi hari ini, persoalannya adalah perbedaan pandangan soal prioritas,” tegas Yusup.

Baca Juga:  Heboh Isu Penculikan Bocah SD di Garut, Fakta Sebenarnya Terungkap

Ia menilai, wajah Garut saat ini lebih membutuhkan sentuhan nyata di sektor fundamental daripada panggung hiburan. “Kebutuhan masyarakat Garut hari ini bukan pertunjukan. Bukan soal hiburan, tapi bagaimana sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bisa disentuh secara nyata,” tambahnya.

Menyoal Manfaat untuk 2,9 Juta Warga

Kritik tajam juga mengarah pada efektivitas kegiatan yang dianggap hanya dinikmati segelintir orang. Yusup mempertanyakan apakah euforia kirab ini benar-benar menjadi solusi bagi jutaan warga Garut yang masih berjuang demi kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

“Kalau kita hitung, berapa persen masyarakat yang menikmati? Apakah itu benar-benar menjawab kebutuhan 2,9 juta warga Garut? Ini yang menjadi pertanyaan kami,” ungkapnya dengan nada retoris.

Dalam analogi yang cukup menohok, Yusup menggambarkan kondisi daerah saat ini dengan perbandingan kebutuhan pangan. “Garut ini bukan butuh kue, tapi butuh beras,” cetusnya.

Desakan Alokasi Anggaran yang Lebih ‘Membumi’

Senada dengan Yusup, Kepala Bidang PTKP HMI Garut, Respi Malik Abdul Aziz, menekankan bahwa aksi ini adalah pengingat bagi Pemkab Garut dan Pemprov Jabar agar lebih selektif dalam menggunakan sumber daya daerah.

Baca Juga:  Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar

“Kami ingin kegiatan yang sifatnya pertunjukan dan seremonial digeser ke program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penanganan kemiskinan,” jelas Respi.

Ia menutup aksinya dengan pesan mendalam bahwa hiburan adalah hal yang wajar, namun menjadi ironi jika dipaksakan di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit.

“Garut tidak butuh raja, Garut butuh perbaikan di sektor nyata,” pungkas Respi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita garut Hari Jadi Tatar Sunda HMI Garut Kirab Mahkota Binokasih Protes Mahasiswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar

Dituduh Lakukan Penghasutan, Grace Natalie Resmi Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi Terkait Video JK

Ilustrasi PNS.

Resmi! PNS Tak Dapat THR Idul Adha 2026, Ini Penggantinya

Rela Rogoh Kocek Pribadi, Bupati Bandung Belikan Tanah dan Bangun Rumah untuk Korban Longsor

Heboh! Balita Tewas Tenggelam di Area Bekas Instalasi Limbah Cimahi

Jangan Cuma Lihat Gelarnya! Rahasia di Balik Tanda Tangan Rektor UII yang Viral Ini Bikin Mewek

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.