Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal & Link Streaming Persib vs Sabah FC Malam Ini: Ujian Perdana Maung Bandung di Bali

Sabtu, 15 Agustus 2026 10:07 WIB

Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!

Sabtu, 15 Agustus 2026 09:14 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal & Link Streaming Persib vs Sabah FC Malam Ini: Ujian Perdana Maung Bandung di Bali
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026
  • NIK Tidak Terdaftar PKH Agustus 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Persib Hadapi Sabah FC, 14 Pemain Tak Bisa Main! Ini Strategi Igor Tolic
  • BPNT Rp600 Ribu Belum Masuk Agustus 2026? Cek 6 Penyebabnya di Sini
  • Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 15 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata Spesial dan Voucher Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui

By Aga GustianaSabtu, 13 Juni 2026 20:06 WIB4 Mins Read
Pria berpakaian adat Jawa sedang tirakatan di malam 1 Suro, diiringi kirab pusaka dan barisan lilin, dengan latar gapura keraton.
Foto ini menggambarkan suasana khidmat malam 1 Suro di Jawa. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap kali gerbang pergantian tahun Islam mendekat, dua istilah besar selalu berdengung di tengah masyarakat, khususnya di tanah Jawa: Malam 1 Suro dan 1 Muharram. Karena jatuhnya hampir selalu bersamaan, tidak sedikit orang yang menganggap keduanya adalah entitas yang persis sama.

Padahal, jika dikupas lebih dalam, fenomena ini menyimpan lembaran sejarah spiritual dan akulturasi budaya yang sangat kontras. Yang satu berakar pada syariat global, sementara yang lain tumbuh dari kearifan lokal.

Bagaimana sebenarnya benang merah dan garis pemisah di antara keduanya? Mari kita bedah satu per satu.

Menyelami Hakikat 1 Muharram

Dalam konstelasi dunia Islam, 1 Muharram merupakan penanda fajar baru karena merupakan hari pertama pada kalender Hijriah. Keberadaannya diakui secara global oleh seluruh muslim di berbagai belahan bumi sebagai tonggak pergantian tahun.

  • Asal-usul Sejarah: Fondasi penanggalan ini dipancangkan pada era kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab RA. Titik mulanya sengaja mengambil momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah—sebuah peristiwa besar yang mengubah peta peradaban Islam.
  • Status Spiritual: Istimewanya, Muharram masuk dalam daftar empat bulan suci (asyhurul hurum) yang kedudukannya dimuliakan langsung oleh Allah SWT. Pada fase ini, atmosfer ibadah sangat kental di mana umat Islam diimbau mempertebal pahala lewat puasa, zikir, dan sedekah.

Mengenal Mistisisme Malam 1 Suro

Berbeda dengan skala global Muharram, Malam 1 Suro merupakan hajatan kultural yang menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.

Bagi masyarakat kejawen, Suro bukan sekadar angka di kalender, melainkan momen yang sarat akan kesakralan dan daya magis-spiritual. Maka jangan heran jika malam ini selalu disambut dengan rangkaian ritus komunal yang eksotis, seperti:

  • Kirab pusaka keraton.
  • Tirakatan (tidak tidur semalam suntuk untuk merenung).
  • Ritual memandikan benda pusaka (jamasan).
  • Ziarah ke petilasan para leluhur.

Uniknya, penghitungan jam dimulainya Malam 1 Suro mengadopsi konsep perputaran bumi kelender Islam, yakni tepat saat matahari tenggelam di ufuk barat (waktu Magrib).

Mengapa Tanggalnya Bisa Selalu Kompak?

Meskipun secara filosofi berbeda, secara kalender 1 Suro dan 1 Muharram hampir selalu jatuh di hari yang sama. Rahasianya ada pada kebijakan politik-budaya masa lalu.

Kalender Jawa yang kita kenal hari ini adalah mahakarya akulturasi yang digagas oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, penguasa takhta Kesultanan Mataram Islam pada tahun 1633 Masehi. Sang raja melakukan reformasi besar dengan memadukan kalender Saka (berbasis matahari) dengan kalender Hijriah (berbasis bulan).

Sultan Agung tetap mempertahankan angka tahun Saka agar tidak membingungkan rakyat, namun mekanisme perputaran bulannya diubah total mengikuti pergerakan bulan (komariah) khas Hijriah. Dampak dari asimilasi jenius ini, awal bulan Suro otomatis mengunci posisi awal bulan Muharram.

Tiga Perbedaan Kontras: Suro vs Muharram

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah komparasi mendasar yang memisahkan keduanya:

Indikator1 MuharramMalam 1 Suro
Akar SistemKalender Hijriah internasional (Murni Islam).Penanggalan Jawa (Hasil asimilasi Saka-Hijriah).
Inti KegiatanFokus pada ibadah mahdah, doa awal tahun, dan refleksi teologis.Dominan upacara adat, ritus budaya, dan penghormatan leluhur.
Esensi JiwaPengagungan bulan suci yang dijanjikan pahala berlipat ganda.Penyucian diri (ruwatan) dan menjaga keselarasan kosmos bumi.

Mengikis Mitos: Benarkah Suro Bulan Sial?

Hingga detik ini, gumpalan mitos masih menyelimuti bulan Suro. Ada dogma tak tertulis di sebagian kalangan masyarakat yang pantang menggelar pernikahan, mendirikan rumah, atau melakukan perjalanan jauh karena takut tertimpa tulah atau kesialan.

Namun, dari kacamata syariat Islam, stigma negatif tersebut dipatahkan secara tegas. Para pemuka agama meluruskan bahwa tidak ada istilah “bulan pembawa sial” dalam Islam.

Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya, menjelaskan bahwa Muharram justru merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT, bukan bulan yang membawa kesialan. Menurutnya, mempercayai adanya bulan sial termasuk bentuk prasangka buruk kepada Allah SWT. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan memanfaatkan bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Rangkaian Amalan Utama di Bulan Muharram

Alih-alih memelihara ketakutan tak berdasar, umat muslim justru difasilitasi dengan ladang pahala yang melimpah selama bulan ini. Beberapa aktivitas religius yang sangat direkomendasikan antara lain:

  1. Menunaikan puasa sunnah (terutama Puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram).
  2. Mengintensifkan interaksi dengan Al-Qur’an.
  3. Memperpanjang durasi zikir, istigfar, dan doa tobat.
  4. Menyalurkan santunan dan sedekah kepada anak yatim serta kaum dhuafa.
  5. Mempererat tali silaturahmi yang sempat merenggang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

1 muharram 1 suro kalender jawa Malam 1 Suro Tahun Baru Hijriah Tahun Baru Islam
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis Edisi Sabtu, 15 Agustus 2026: Intip Cara Aman Dapatkan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru 15 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata Spesial dan Voucher Gratis

Spesial Kemerdekaan, Naik Bandros di Bandung Cuma Bayar Rp8 Pakai QRIS

Bukan Sekadar HP! Honor Robot Phone Meluncur Mengusung Gimbal Mekanik Terkecil di Dunia

Buruan! 10 Promo Makan Murah HUT RI ke-81 di Bandung, Ada Buy 1 Get 1

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.