bukamata.id – Masih lekat dalam ingatan duka mendalam yang menyelimuti pasangan Ato Suharto (35) dan Desi Novianti (22). Warga Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan ini harus kehilangan segalanya saat bencana longsor menerjang pada awal Februari lalu. Dua buah hati mereka, Aldi Alfarik (3 bulan) dan Rere Revania (5 tahun), berpulang dalam musibah tersebut, meninggalkan duka sekaligus rumah yang rata dengan tanah.
Namun, secercah harapan baru kini hadir. Senyum haru kembali merekah di wajah mereka saat menerima kunci hunian layak yang diserahkan langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS).
Kado Istimewa dari Dana Pribadi Bupati
Hunian ini terasa sangat spesial. Mengetahui status Ato yang sebelumnya hanya mengontrak rumah, Kang Dadang Supriatna memutuskan untuk mengambil langkah nyata secara personal. Ia merogoh kocek pribadinya untuk membeli sebidang tanah, sementara proses pembangunan rumahnya difasilitasi oleh Disperkimtan Kabupaten Bandung.
“Setelah kejadian ternyata Pak Ato ini belum memiliki rumah sendiri, waktu itu masih ngontrak. Maka saya belikan tanah dan langsung dibangun rumahnya. Semoga bermanfaat dan bisa betah di rumah baru ini,” ujar Bupati KDS saat menyerahkan kunci dan sertifikat tanah secara simbolis.
Modal Usaha untuk Menata Masa Depan
Bupati KDS tidak hanya memberikan tempat bernaung. Untuk memastikan keberlangsungan ekonomi mereka, Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial dan Baznas juga memberikan suntikan modal usaha bagi Desi. Rencananya, Desi akan membuka usaha kecil-kecilan tepat di halaman rumah barunya.
Dalam momen yang penuh keakraban tersebut, Kang Dadang juga memberikan pesan semangat bagi pasangan muda ini agar segera kembali menata hidup dengan ceria.
“Bu Desi katanya ingin berjualan di sini, mungkin bisa buka Warmindo atau apa. Semoga usahanya berjalan lancar dan berkah. Saya juga do’akan semoga segera punya anak lagi biar lebih semangat,” tambah KDS sambil tersenyum.
Tangis Haru: “Ini Seperti Mimpi yang Jadi Kenyataan”
Bagi Desi dan Ato, bantuan ini seolah menjadi penawar luka atas trauma hebat yang mereka alami. Memegang sertifikat tanah atas nama sendiri adalah hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya, terutama di tengah kondisi sulit pasca-bencana.
Sambil menyeka air mata, Desi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati serta seluruh jajaran pemerintah desa hingga kecamatan yang setia mendampingi sejak masa evakuasi hingga saat ini.
“Terima kasih banyak Pak Bupati. Kami tidak tahu harus berkata apa lagi. Rumah ini sangat berarti bagi kami. Saya tidak menyangka akan dikasih rumah sama Pak Bupati. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ucap Desi dengan suara terbata-bata.
Ia juga mendoakan agar kebaikan para pihak yang membantu mereka mendapat balasan setimpal dari Yang Maha Kuasa.
“Terima kasih juga kepada Pak Camat sama Pak Kades serta jajarannya yang selama ini banyak membantu keluarga kami. Semoga kebaikan semuanya dibalas oleh Allah SWT,” tuturnya penuh syukur.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










