Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penataan Gedung Sate Picu Kebingungan: Pemprov Jabar Dinilai Labil Soal Penutupan Jalan Diponegoro

By Putra JuangRabu, 29 April 2026 14:12 WIB2 Mins Read
Spanduk penutupan Jalan Diponegoro. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terkait rencana penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung, menuai tanda tanya.

Muncul kesan kurangnya koordinasi internal setelah pernyataan resmi pejabat berwenang tampak bertolak belakang dengan fakta fisik yang ditemukan di lapangan.

Bantahan yang Terganjal Spanduk

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jabar, Sekarwati sempat menegaskan bahwa tidak ada penutupan jalan pada hari ini, Rabu (29/4/2026).

Dirinya bahkan melabeli informasi penutupan tersebut sebagai berita yang tidak benar.

“Hari ini tidak ada penutupan Jalan Diponegoro,” ucap Sekarwati dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:  Efisiensi Revitalisasi Gedung Sate-Gasibu: Jalan Diponegoro Ditutup, DPRD Haramkan Bangunan Baru

Namun, pernyataan tersebut seolah ditampar oleh keberadaan spanduk pengumuman yang sudah terpasang gagah di depan Gedung DPRD Jabar.

Spanduk itu dengan jelas menuliskan rencana penutupan sementara Jalan Diponegoro akibat proyek Plaza Area Depan Gedung Sate – Gasibu.

Sinyal Keraguan: Lakban di Atas Tanggal

Ketidaksiapan Pemprov Jabar makin terlihat pada detail fisik spanduk tersebut. Meski tertulis jadwal penutupan dimulai 30 April 2026 hingga 7 Agustus 2026, angka “30” pada spanduk itu kini ditutupi lakban putih secara mendadak.

Upaya “revisi manual” ini memicu spekulasi bahwa Pemprov Jabar tengah bimbang atau belum mencapai kesepakatan internal mengenai kapan rekayasa lalu lintas benar-benar dimulai, meski sarana sosialisasi sudah telanjur dipasang di ruang publik.

Baca Juga:  Lima Tahun Dipingpong, Penanganan Pohon Mahoni di Jalan Kolonel Masturi Disorot DPRD Jabar

Dalih Sosialisasi di Tengah Kesimpangsiuran

Sekarwati mengakui adanya rencana rekayasa lalu lintas sebagai bagian dari proyek perluasan halaman Gedung Sate. Namun, ia berkilah bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap persiapan.

“Memang tengah ada penataan halaman Gedung Sate, termasuk rekayasa lalu lintas Jalan Diponegoro. Namun untuk jalan masih dalam tahap persiapan dan akan disosialisasikan terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga:  Diskominfo Jabar Diduga Sebarkan Foto Tanpa Izin, Neni Nur Hayati Jadi Sasaran Serangan Digital

Sikap Pemprov yang satu sisi sudah memasang spanduk (bahkan sempat mencantumkan tanggal spesifik), namun di sisi lain membantah adanya penutupan jalan, menunjukkan pola komunikasi yang belum solid.

Masyarakat kini dihadapkan pada ketidakpastian, apakah harus bersiap mencari jalur alternatif besok, atau tetap memegang pernyataan lisan pemerintah yang menyatakan kondisi masih normal.

Hingga berita ini diturunkan, simpang siur antara instruksi di atas kertas (spanduk) dan pernyataan lisan pejabat menunjukkan bahwa penataan kawasan ikonik Jabar ini belum diawali dengan koordinasi yang matang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung Gedung Sate Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.