bukamata.id – Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan bahaya fitnah meskipun sudah ada permintaan maaf.
Menurutnya, meski seseorang sudah meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, itu belum menyelesaikan masalah secara keseluruhan. Hal ini karena fitnah menyangkut kehormatan seseorang dan memerlukan klarifikasi kepada banyak pihak.
“Tidak menjadi aib bagi seseorang untuk datang dan meminta maaf. Bahkan, itu justru akan mengangkat izzahnya di hadapan Allah SWT,” ujarnya, dikutip dari YouTube Short @samediaa01, Rabu (1/1/2025).
“Dan bisa jadi, itu malah akan menyatukan kebaikan yang lebih besar dari yang pernah terjalin sebelumnya,” tambahnya.
UAH menegaskan bahwa meskipun masalah dengan orang yang difitnah dapat selesai dengan permintaan maaf, masalah dengan pihak lain yang sudah terlanjur mempercayai hoaks tersebut tidaklah mudah. Klarifikasi kepada orang-orang yang sudah terlanjur termakan fitnah memang membutuhkan usaha lebih.
“Kadang-kadang, meskipun kita berhati-hati, dosa-dosa yang berkaitan dengan fitnah, tuduhan, dan penyebaran hoaks sangat berbahaya. Ketika masalah dengan seseorang sudah selesai, mengklarifikasi kepada banyak orang yang sudah mempercayainya tentu tidak mudah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa memperbaiki dosa akibat fitnah, yang bersumber dari penyakit hati, jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengobati penyakit fisik.
“Jika seseorang pernah menyebarkan hoaks atau fitnah tentang orang lain, meskipun sudah meminta maaf, tetap ada kewajiban untuk mengklarifikasi kepada banyak orang. Ini bukan hal yang mudah dilakukan dan tanggung jawabnya sangat berat,” tegas UAH.
“Karena itu, hindarilah dosa-dosa semacam ini,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








