bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memangkas tarif bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) menjadi hanya Rp8 selama dua hari untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tarif khusus tersebut berlaku pada 16 dan 17 Agustus 2026. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari program digitalisasi pembayaran melalui QRIS.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan tarif Rp8 dipilih setelah Pemkot Bandung mempertimbangkan filosofi angka kemerdekaan Indonesia.
“Kita kembali kepada filosofi. Kalau kita kan merdeka tanggal 17 bulan 8 tahun 45. Arahan Pak Wali ke saya kira-kira yang paling murah katanya berapa? ‘8, Pak.’ Ya sudah, Rp8 saja,” kata Rasdian, Jumat (14/8/2026).
Dari Rp81 Jadi Rp8
Sebelumnya, Pemkot Bandung bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat berencana memberikan tarif khusus Bandros sebesar Rp81. Pembayaran dirancang menggunakan QRIS dalam rangka mendorong penggunaan transaksi digital.
Namun, tarif tersebut kemudian kembali dipangkas menjadi Rp8.
Menurut Rasdian, nominal tersebut sekaligus menjadi cara untuk membiasakan masyarakat menggunakan pembayaran non-tunai.
“Jadi itu, kita mungkin yang paling murah. Jadi pembayarannya dari Rp81 menjadi Rp8. Intinya di situ bagaimana masyarakat supaya membiasakan pembayaran secara non tunai,” ujarnya.
Ia mengatakan pembayaran melalui QRIS menjadi pilihan karena nominal Rp8 maupun Rp81 tidak tersedia dalam pecahan uang tunai.
“Kalau secara tunai kan mana ada uang Rp8 atau Rp81. Jadi membiasakan masyarakat untuk membayar secara digitalisasi, dengan menggunakan QRIS itu,” jelasnya.
Jadwal Bandros Selama Program Tarif Rp8
Program tarif khusus tersebut berlaku selama dua hari dengan pengaturan operasional berbeda.
Pada Minggu (16/8/2026), Bandros beroperasi di Alun-Alun dan Diponegoro pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Setelah itu, layanan dilanjutkan di Braga mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.
Sementara pada Senin (17/8/2026), Bandros kembali beroperasi di Alun-Alun dan Diponegoro pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pada hari tersebut, tidak ada operasional Bandros di Braga.
Sebanyak 12 unit Bandros disiapkan untuk mendukung program tersebut.
Peminat Diprediksi Membeludak
Dishub Kota Bandung memperkirakan program tarif Rp8 dapat menarik lebih dari 2.000 pengguna. Jumlah tersebut berpotensi meningkat karena tarif yang diberlakukan jauh lebih murah dari tarif normal.
“Estimasi itu di atas 2.000 orang. Apalagi dengan sekarang lebih murah lagi, Rp8 pasti lebih banyak lagi peminatnya,” kata Rasdian.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, seluruh armada Bandros akan dikerahkan. Penempatan armada nantinya disesuaikan dengan kondisi dan jumlah calon penumpang di masing-masing titik.
“Semua dikerahkan. Jadi ada 12 unit. Bisa dikerahkan nanti di Alun-Alun, mana kita lihat potensi yang lebih banyak kita arahkan di situ,” ungkapnya.
Dishub juga menyiapkan petugas di sejumlah titik untuk mengatur antrean dan mengantisipasi kepadatan penumpang.
Selain itu, petugas atau pramuwisata Bandros akan membantu masyarakat yang belum terbiasa menggunakan QRIS, termasuk memberikan arahan mengenai tata cara pembayaran.
“Iya, kita arahkan. Cara pembayarannya juga dibantu. Makanya sudah ada edukasi kepada guide atau pramuwisata,” pungkas Rasdian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










