bukamata.id – Langkah agresif diambil Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), dalam upaya merombak wajah infrastruktur di wilayahnya. Tak ingin sekadar menunggu, pria yang akrab disapa Kang DS ini melakukan audiensi strategis langsung ke markas Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Pertemuan dengan Dirjen Bina Marga, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, tersebut menjadi misi khusus Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menyinkronkan proyek-proyek raksasa pusat agar sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di daerah.
Infrastruktur Merata Hingga Pelosok
Dalam pertemuan tersebut, KDS menekankan bahwa modernisasi aksesibilitas tidak boleh hanya “parkir” di wilayah perkotaan. Baginya, keadilan pembangunan harus dirasakan oleh warga yang berada di perbatasan dan pelosok desa.
“Ini bagian dari ikhtiar kami menjemput bola ke pemerintah pusat, agar pembangunan di Kabupaten Bandung bisa berjalan lebih cepat, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas KDS.
Daftar Proyek Strategis: Solusi Macet dan Akses Wisata
Bupati Bandung membawa tumpukan usulan teknis yang menjadi “obat” bagi persoalan menahun di Kabupaten Bandung, mulai dari kemacetan parah hingga pembukaan akses ekonomi baru.
Beberapa poin krusial yang diajukan antara lain:
- Pengurai Kemacetan: Pembangunan Flyover Bojongsoang dan Kopo yang sudah lama dinantikan warga.
- Akses Jalan Tol: Percepatan Exit Tol Getaci (Segmen Tegalluar), akses Tol Katapang, hingga optimalisasi On/Off Ramp Tol Soroja.
- Konektivitas Jalur Selatan: Pembangunan Jalan Lingkar Majalaya serta proyek prestisius akses Tol Soroja – Ciwidey – Cidaun untuk mendongkrak pariwisata.
- Revitalisasi Jalan: Rekonstruksi jalur utama Rancaekek – Majalaya serta penataan perlintasan kereta api yang lebih aman.
Sinergi Pusat-Daerah sebagai Kunci
KDS optimistis, jika pemerintah pusat memberikan lampu hijau pada usulan-usulan tersebut, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung akan melonjak signifikan karena arus distribusi barang dan jasa semakin lancar.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis berbagai persoalan seperti kemacetan, akses jalan, hingga konektivitas wilayah bisa ditangani secara bertahap dan terukur,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut.
Seluruh usulan ini, menurut KDS, bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan hasil pemetaan masalah nyata yang dihadapi pengguna jalan setiap hari di lapangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










