bukamata.id – Jagat media sosial X (dahulu Twitter) mendadak gempar setelah sebuah unggahan mengungkap perilaku tidak profesional salah satu oknum pegawai penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ujungberung, Kota Bandung. Oknum tersebut kedapatan melakukan siaran langsung di TikTok sambil merokok di lingkungan kerja.
Kritik tajam mengalir deras dari warganet setelah akun @menuembegejelek membagikan bukti tangkapan layar aksi tersebut pada Selasa (5/5/2026). Dalam foto yang beredar, tampak seorang wanita berseragam sedang asyik menghisap rokok di depan kamera saat jam operasional berlangsung.
Standar Higienitas Dipertanyakan
Insiden yang diduga terjadi di unit operasional Pasirwangi 001, Ujungberung ini memicu kekhawatiran publik mengenai kebersihan makanan yang diproduksi. Mengingat program MBG adalah agenda krusial pemerintah untuk anak sekolah, standar etika pegawai pun menjadi sorotan.
“Salah seorang pegawai kubangan lumpur (espepege) Pasirwangi 001, Ujungberung, melakukan live stream via TikTok sembari petantang-petenteng dan merokok,” tulis akun @menuembegejelek dalam takarir unggahannya yang viral.
Tak main-main, pemilik akun tersebut bahkan menantang pihak pengelola jika merasa dirugikan oleh unggahan tersebut. “Jika pihak espepege menganggap ini adalah pencemaran nama baik, kami tantang pihak espepege untuk membuat laporan kepolisian,” tegas akun tersebut.
Klarifikasi Manajemen: Lokasi di Luar Dapur
Merespons kegaduhan tersebut, pihak SPPG Pasirwangi Ujungberung langsung memberikan klarifikasi resmi. Manajemen berusaha meredam keresahan orang tua siswa dengan menjamin bahwa proses pengolahan makanan tetap aman dan tidak terkontaminasi.
Pihak pengelola berdalih bahwa aksi merokok tersebut dilakukan di area terbuka, bukan di ruang produksi utama. “Kami pastikan tidak ada Hygiene Sanitation (yang terganggu) pada saat kejadian, karena tempat kejadian berada di halaman luar dapur,” tulis pernyataan resmi dari SPPG Pasirwangi.
Sanksi Tegas dan Pengunduran Diri
Meski mengeklaim proses sanitasi tidak terganggu, manajemen tetap menyayangkan perilaku tidak etis oknum admin tersebut. Sebagai konsekuensi dari tindakan yang mencoreng nama baik instansi, oknum yang bersangkutan dilaporkan telah meninggalkan posisinya.
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa pegawai viral tersebut telah resmi berhenti bekerja setelah mengajukan pengunduran diri secara sukarela. Ke depan, SPPG Pasirwangi berkomitmen untuk melakukan pembenahan internal dan memperketat kedisiplinan tim agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










