bukamata.id – Ketegangan yang melibatkan Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A. Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, semakin memanas. Setelah sebelumnya viral sebagai korban pemukulan di Menteng, kini situasi berbalik. Terduga pelaku pemukulan resmi melaporkan balik Bro Ron ke pihak kepolisian dengan tuduhan serius: penganiayaan dan tindakan rasisme.
Laporan balik ini telah terkonfirmasi oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Muhammad Rizal Berhet, pihak yang sebelumnya dilaporkan, kini gantian menyeret nama Ronald ke jalur hukum.
Tuduhan Pukulan di Ulu Hati
Rizal mengklaim bahwa dirinya bukanlah satu-satunya pihak yang bersalah dalam kericuhan tersebut. Menurutnya, Bro Ron justru melakukan tindakan fisik terlebih dahulu saat ketegangan memuncak.
“Betul (Bro Ron memukul terlebih dahulu), dia menonjok perut saya mengenai ulu hati,” ujar Rizal saat menjelaskan alasannya melaporkan balik politisi PSI tersebut.
Tak hanya soal pukulan pribadi, laporan Rizal juga mencakup dugaan adanya tindakan pengeroyokan. “Betul, saya melaporkan balik yang bersangkutan. Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeroyokan disertai dengan makian yang tidak pantas,” tambahnya.
Dugaan Makian Rasis di Lokasi Kejadian
Selain aspek fisik, Rizal juga mempermasalahkan ucapan yang dilontarkan Bro Ron. Ia menuding Ronald mengeluarkan kata-kata yang sangat menghina dan bernada rasisme saat percekcokan terjadi.
Rizal menyebutkan bahwa terlapor diduga melontarkan kalimat kasar seperti, “Kamu anj siapa, kamu budak siapa, kamu babu, boneka dasar mon amb itu.” Ucapan ini disebut muncul di tengah panasnya suasana mediasi.
Bantahan Keras Bro Ron: “Saya Rasis dari Mana?”
Menanggapi tuduhan tersebut, Bro Ron yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit langsung angkat bicara melalui media sosialnya. Ia membantah keras tuduhan rasisme dan menunjukkan kedekatannya dengan orang-orang dari berbagai suku.
Melalui unggahan Instagram, ia menegaskan posisinya yang membela hak karyawan. “Jadi saya membela yang terzalimi, saya punya karyawan, terus saya dibilang rasis dari mana?” tulisnya sebagai pembelaan diri.
Duduk Perkara: Bermula dari Gaji Karyawan
Konflik ini bermula saat Bro Ron mendampingi 15 karyawan PT SKS menuju kantor hukum MPP untuk menuntut gaji yang belum dibayarkan. Situasi yang awalnya kondusif mendadak berubah anarkis setelah muncul kelompok orang tak dikenal yang melakukan intimidasi.
Iptu Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, menjelaskan kronologi singkatnya: “Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut.”
Kini, pihak kepolisian melalui Polsek Metro Menteng tengah mendalami fakta-fakta lapangan untuk menentukan status hukum selanjutnya dari kedua belah pihak yang saling lapor ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










