Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Jumat, 18 September 2026 17:22 WIB

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Jumat, 18 September 2026 17:21 WIB

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Jumat, 18 September 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak
  • 8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ
  • Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon
  • Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nasib Boeing KC-135 Stratotanker Milik AS Masih Teka-teki Usai Pancarkan Sinyal Bahaya di Teluk Persia

By Aga GustianaRabu, 6 Mei 2026 12:26 WIB2 Mins Read
Boeing KC-135 Stratotanker. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di wilayah Teluk kembali memuncak setelah sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat, Boeing KC-135 Stratotanker, dilaporkan mengirimkan sinyal bahaya sebelum menghilang dari radar.

Pesawat yang menjadi tulang punggung operasi udara AS ini terpantau memancarkan kode “7700”—sebuah kode darurat internasional—saat melintas di atas perairan Teluk Persia, tepat sebelum jejak digitalnya terputus di sekitar wilayah udara Qatar.

Detik-Detik Hilangnya Stratotanker di Radar

Berdasarkan data real-time dari platform pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab (UEA). Sebelum hilang kontak, pesawat sempat melakukan manuver terbang memutar dan terlihat mulai menurunkan ketinggian secara drastis, yang diduga sebagai upaya pendaratan darurat.

Sejauh ini, otoritas terkait belum merilis rincian penyebab keadaan darurat tersebut. Belum ada bukti konkret yang menghubungkan insiden ini dengan tindakan sabotase atau serangan langsung dari pihak lawan di kawasan yang sedang membara tersebut.

Sorotan Media Internasional dan Klaim Masa Lalu

Laporan mengenai lenyapnya sinyal pesawat ini dengan cepat menyebar. Fars News Agency, media yang memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran, turut menyoroti kejadian ini dengan merujuk pada data pelacakan yang serupa.

Hingga laporan ini diturunkan, baik Pentagon maupun pemerintah Iran masih menutup rapat suara terkait status terakhir armada Boeing KC-135 tersebut.

Situasi ini memicu ingatan publik pada insiden serupa beberapa waktu lalu. Pada Maret 2026, kelompok Islamic Resistance in Iraq sempat mengklaim telah melumpuhkan pesawat jenis yang sama di wilayah Irak Barat.

Menurut laporan Reuters, kelompok tersebut berdalih bahwa tindakan mereka dilakukan “untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah udara negara,” sebagai bentuk perlawanan terhadap kehadiran militer asing.

Peran Vital KC-135 Stratotanker

Hilangnya pesawat ini, jika dikonfirmasi sebagai kerugian total, akan menjadi pukulan bagi logistik udara AS. KC-135 Stratotanker bukan sekadar pesawat biasa; armada ini telah mengabdi selama lebih dari enam dekade sebagai “pom bensin terbang”.

Keberadaannya sangat krusial karena:

  • Memperpanjang Jangkauan: Memungkinkan jet tempur dan pesawat pembom beroperasi lebih jauh tanpa perlu mendarat.
  • Multifungsi: Selain pengisian bahan bakar, pesawat ini mampu mengangkut muatan kargo besar, personel militer, hingga menjalankan prosedur evakuasi medis darurat di medan perang.

Dunia kini menanti pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk memastikan apakah insiden ini murni kendala teknis atau babak baru dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.