bukamata.id – Maraknya kasus penipuan digital dan transaksi keuangan ilegal di Indonesia mendorong hadirnya sistem terpadu bernama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Lembaga ini menjadi forum koordinasi nasional yang dipimpin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas PASTI untuk mempercepat penanganan laporan korban penipuan.
IASC hadir sebagai solusi terintegrasi yang menghubungkan laporan korban secara cepat dengan berbagai lembaga keuangan seperti bank, dompet digital (e-wallet), hingga penyedia layanan pembayaran lainnya.
Apa Itu IASC?
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) merupakan pusat koordinasi nasional yang berfungsi untuk mempercepat respons terhadap kasus penipuan transaksi keuangan.
Melalui sistem digital terpusat, laporan korban dapat langsung ditindaklanjuti oleh lembaga keuangan terkait untuk dilakukan pemblokiran rekening pelaku serta penelusuran aliran dana.
Langkah Penting Jika Menjadi Korban Penipuan
Bagi masyarakat yang baru saja menjadi korban penipuan, terdapat dua langkah penting yang harus segera dilakukan:
- Melapor ke IASC
Melalui portal resmi IASC untuk mempercepat proses pemblokiran rekening pelaku. - Melapor ke Kepolisian
Membuat Laporan Polisi (LP) di kantor polisi terdekat untuk proses hukum lebih lanjut.
Korban juga diimbau untuk menyiapkan bukti lengkap seperti bukti transfer, percakapan dengan pelaku, serta data rekening yang terlibat.
Cara Kerja IASC dalam Menangani Penipuan
Sistem kerja Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melibatkan tiga pihak utama:
- Masyarakat sebagai pelapor
- Lembaga keuangan (bank, e-wallet, e-commerce)
- OJK sebagai pengawas
Alur penanganan dimulai dari laporan korban yang masuk melalui portal digital, kemudian diverifikasi oleh lembaga penerima laporan. Setelah valid, laporan diteruskan ke bank atau penyedia layanan yang memiliki rekening pelaku untuk segera dilakukan pemblokiran sementara.
Jika ditemukan aliran dana lanjutan, sistem akan secara otomatis meneruskan laporan ke lembaga keuangan berikutnya untuk dilakukan penelusuran berantai.
Tujuan Utama: Amankan Dana Korban Lebih Cepat
Tujuan utama IASC adalah melakukan penundaan transaksi secepat mungkin agar dana korban tidak hilang sepenuhnya. Selain itu, sistem ini juga berupaya mengoptimalkan pengembalian dana yang masih dapat diselamatkan.
Seluruh proses diawasi secara ketat oleh OJK dan dilakukan berdasarkan batas waktu (SLA) yang telah ditentukan agar penanganan kasus berjalan cepat dan efektif.
Siapa Saja yang Terlibat dalam IASC?
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melibatkan berbagai pihak penting, di antaranya:
- Perbankan nasional
- Penyedia jasa pembayaran (e-wallet)
- Platform e-commerce
- Lembaga pemerintah terkait
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem keamanan transaksi digital di Indonesia yang semakin meningkat penggunaannya.
Cara Melapor ke IASC
Sebelum melapor, korban disarankan menyiapkan:
- Data diri lengkap
- Data pelaku (jika tersedia)
- Kronologi kejadian
- Bukti transaksi dan komunikasi
- Informasi rekening terkait
Semakin lengkap data yang diberikan, semakin cepat proses verifikasi dan penanganan dilakukan.
Harapan: Ruang Digital Lebih Aman
Dengan hadirnya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih terlindungi dari ancaman penipuan digital yang semakin kompleks.
Sistem ini menjadi langkah penting dalam memperkuat keamanan transaksi keuangan nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










