bukamata.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa rangkaian kirab budaya Mahkota Binokasih dalam rangka Hari Jadi Tatar Sunda sama sekali tidak menyedot dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Herman menjelaskan bahwa kesuksesan acara ini murni hasil kolaborasi dan partisipasi aktif berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya Sunda.
Pola Partisipasi Langsung
Berbeda dengan skema proyek pemerintah pada umumnya, dukungan yang diberikan oleh para tokoh masyarakat dan pegiat seni tidak dikumpulkan dalam bentuk uang tunai, melainkan bantuan operasional langsung.
“Kami tidak mengumpulkan pendanaan. Polanya adalah tanggung jawab langsung. Misalnya, ada tokoh yang menyumbang sound system, ada yang mendatangkan tim musik, hingga akomodasi tim tarian,” ujar Herman saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Rabu (6/5/2026).
Sukses di Sumedang dan Garut
Model “gotong royong” ini sudah terbukti berjalan lancar saat iring-iringan mahkota melintasi Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Herman menyebut banyak sanggar kesenian yang tampil secara sukarela demi menyemarakkan momen bersejarah tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri memposisikan diri sebagai fasilitator dan manajer penyelenggaraan untuk memastikan alur acara tetap tertib.
Menuju Puncak Acara di Bandung
Sinergi serupa diprediksi akan semakin kuat saat kirab mencapai puncaknya di Kota Bandung pada 18 Mei 2026 mendatang.
“Banyak tokoh Jawa Barat yang sangat peduli dengan seni budaya tanpa berhitung untung rugi. Semangat ini yang kami lihat akan terus berlanjut hingga puncak acara di Bandung nanti,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










