Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Kamis, 23 Juli 2026 21:53 WIB

iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir

Kamis, 23 Juli 2026 21:47 WIB

Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 21:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap
  • iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir
  • Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang
  • Jordi Amat Kirim Pesan Tegas! Timnas Indonesia Bidik Kemenangan Perdana di Piala AFF 2026
  • Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya
  • Jadwal Lengkap dan Peta Kekuatan Timnas Indonesia di Grup A ASEAN Cup 2026
  • Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026
  • Igor Tolic Belum Puas? Persib Buka Pintu Transfer Lagi Usai Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 23 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nasib Boeing KC-135 Stratotanker Milik AS Masih Teka-teki Usai Pancarkan Sinyal Bahaya di Teluk Persia

By Aga GustianaRabu, 6 Mei 2026 12:26 WIB2 Mins Read
Boeing KC-135 Stratotanker. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan di wilayah Teluk kembali memuncak setelah sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat, Boeing KC-135 Stratotanker, dilaporkan mengirimkan sinyal bahaya sebelum menghilang dari radar.

Pesawat yang menjadi tulang punggung operasi udara AS ini terpantau memancarkan kode “7700”—sebuah kode darurat internasional—saat melintas di atas perairan Teluk Persia, tepat sebelum jejak digitalnya terputus di sekitar wilayah udara Qatar.

Detik-Detik Hilangnya Stratotanker di Radar

Berdasarkan data real-time dari platform pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab (UEA). Sebelum hilang kontak, pesawat sempat melakukan manuver terbang memutar dan terlihat mulai menurunkan ketinggian secara drastis, yang diduga sebagai upaya pendaratan darurat.

Sejauh ini, otoritas terkait belum merilis rincian penyebab keadaan darurat tersebut. Belum ada bukti konkret yang menghubungkan insiden ini dengan tindakan sabotase atau serangan langsung dari pihak lawan di kawasan yang sedang membara tersebut.

Sorotan Media Internasional dan Klaim Masa Lalu

Laporan mengenai lenyapnya sinyal pesawat ini dengan cepat menyebar. Fars News Agency, media yang memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran, turut menyoroti kejadian ini dengan merujuk pada data pelacakan yang serupa.

Hingga laporan ini diturunkan, baik Pentagon maupun pemerintah Iran masih menutup rapat suara terkait status terakhir armada Boeing KC-135 tersebut.

Situasi ini memicu ingatan publik pada insiden serupa beberapa waktu lalu. Pada Maret 2026, kelompok Islamic Resistance in Iraq sempat mengklaim telah melumpuhkan pesawat jenis yang sama di wilayah Irak Barat.

Menurut laporan Reuters, kelompok tersebut berdalih bahwa tindakan mereka dilakukan “untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah udara negara,” sebagai bentuk perlawanan terhadap kehadiran militer asing.

Peran Vital KC-135 Stratotanker

Hilangnya pesawat ini, jika dikonfirmasi sebagai kerugian total, akan menjadi pukulan bagi logistik udara AS. KC-135 Stratotanker bukan sekadar pesawat biasa; armada ini telah mengabdi selama lebih dari enam dekade sebagai “pom bensin terbang”.

Keberadaannya sangat krusial karena:

  • Memperpanjang Jangkauan: Memungkinkan jet tempur dan pesawat pembom beroperasi lebih jauh tanpa perlu mendarat.
  • Multifungsi: Selain pengisian bahan bakar, pesawat ini mampu mengangkut muatan kargo besar, personel militer, hingga menjalankan prosedur evakuasi medis darurat di medan perang.

Dunia kini menanti pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk memastikan apakah insiden ini murni kendala teknis atau babak baru dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Boeing KC-135 Militer Amerika Serikat Pesawat Militer AS Sinyal Darurat 7700 Stratotanker Teluk Persia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026

Dorong Mahasiswa KIP Kuliah Mandiri, Ledia Hanifa Gelar Kompetisi Proposal Bisnis

Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar

Nasib Eks Pengurus GKI Taman Cibunut Ditentukan Senin, Sidang Praperadilan Hampir Berakhir

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.