Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa

Selasa, 13 Oktober 2026 06:00 WIB

Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni

Selasa, 13 Oktober 2026 05:00 WIB

Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Selasa, 13 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Jadwal Super Padat Bikin Pemain Tumbang, Thom Haye Buka Suara Soal Fasilitas Recovery Persib
  • Era Baru Pengajuan Bansos: Cukup Gunakan NIK KTP, Proses Verifikasi Cuma Hitungan Menit
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan

By SusanaSelasa, 5 Mei 2026 20:14 WIB4 Mins Read
Viral bocah Medan latihan 150 hari tanpa gym. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah inspiratif datang dari dua bocah asal Medan yang berhasil mencuri perhatian publik. Melalui akun Instagram @workout_kidz, mereka membagikan perjalanan transformasi fisik setelah menjalani latihan rutin selama 150 hari tanpa gym, tanpa pelatih profesional, dan hanya bermodalkan tekad.

Nama mereka adalah Adit dan Rehan, yang diketahui masih berusia 13 tahun. Di usia yang bagi sebagian anak identik dengan bermain dan bersantai, mereka justru memilih jalan berbeda: disiplin, latihan keras, dan mengejar mimpi menjadi petinju kelas dunia.

Mimpi Besar: Menjadi Petinju Kelas Dunia

Sejak awal, mereka tidak sekadar berlatih untuk kebugaran. Rehan, dan Adit memiliki cita-cita yang jelas: menjadi petinju kelas dunia.

Impian itu tidak hanya diucapkan, tetapi mulai mereka bangun melalui kebiasaan disiplin sejak dini. Setiap hari, mereka melatih fisik, teknik, dan mental bertarung, layaknya atlet profesional.

Bagi mereka, menjadi petinju bukan hanya soal kekuatan pukulan, tetapi juga tentang konsistensi, fokus, dan karakter. Mereka percaya, kedisiplinan yang dibangun sejak kecil akan menjadi fondasi utama untuk mencapai level dunia di masa depan.

Dari Rumah Sederhana, Lahir Mental Juara

Setiap pulang sekolah, mereka tidak langsung beristirahat. Sebaliknya, rutinitas latihan fisik menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian. Tanpa alat gym modern, mereka berkreasi menggunakan barang bekas.

Kaleng cat diubah menjadi barbel. Botol plastik dijadikan dumbbell. Bahkan kursi plastik dimanfaatkan sebagai alat bench press. Apa yang bagi orang lain terlihat sederhana, bagi mereka adalah sarana untuk membangun mimpi besar.

Latihan yang mereka jalani bukan sekadar rutinitas fisik. Ada jadwal yang terstruktur, variasi gerakan setiap hari, dan konsistensi yang dijaga selama hampir lima bulan penuh.

Transformasi Nyata dalam 150 Hari

Perubahan yang mereka tunjukkan bukan sekadar cerita. Dalam video yang diunggah, terlihat jelas perkembangan fisik yang signifikan, otot yang mulai terbentuk, stamina yang meningkat, hingga teknik dasar tinju yang semakin matang.

Namun, yang paling mencolok bukan hanya perubahan fisik, melainkan mentalitas yang terbentuk. Disiplin, ketekunan, dan daya juang menjadi fondasi utama perjalanan mereka.

Mereka bahkan telah mencoba terjun ke beberapa pertandingan tinju. Menang dan kalah sudah mereka rasakan, sebuah proses penting yang membentuk mental atlet sejak dini.

Lebih dari Sekadar Latihan Fisik

Dalam salah satu unggahan, mereka menegaskan bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang otot atau kekuatan.

“Latihan yang kami jalani bukan hanya untuk mengasah fisik dan kemampuan bertarung, tetapi juga untuk membentuk karakter sejak dini.”

Bagi mereka, karakter adalah kunci utama. Tanpa karakter yang kuat, mimpi besar hanya akan menjadi angan. Mereka ingin tumbuh bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Inspirasi untuk Generasi Alpha

Apa yang dilakukan oleh Rehan, dan Adit bukan sekadar konten media sosial. Mereka memiliki misi lebih besar: menginspirasi generasi seusia mereka.

Mereka ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Bahwa mimpi besar bisa dimulai dari rumah sederhana. Bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada fasilitas mewah.

“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi,” tulis mereka dalam unggahan. Sebuah pesan yang menunjukkan visi jauh ke depan, bahkan di usia yang masih sangat muda.

Respons Warganet: Kagum dan Haru

Perjalanan mereka menuai banyak apresiasi dari warganet. Kolom komentar dipenuhi dukungan dan harapan.

“Kerennnn dekkk, jauhin rokok, jauhin narkoba… niscaya kamu jadi lelaki hebat di masa depan,” tulis salah satu akun.

Komentar lain menyebut mereka sebagai representasi generasi masa depan yang tangguh.

“Gen Alpha mengambil alih dunia, hebat banget adik-adik.”

Tak sedikit pula yang melihat ini sebagai investasi jangka panjang.

“Jarang anak-anak begini… investasi otot untuk dewasa.”

Ada juga pesan moral yang disampaikan dengan penuh harapan:

“Terus jadi contoh baik, jangan rokok, jangan alkohol, rajin ibadah.”

Dukungan ini menjadi energi tambahan bagi mereka untuk terus melangkah.

Mimpi Besar dari Langkah Kecil

Kisah dua bocah dari Medan ini membuktikan satu hal penting: mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat besar.

Tidak ada fasilitas mewah. Tidak ada pelatih pribadi. Tidak ada alat mahal. Yang ada hanyalah tekad, kreativitas, dan konsistensi.

Di tengah dunia yang serba instan, mereka memilih proses. Di saat banyak yang mencari jalan pintas, mereka justru menikmati perjalanan panjang.

Perjalanan 150 hari ini mungkin baru awal. Namun satu hal sudah pasti, mereka telah memenangkan satu pertarungan penting: melawan rasa malas dan keraguan diri.

Dan dari sana, jalan menuju ring dunia perlahan mulai terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.