bukamata.id – Tragedi memilukan terjadi di Kota Cimahi, Jawa Barat, setelah seorang anak berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam bekas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik sebuah perusahaan di kawasan Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar setelah laporan masuk ke petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Cimahi sekitar pukul 14.30 WIB.
Proses Pencarian di Kolam Sedalam 8 Meter
Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses pencarian di kolam IPAL yang memiliki kedalaman sekitar delapan meter. Kondisi kolam yang sudah tidak aktif tersebut diketahui dipenuhi air keruh dan sampah mengambang, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Komandan Regu Diskar PB Kota Cimahi, Indrahadi, menjelaskan bahwa tim harus bekerja ekstra hati-hati dalam proses pencarian korban.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Karena kondisi air sangat keruh, pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Korban Ditemukan di Dasar Kolam dalam Kondisi Meninggal
Setelah melakukan penyisiran menggunakan tali karmantel dan peralatan snorkel, petugas akhirnya berhasil menemukan korban di dasar kolam.
Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di dasar kolam. Visibilitas sangat buruk karena air keruh dan banyak sampah,” kata Indrahadi.
Petugas sempat melakukan pengecekan denyut nadi sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulasaraan.
Kolam IPAL Dekat Permukiman Warga
Dari informasi yang dihimpun, kolam IPAL tersebut merupakan area beton berukuran besar dengan kondisi air kehijauan dan tidak terawat. Lokasinya yang berada dekat permukiman warga diduga menjadi salah satu faktor anak-anak sering bermain di sekitar area tersebut.
Warga sekitar mengaku kolam yang sudah tidak beroperasi itu kerap menjadi tempat bermain anak-anak tanpa pengawasan ketat orang dewasa.
Imbauan Keras untuk Pengawasan Anak
Menanggapi kejadian ini, pihak Diskar PB Kota Cimahi mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area berisiko seperti kolam penampungan air, sungai, maupun bekas instalasi industri.
“Kami mengimbau warga agar memastikan anak-anak tidak bermain di sekitar kolam IPAL atau area berbahaya lainnya,” tegas Indrahadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










