bukamata.id – Komunitas Freerunners Bandung akhirnya memberikan tanggapan resmi melalui unggahan video di media sosial, merespons insiden pembagian bir yang terjadi dalam ajang Pocari Sweat Run Indonesia 2025 yang berlangsung di Kota Bandung pada 19–20 Juli 2025.
Kejadian ini mencuat ke permukaan setelah sebuah video menjadi viral dan menuai reaksi keras dari warganet. Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah peserta lomba lari menerima bir di salah satu zona penyemangat (cheering zone) yang ternyata dikelola oleh komunitas Freerunners Bandung.
Aksi tersebut memicu kontroversi, terutama karena bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010, yang mengatur tentang pelarangan serta pengendalian minuman beralkohol. Banyak pihak menilai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan norma yang berlaku di masyarakat.
Menanggapi hal ini, pihak Freerunners Bandung melalui akun Instagram resmi mereka, @freerunners_bdg yang dikutip Kamis (24/7/2025), menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Dalam video klarifikasi tersebut, perwakilan komunitas menjelaskan bahwa tindakan itu merupakan keputusan yang diambil secara mandiri.
“Kami mengaku bahwa kegiatan bagi-bagikan minuman beralkohol di event Pocari Run 2025 adalah inisiatif kami sendiri tanpa izin, tanpa sepengetahuan dan juga tidak diketahui oleh pihak penyelenggara dan kami melakukannya atas inisiatif kami sendiri,” ujar Ruben, mewakili Pace & Place.
Sementara itu, Aji, yang menjabat sebagai kapten Freerunners Bandung, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Kami memohon maaf khususnya kepada warga Bandung dan seluruh masyarakat Indonesia yang dirugikan atas aksi kami di cheering zone Pocari Sweat Run Indonesia 2025,” ucapnya.
Ruben turut menambahkan bahwa pihaknya juga merasa bersalah kepada penyelenggara acara.
“Kami juga memohon maaf kepada pihak penyelenggara karena sudah menyebabkan kerugian dan juga menyebabkan kegaduhan,” tambahnya.
Aji pun menutup pernyataan dengan komitmen penuh untuk tidak mengulangi peristiwa serupa.
“Kami akan bertanggung jawab dan menerima semua konsekuensi atas apa yang kami lakukan. Kami menyesal dan tidak akan mengulangi kegiatan seperti ini lagi di event berikutnya,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










