Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bursa Transfer Memanas! Pemain Timnas Abroad Disebut Beri Sinyal ke Persib

Rabu, 6 Mei 2026 16:12 WIB

Dedi Mulyadi Pasang Badan, Temui Orang Tua Siswi Korban Cukur Paksa di Garut

Rabu, 6 Mei 2026 15:52 WIB

Peringatan Keras! Bobotoh Dilarang Nyetadion di Laga Persija vs Persib di Samarinda

Rabu, 6 Mei 2026 15:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bursa Transfer Memanas! Pemain Timnas Abroad Disebut Beri Sinyal ke Persib
  • Dedi Mulyadi Pasang Badan, Temui Orang Tua Siswi Korban Cukur Paksa di Garut
  • Peringatan Keras! Bobotoh Dilarang Nyetadion di Laga Persija vs Persib di Samarinda
  • Tekan Penyakit Kronis di Bandung, Farhan Tekankan Gaya Hidup Besih dan Sehat
  • Langkah Baru Wali Kota Bandung: Siswa Wajib Aktif Bergerak 3 Kali Sepekan
  • Deadline Lewat! Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Bandung Zoo Demi Konservasi
  • Duel Klasik Persija vs Persib Resmi Pindah ke Samarinda, Ini Alasan PT LIB Pilih Stadion Segiri
  • Dewasa Sebelum Waktunya! Bocah 9 Tahun Jualan dari Subuh, Berjuang Demi Bakti Almarhum Ayah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 6 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Deadline Lewat! Dedi Mulyadi Siap Ambil Alih Bandung Zoo Demi Konservasi

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 6 Mei 2026 15:21 WIB2 Mins Read
Bandung Zoo
Penutupan sementara Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo diwarnai kericuhan. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketidakpastian pengelolaan Bandung Zoo mencapai titik kritis setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung gagal menetapkan pengelola baru hingga batas waktu 5 Mei 2026.

Menanggapi kebuntuan ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk mengambil alih aset konservasi tersebut melalui skema Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan kemarin, katanya sampai sekarang belum bisa diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum,” ujar Dedi di Kota Bandung, Rabu (6/5/2026).

Kondisi ini terjadi setelah target penunjukan pengelola yang dipatok 5 Mei 2026, mengacu pada arahan Kementerian Kehutanan tidak tercapai. Sisi lain, Pemkot Bandung justru mengajukan tambahan waktu untuk melanjutkan proses seleksi.

Baca Juga:  BRT Bandung Raya Kini Resmi Ganti Nama Jadi Metro Jabar Trans

Melihat ketidakpastian yang berlarut, Dedi menginstruksikan komunikasi lintas institusi, termasuk kemungkinan Pemprov Jabar mengajukan diri sebagai pengelola melalui lembaga konservasi.

“Tetapi saya pun pemerintah provinsi mencoba untuk hari ini minta Sekda berkomunikasi kita juga bisa mengajukan LK (Lembaga Konservasi), kalau diperlukan. Misalnya dikelola oleh pemerintah provinsi melalui BUMD agar kita lebih mengarah pada konservasinya,” ucapnya.

Langkah ini disebut bukan sekadar solusi administratif, melainkan perubahan arah kebijakan, dari potensi komersialisasi menuju penguatan fungsi ekologis.

“Ini kan saya tujuannya konservasinya. Hutannya sayang, binatangnya sayang. Nanti bisa dua-duanya ditempuh, mana yang terbaik. Apakah misalnya LK dulu dikelola oleh Pemkot sampai satu bulan ke depan, sehingga nanti diputuskan,” tuturnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Rencanakan Relokasi Warga Terdampak Banjir di Indramayu

Dedi tetap memberi ruang bagi Pemkot Bandung menyelesaikan proses seleksi. Namun ia mengirim sinyal tegas, jika kebuntuan terus berlanjut, Pemprov siap mengambil alih.

“Nah, apabila misalnya yang tidak putus-putus, saya lebih memilih provinsi melalui BUMD menjadi pengelola kebun binatang itu. Bukan untuk tujuan bisnis, tapi tujuannya satu menyelamatkan pegawai. Yang kedua itu menyelamatkan konservasi,” katanya.

Menurutnya, orientasi pengelolaan harus bergeser dari sekadar keuntungan menjadi perlindungan satwa dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Citarum Darurat Sampah, Dedi Mulyadi Turunkan 4 Ponton dan 20 Truk Bersihkan Sungai

Dedi menilai kondisi kawasan Bandung Zoo masih sangat layak dipertahankan sebagai ruang konservasi di tengah kota. Ia menyoroti kualitas vegetasi dan ekosistem yang masih terjaga.

“Karena itu kawasan sangat baik, tertata, kemudian hutan-hutannya relatif baik hutannya, pohon-pohonnya masih gede dan itu bermanfaat juga untuk warga Kota Bandung,” ujarnya.

Keberadaan kebun binatang, lanjutnya, bukan sekadar fasilitas rekreasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keanekaragaman hayati.

“Dan kita juga punya dong gitu kan di Bandung binatang-binatang yang dilindungi dan dikelola oleh BUMD provinsi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Zoo BUMD Jabar Dedi Mulyadi Kebun Binatang Bandung konservasi satwa Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Pasang Badan, Temui Orang Tua Siswi Korban Cukur Paksa di Garut

Tekan Penyakit Kronis di Bandung, Farhan Tekankan Gaya Hidup Besih dan Sehat

Langkah Baru Wali Kota Bandung: Siswa Wajib Aktif Bergerak 3 Kali Sepekan

Dewasa Sebelum Waktunya! Bocah 9 Tahun Jualan dari Subuh, Berjuang Demi Bakti Almarhum Ayah

Nasib Boeing KC-135 Stratotanker Milik AS Masih Teka-teki Usai Pancarkan Sinyal Bahaya di Teluk Persia

Lawan Arus Tren Joget Sawer! Kreator Ini Jadi Rebutan Puluhan Ribu Penonton Karena Ajarkan Ngaji

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Buru Link Video Batang Membara Viral ‘Rp250 Juta’, Polisi Bongkar Modus Telegram Misterius
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.