bukamata.id – Cianjur kembali melahirkan kisah yang menyentuh hati publik. Seorang bocah lelaki berusia 9 tahun bernama Salman, asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial karena keteguhan hatinya yang begitu besar di usia yang masih sangat belia.
Di tengah keterbatasan hidup, Salman justru menunjukkan ketulusan, ketabahan, dan semangat yang membuat banyak orang terenyuh.
Ia bukan hanya sekadar anak kecil yang membantu neneknya berjualan, tetapi juga sosok yang menyimpan cita-cita mulia: ingin membeli seekor domba untuk melaksanakan kurban almarhum ayahnya.
Kehilangan Ayah di Usia Dini, Ibu Merantau ke Jakarta
Kisah hidup Salman tidaklah mudah. Sejak kecil, ia telah kehilangan sosok ayah yang lebih dulu berpulang akibat kecelakaan. Sementara itu, sang ibu harus merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Kini, Salman tinggal bersama sang nenek di Cianjur. Dalam kesehariannya, ia tidak hanya bersekolah seperti anak seusianya, tetapi juga ikut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan di rumah sederhana mereka.
Bocah 9 Tahun yang Setia Membantu Nenek Berjualan
Dalam sejumlah video yang diunggah di akun TikTok miliknya, TikTok dengan nama pengguna @salmancianjur03, terlihat bagaimana Salman menjalani hari-harinya. Ia membantu sang nenek membuat gorengan, menyiapkan masakan, hingga menjaga warung sejak subuh.
Aktivitas itu dilakukan tanpa paksaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kecil yang ia pahami di usianya yang masih sangat muda.
“Makasih banyak buat kakak kakak yang udah ngasih uang jajan buat aku,uangnya aku tabungin buat beli domba kurban untuk bapak,doain salman terus ya,” ungkap Salman dalam salah satu unggahannya yang viral.
Ucapan sederhana itu justru menjadi sorotan luas warganet karena menggambarkan ketulusan seorang anak yang tetap ingin berbakti kepada ayahnya meski telah tiada.
Ungkapan Haru: “Peran Ayah Hilang, Tapi Hidup Harus Terus Berjalan”
Dalam unggahan lainnya, Salman menuliskan kalimat yang membuat banyak orang terdiam:
“Peran ayah hilang, tapi hidup harus terus berjalan.”
Kalimat tersebut menjadi gambaran betapa dalamnya pemahaman Salman terhadap kehilangan yang ia alami. Meski masih kecil, ia berusaha menerima kenyataan hidup dan tetap melangkah dengan penuh harapan.
Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Beri Dukungan
Kisah Salman dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai berbagai respons positif dari warganet. Banyak yang merasa tersentuh sekaligus kagum dengan keteguhan hati bocah tersebut.
Sejumlah komentar pun membanjiri unggahan videonya:
- “Setiap langkah perjalanan kamu, semoga hal baik selalu bersama mu,” tulis akun @adr***
- “Hii Salmaaann!! makasiii ya uda bertahan dan bantu ibu… kamu keren banget adik!” tulis akun @ipe***
- “Kita mungkin tidak saling kenal, tapi terima kasih sudah mau bertahan dan berusaha. Semoga kamu sukses dan selalu dalam lindungan Allah,” tulis akun @piw***
Respons publik tersebut menunjukkan betapa besar empati yang muncul dari kisah sederhana namun penuh makna ini.
Inspirasi dari Anak Kecil yang Tumbuh dengan Keteguhan
Kisah Salman bukan hanya tentang perjuangan ekonomi, tetapi juga tentang nilai ketulusan, bakti kepada orang tua, dan keteguhan menghadapi hidup.
Di usia 9 tahun, ia sudah memikirkan hal yang bahkan tidak semua orang dewasa mampu lakukan: mendoakan dan berusaha menghadiahkan kurban untuk almarhum ayahnya.
Di balik kesederhanaannya, Salman telah menjadi simbol harapan bahwa kebaikan dan keteguhan hati bisa lahir dari mana saja, bahkan dari seorang anak kecil yang hidup dalam keterbatasan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










