Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Jumat, 2 Oktober 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Diwarnai Kericuhan Petasan, Ini Poin-poin Tuntutan Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD Jabar

By Mulki AlbarSenin, 15 Juni 2026 19:06 WIB3 Mins Read
Aparat menjaga keamaan pasca demo mahasiswa di DPRD Jabar. (Foto: bukamata.id/Mulki Albar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat berakhir dengan ketegangan. Situasi yang semula kondusif mendadak berubah riuh akibat adanya provokasi ledakan di tengah proses pembubaran massa.

Peristiwa tersebut bermula ketika jarum jam menunjukkan pukul 17.30 WIB. Setelah merampungkan agenda orasi politiknya, para peserta aksi mulai merapatkan barisan untuk meninggalkan lokasi secara tertib. Namun di sela-sela proses evakuasi tersebut, rentetan petasan mendadak dilemparkan oleh oknum tidak bertanggung jawab ke arah dalam kompleks parlemen Jabar.

Tak hanya petasan, botol-botol bekas pun melayang menyasar barisan aparat kepolisian yang sedang mengawal jalannya aksi. Suara letupan yang keras sontak memicu kepanikan, membuat kerumunan mahasiswa kocar-kacir menyelamatkan diri ke berbagai arah.

Di tengah situasi yang sempat chaos tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat menstabilkan keadaan dan menenangkan massa yang panik melalui pengeras suara.

“Tenang-tenang. Jangan lari, tetap tenang dan silakan membubarkan diri,” ujar salah seorang petugas polisi menggunakan pengeras suara.

Meskipun sebagian besar elemen mahasiswa kini telah berhasil membubarkan diri dari kawasan Jalan Diponegoro, sisa-sisa suara ledakan petasan masih terdengar sesekali di sekitar lokasi. Sejumlah personel kepolisian pun tampak tetap disiagakan dengan atribut lengkap guna mengantisipasi adanya potensi gesekan susulan.

Gugat Program Makan Bergizi Gratis Hingga Isu Kembalinya Orde Baru

Aksi turun ke jalan yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa di Bandung ini merupakan akumulasi kekecewaan terhadap arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat saat ini.

Salah satu perwakilan massa, Abdurrahman Muhammad Abdul Malik, mengungkapkan bahwa gerakan ini murni lahir dari keresahan kolektif masyarakat atas jalannya roda pemerintahan yang dianggap mulai keluar jalur.

“Kami dari berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa yang menginisiasi gerakan ini. Aksi ini bukan semata-mata gerakan mahasiswa, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap ketidakadilan dan tindakan yang kami nilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan pemerintah saat ini,” kata Abdul saat ditemui di lokasi demo.

Dalam tuntutannya, para demonstran secara spesifik mendesak agar sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera dihentikan.

Beberapa poin krusial yang dituntut oleh mereka antara lain:

  • Pembatalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Penghentian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Efisiensi anggaran negara dengan memangkas pengeluaran untuk agenda kunjungan kerja ke luar negeri.

Menurut analisis para mahasiswa, intensitas perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dinilai jauh lebih tinggi dan boros anggaran jika dikomparasikan dengan era kepemimpinan nasional sebelumnya.

Tidak berhenti di sektor ekonomi dan pangan, aliansi mahasiswa juga mengendus adanya sinyal bahaya bagi masa depan demokrasi Indonesia. Mereka mencium adanya indikasi penguatan kembali peran aparat bersenjata dalam ranah sipil.

“Kami menyoroti, apa yang kami nilai sebagai gejala kembalinya praktik-praktik Orde Baru. Kami melihat adanya penguatan dwifungsi TNI dan Polri,” ujarnya.

Sinyal mundurnya demokrasi ini, menurut Abdul, terlihat jelas dari langkah politik di parlemen yang terkesan dipaksakan dan mengabaikan suara publik.

“Hal tersebut kami kaitkan dengan pengesahan revisi Undang-Undang TNI, serta regulasi terkait Polri yang dinilai tidak lahir dari aspirasi masyarakat Indonesia secara luas,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan

Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.