Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Jumat, 18 September 2026 17:22 WIB

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Jumat, 18 September 2026 17:21 WIB

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Jumat, 18 September 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak
  • 8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ
  • Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon
  • Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Masih Pakai Pampers? Bocah 4 Tahun Ini Taklukkan 7 Puncak Gunung di Jawa Barat!

By Aga GustianaRabu, 29 April 2026 14:17 WIB4 Mins Read
Nazwan Fajar Althaf. (Foto: TikTok)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di saat anak-anak seusianya mungkin masih asyik bermain dengan gawai atau mobil-mobilan di teras rumah, Nazwan Fajar Althaf sudah akrab dengan aroma tanah basah, pekatnya kabut, dan tantangan jalur pendakian yang licin. Bocah laki-laki asal Bandung yang baru menginjak usia 4 tahun 5 bulan ini mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah aksi heroiknya mendaki berbagai puncak gunung viral di media sosial.

Melalui akun TikTok pribadinya, @nazwanfajaralthaf, Nazwan memperlihatkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menyatu dengan alam. Dengan mengenakan jaket outdoor, sepatu bot kecil, dan tongkat pendaki (trekking pole) yang hampir setinggi tubuhnya, ia tampak tangguh melintasi akar-akar pohon dan tanjakan terjal.

Mengenal Sosok Nazwan: Siapa dan Kapan Ia Memulai?

Nazwan adalah representasi dari generasi baru yang dididik untuk mencintai alam sejak dini. Ketangguhannya bukan datang tiba-tiba. Ia memulai debut pendakian pertamanya tepat saat menginjak usia 4 tahun. Sejak saat itu, kaki-kaki kecilnya seolah tidak bisa berhenti melangkah menuju tempat-tempat yang lebih tinggi.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, daftar “penaklukan” Nazwan sudah sangat mengesankan untuk ukuran balita. Ia tercatat telah berhasil mencapai puncak beberapa gunung di Jawa Barat, di antaranya:

  • Gunung Manglayang (1.818 MDPL)
  • Gunung Jambu
  • Gunung Cangar
  • Gunung Sangar
  • Gunung Geulis
  • Gunung Kerenceng
  • Gunung Kareumbi
Baca Juga:  Bojan Hodak Sebut PSIS Semarang Tim Kuat, Persib Bandung Harus Waspada

Mengapa Mendaki? Filosofi di Balik Langkah Nazwan

Bagi orang tua Nazwan, mengajak buah hati ke gunung bukan sekadar untuk konten atau ajang pamer kekuatan. Ada nilai-nilai kehidupan yang ingin ditanamkan sejak dini: kemandirian, ketangguhan mental, dan cara menghargai proses.

Dunia pendakian mengajarkan Nazwan bahwa untuk melihat pemandangan yang indah (puncak), ada keringat yang harus dikucurkan dan rasa lelah yang harus dilawan. Hal ini tercermin dalam salah satu video unggahannya di mana Nazwan tetap ceria meski jalur pendakian di Gunung Manglayang saat itu sangat berlumpur dan licin akibat hujan. Ia jatuh bangun, bajunya kotor terkena tanah, namun tawanya tetap pecah di tengah rimbunnya hutan.

Bagaimana Nazwan Melakukannya?

Pendakian dengan balita tentu memerlukan persiapan yang jauh lebih ekstra dibandingkan pendakian dewasa. Keamanan adalah prioritas utama. Dalam setiap perjalanannya, Nazwan selalu didampingi oleh orang tua dan tim yang memastikan kebutuhan nutrisi, kehangatan tubuh, serta keamanan jalurnya terjaga.

Penggunaan alat pendukung seperti sepatu dengan grip yang kuat dan pakaian yang mampu menahan suhu dingin menjadi kunci mengapa Nazwan tetap bisa bergerak lincah. Video-videonya menunjukkan bagaimana ia belajar menempatkan kaki di sela-sela akar pohon dan menggunakan trekking pole untuk menjaga keseimbangan—sebuah keterampilan motorik kasar yang luar biasa bagi anak seusianya.

Baca Juga:  Gervane Kastaneer Ungkap Kendala Adaptasi Tinggal di Indonesia

Di Mana Lokasi Favoritnya?

Sebagai anak Bandung, Nazwan banyak menghabiskan waktu di gunung-gunung sekitar Bandung Raya dan Sumedang. Gunung Manglayang menjadi salah satu saksi bisu ketangguhannya. Gunung yang dikenal memiliki jalur “Prasasti” dengan kemiringan yang cukup ekstrem ini berhasil ia lalui dengan penuh semangat. Selain itu, Gunung Kerenceng dan Kareumbi yang memiliki karakter hutan tropis yang rapat juga sudah dicicipinya.

Sorotan Netizen: Antara Kagum dan Haru

Aksi Nazwan memicu beragam reaksi dari netizen. Kolom komentarnya dipenuhi dengan ribuan tanggapan yang mencerminkan kekaguman sekaligus refleksi diri.

Salah seorang netizen mengungkapkan rasa irinya yang positif, “Hebat banget adek masih kecil tapi udah naik gunung, kakak sekarang udah otw 20 masih enggak dibolehin naik gunung,” tulisnya. Komentar ini menunjukkan betapa beruntungnya Nazwan memiliki lingkungan yang mendukung minatnya di alam terbuka.

Ada pula yang langsung memberikan tantangan baru bagi si pendaki cilik ini. “Adeekk kereeeenn bangeeettt, ayoookkk kita ke Merbabu,” ajak seorang netizen yang terkesima dengan stamina Nazwan.

Namun, tidak semua komentar bernada keceriaan. Ada pesan mendalam tentang pola asuh yang disampaikan oleh netizen lain: “Nak, dunia terlalu keras untuk kaum lemah. Kamu beruntung mendapatkan ortu yang mengajarkan bahwa apa yang kamu tanjak saat ini akan berharga untuk masa depanmu.”

Bahkan, kisah Nazwan juga menjadi pelipur lara sekaligus pengingat akan mimpi yang tertunda bagi sebagian orang. Seorang ibu berkomentar haru, “Awal nikah mimpi aku sama suami kalau udah punya anak mau naik gunung bareng. Alhamdulillah anak aku perempuan sekarang usianya 3 tahun, dia anak yang ceria dan kuat. Tapi sayang rumah tangga kami kandas sebelum kami pergi ke gunung bersama.”

Penutup: Pesan dari Puncak Gunung

Kisah Nazwan Fajar Althaf adalah pengingat bagi kita semua bahwa batasan seringkali hanya ada di pikiran. Melalui dukungan orang tua yang tepat, seorang anak bisa belajar banyak hal dari alam yang tidak diajarkan di dalam kelas.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Tempat Bukber Paling Hits di Bandung

Nazwan bukan sekadar “pendaki cilik”. Ia adalah simbol keberanian. Langkah-langkah kecilnya di jalur berlumpur Manglayang atau Kerenceng adalah investasi karakter. Kelak, ketika ia dewasa dan menghadapi “gunung-gunung” kehidupan yang lebih besar, Nazwan sudah tahu caranya berdiri tegak, mengatur napas, dan terus melangkah hingga ke puncak.

Tetap semangat, Nazwan! Sampai jumpa di puncak-puncak selanjutnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan

Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.