Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Kamis, 13 Agustus 2026 19:18 WIB

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 14 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lawan Arus Tren Joget Sawer! Kreator Ini Jadi Rebutan Puluhan Ribu Penonton Karena Ajarkan Ngaji

By SusanaRabu, 6 Mei 2026 11:42 WIB4 Mins Read
Viral TikTok @itsbutterfai mengajar ngaji lewat live hingga ditonton puluhan ribu orang. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh fenomena unik sekaligus inspiratif. Seorang kreator fashion di TikTok dengan akun @itsbutterfai mendadak viral usai rutin menggelar siaran langsung (live) mengajar ngaji.

Tak tanggung-tanggung, jumlah penonton yang mengikuti kelas mengaji tersebut menembus angka belasan hingga puluhan ribu orang dalam satu sesi.

Perubahan arah konten yang dilakukan kreator bernama Fairuz ini menjadi sorotan. Dari yang sebelumnya dikenal dengan konten fashion, kini ia menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an secara terbuka di platform digital.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran tren, di mana media sosial tak lagi sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan dakwah.

Antusiasme Tinggi: Ribuan Penonton Ikut Belajar Tajwid

Dalam setiap sesi live, Fairuz mengajarkan dasar-dasar membaca Al-Qur’an, mulai dari tajwid hingga praktik mengaji langsung. Menariknya, interaksi yang terjadi bersifat dua arah, di mana penonton dapat langsung bertanya dan belajar secara real time.

Antusiasme warganet pun terlihat dari berbagai komentar positif yang membanjiri kolom live maupun unggahan ulang di media sosial lain.

“Gak pernah sesemangat ini pas mau ngaji,” tulis salah satu warganet.
“Semoga Allah panjangkan umurnya dan dilimpahkan rezekinya,” komentar lainnya.
“Nanti pengajiannya jam berapa? Kabari ya kalau mulai,” tulis pengguna lain.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa pendekatan dakwah yang relevan dengan kebiasaan generasi digital mampu menarik minat belajar agama secara lebih luas.

Niat Sederhana: Mengajar untuk Amal Jariyah

Di balik viralnya konten tersebut, Fairuz mengungkapkan bahwa motivasi utamanya bukanlah popularitas atau keuntungan materi. Ia justru menegaskan bahwa kegiatan mengajar ngaji ini dilandasi niat untuk mendapatkan amal jariyah.

Dalam salah satu unggahannya, ia mengaku sempat terharu melihat antusiasme penonton yang begitu besar.

“Hari ini seru banget, MasyaAllah. Sempat nangis haru karena Allah izinin sampai 48 ribu penonton. Niatku bikin segmen ngajar ngaji ini supaya bisa jadi amal jariyah,” ungkapnya.

Namun di luar ekspektasi, respons positif justru terus mengalir deras, membuktikan bahwa konten bernilai spiritual tetap memiliki tempat di tengah arus digital modern.

Dari Target 5K ke Puluhan Ribu: Bukti Kuasa Usaha dan Doa

Menariknya, Fairuz sebelumnya hanya memiliki target sederhana di tahun 2026, yakni mencapai 5.000 pengikut di Instagram. Namun, berkat konsistensi dan niat yang tulus, target tersebut terlampaui jauh lebih cepat.

Ia bahkan mengutip pesan inspiratif dari Raim Laode:

“Jangan menghina Tuhanmu dengan doa-doa kecil.”

Ungkapan tersebut seolah menjadi refleksi perjalanan Fairuz, di mana usaha kecil dengan niat besar mampu menghasilkan dampak luar biasa.

Latar Belakang: Lulusan BINUS yang Menginspirasi

Fairuz diketahui merupakan lulusan dari Binus University. Latar belakang pendidikannya yang modern berpadu dengan semangat dakwah yang ia bangun menjadi kombinasi menarik.

Ia membuktikan bahwa generasi muda dengan pendidikan tinggi dan pemahaman teknologi mampu berkontribusi dalam penyebaran nilai-nilai keagamaan secara kreatif.

Kontras di Tengah Hiruk Pikuk Tren TikTok

Platform TikTok selama ini identik dengan berbagai tren hiburan yang silih berganti. Mulai dari konten prank, joget viral, nongkrong estetik, hingga fenomena flexing gaya hidup mewah yang kerap menghiasi linimasa pengguna.

Tak sedikit pula konten live yang mengandalkan hiburan instan, seperti berjoget demi mendapatkan saweran (gift) dari penonton. Bahkan, sebagian kreator memilih menampilkan sensasi atau hal-hal kontroversial demi meraih perhatian dan meningkatkan engagement.

Berbeda dengan tren dominan yang cenderung menghibur, konten Fairuz menghadirkan nuansa edukatif dan spiritual. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat sebagian audiens, terutama generasi muda, yang mulai mencari konten lebih bermakna di tengah banjir hiburan cepat.

Di saat banyak live TikTok dipenuhi aktivitas santai tanpa tujuan jelas, live ngaji justru menawarkan interaksi yang lebih substansial: belajar, bertanya, dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara langsung.

Antitesis dari Budaya Flexing dan Sensasi

Kemunculan @itsbutterfai seolah menjadi antitesis dari budaya flexing yang marak di media sosial. Jika sebagian kreator berlomba menampilkan kemewahan, gaya hidup glamor, atau sensasi visual, Fairuz justru tampil sederhana dengan tujuan yang lebih dalam: berbagi ilmu.

Ia bahkan secara terbuka mengimbau penontonnya untuk tidak mengirim gift.

“Nggak usah kirim gift, biar Allah saja yang membalas,” ungkapnya dalam salah satu sesi live.

Sikap ini menjadi pembeda kuat di tengah tren live streaming yang kerap dikaitkan dengan monetisasi instan.

Dampak Positif: Dakwah Menjangkau Generasi Digital

Selain itu, fenomena live ngaji di TikTok ini dinilai membawa dampak signifikan, terutama dalam memperluas akses belajar agama. Jika sebelumnya kegiatan mengaji identik dengan masjid atau majelis taklim, kini siapa pun dapat belajar hanya melalui layar ponsel.

Beberapa dampak positif yang terlihat antara lain:

  • Akses lebih luas: Bisa diikuti dari mana saja tanpa batasan ruang
  • Menarik generasi muda: Format live interaktif lebih relevan
  • Fleksibilitas waktu: Tidak terikat jadwal konvensional

Kehadiran konten seperti ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya.

Wajah Baru Dakwah di Era Digital

Viralnya @itsbutterfai bukan sekadar tren sesaat, melainkan representasi perubahan cara belajar dan berdakwah di era digital. Dengan pendekatan yang sederhana, interaktif, dan relevan, Fairuz berhasil membuka ruang baru bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa teknologi, jika dimanfaatkan dengan bijak, dapat menjadi jembatan kebaikan yang menjangkau lebih banyak orang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dakwah digital tiktok fairuz ngaji viral fenomena ngaji online itsbutterfai viral konten islami tiktok kreator tiktok inspiratif live ngaji tiktok live tiktok viral 2026 ngaji generasi z tiktok ngaji live viral TikTok Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.