Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Bandung Barat Tandu Pasien Ratusan Meter ke Ambulans, Akses Jalan Sempit Jadi Sorotan

By SusanaSenin, 15 Juni 2026 20:22 WIB3 Mins Read
Warga Kampung Cipicung, Bandung Barat, terpaksa menandu seorang pasien sakit sejauh ratusan meter menuju ambulans karena akses jalan sempit tidak bisa dilalui kendaraan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam video tersebut, warga terpaksa menandu seorang pasien sakit menggunakan bambu dan tali tambang karena ambulans tidak dapat menjangkau lokasi permukiman.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Cipicung, RT 01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (14/6/2026), dan kemudian viral setelah diunggah ke media sosial.

Pasien Ditandu Ratusan Meter Menuju Ambulans

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah warga terlihat bergotong royong menggotong seorang pasien perempuan di atas kasur lipat yang diikat menggunakan bambu dan tali tambang. Mereka berjalan melewati gang sempit dengan kondisi jalan tanah dan berbatu.

Warga lainnya tampak ikut membantu dengan memayungi pasien agar terlindung dari hujan maupun terik matahari selama proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga:  Raffi Ahmad-Nagita Slavina Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua

Pasien tersebut diketahui bernama Rina Fitri Yulianti (39) yang saat itu harus segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi darurat.

Ambulans Tidak Bisa Masuk ke Lokasi

Ketua RW 03 Kampung Cipicung, Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pasien terpaksa ditandu karena akses jalan menuju permukiman tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans.

“Benar peristiwanya kemarin pagi ada warga saya yang sakit terpaksa digotong sampai ke lokasi ambulans untuk menuju rumah sakit karena kondisinya kritis,” ujar Setiawan, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, jarak yang harus ditempuh warga untuk membawa pasien ke titik ambulans mencapai lebih dari 500 meter.

“Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans karena memang tidak bisa diakses kendaraan,” tambahnya.

Baca Juga:  Coretan Dinding Ibu-Anak di KBB Sebelum Jadi Kerangka: Minta Mantan Suami Tak Sakiti Wanita Lain

Kondisi Medis Pasien dan Situasi Darurat

Menurut keterangan warga, pasien sebelumnya baru menjalani operasi dan dijadwalkan kontrol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun kondisi luka yang kembali bermasalah membuat pasien harus segera dirujuk lebih cepat ke rumah sakit.

“Harusnya Rabu besok kontrol, tapi karena jahitannya kebuka lagi jadi kemarin pagi dibawa lagi ke rumah sakit,” jelas Setiawan.

Untuk mencapai ambulans yang terparkir di sekitar Stasiun Sasaksaat, warga harus melewati jalur sempit yang berada di samping rel kereta api.

Bukan Kejadian Pertama di Wilayah Tersebut

Setiawan mengungkapkan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di Kampung Cipicung. Keterbatasan akses jalan membuat warga sering menghadapi situasi darurat yang sama, termasuk pada kasus ibu melahirkan.

Baca Juga:  Siswi SMK Kesehatan di Bandung Barat Dibully Teman Kelas hingga Meninggal

“Ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga sering. Kalau kondisi darurat seperti melahirkan, ambulans tidak bisa masuk, jadi harus ditandu,” ungkapnya.

Warga Sudah Ajukan Perbaikan Jalan

Pihak warga mengaku telah berulang kali mengusulkan pembukaan akses jalan agar kendaraan roda empat, termasuk ambulans, dapat masuk hingga ke permukiman. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.

“Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi,” kata Setiawan.

Sorotan Infrastruktur dan Harapan Warga

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, khususnya akses jalan yang menjadi kebutuhan vital dalam kondisi darurat kesehatan.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.