Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

By SusanaMinggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB4 Mins Read
Ilustrasi Penyekapan. Foto: ChatGPT.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Viral di media sosial, misteri hilangnya seorang perempuan asal Kabupaten Bandung selama tiga tahun akhirnya terungkap dengan cara yang mengejutkan sekaligus memilukan.

YTR (29), yang sebelumnya dilaporkan menghilang sejak 2023, ditemukan dalam kondisi kritis dan mengalami luka berat di wajah setelah diduga menjadi korban penyekapan serta penganiayaan oleh kekasihnya sendiri.

Kasus ini menyita perhatian publik setelah korban ditemukan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisi korban yang sangat memprihatinkan membuat keluarga bahkan kesulitan mengenali wajahnya saat pertama kali ditemukan.

Hilang Tanpa Kabar Sejak 2023

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui menghilang sejak tahun 2023. Selama kurun waktu tersebut, pihak keluarga tidak mengetahui keberadaannya dan tidak pernah mendapat kabar pasti mengenai kondisi korban.

Harapan keluarga untuk menemukan korban akhirnya muncul pada Rabu, 10 Juni 2026. Saat itu, pihak keluarga menerima informasi dari RSHS Bandung mengenai seorang pasien yang identitasnya diduga cocok dengan data korban yang selama ini dicari.

Setelah dilakukan pengecekan, keluarga memastikan bahwa pasien tersebut adalah Yuvita yang telah hilang selama tiga tahun.

Ditemukan dalam Kondisi Kritis

Saat ditemukan, kondisi korban disebut sangat mengenaskan. Ia sempat tidak sadarkan diri dengan luka serius di bagian wajah dan kepala.

Baca Juga:  Bupati Bandung Dadang Supriatna Dianugerahi Gelar Bapaknya Anak Yatim dari Baznas

Keluarga menyebut struktur wajah korban mengalami kerusakan cukup parah sehingga membutuhkan tindakan operasi rekonstruksi.

“Sudah sadar, cuma masih sulit berbicara karena bagian mulut depan habis. Harus dioperasi karena struktur wajah hancur,” ungkap salah seorang anggota keluarga, dikutip dari akun Instagram @adalahkabupatenbandung.

Meski kini telah sadar, kemampuan komunikasi korban masih sangat terbatas akibat luka yang dialaminya.

Dugaan Penyekapan di Rumah Kost Cinunuk

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi yang diduga menjadi tempat penyekapan berada di sebuah rumah kost di kawasan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Korban diketahui dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kost setelah kondisinya memburuk.

Keterangan korban kepada keluarga mengungkap bahwa selama tiga tahun terakhir dirinya diduga terus berpindah-pindah tempat tinggal.

“Menurut korban, setiap tiga bulan sekali dia pindah kosan,” ujar keluarga.

Pola perpindahan tempat tinggal tersebut diduga dilakukan untuk menghindari keberadaan korban diketahui oleh pihak keluarga maupun orang lain.

Terungkap dari Kepanikan Terduga Pelaku

Kasus ini mulai terbongkar saat pria yang diduga merupakan pasangan korban meminta bantuan penjaga kost untuk membawa korban ke rumah sakit.

Kepada penjaga kost, pria tersebut mengaku bahwa korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi sekitar satu bulan sebelumnya.

Baca Juga:  Fakta Baru Ungkap Kemungkinan Pelaku Pelecehan Seksual di RSHS Bandung Lebih dari Satu

Namun sejumlah kejanggalan mulai terlihat ketika korban hendak dibawa ke fasilitas kesehatan.

Menurut saksi, wajah korban ditutupi masker, sementara tubuhnya dibalut jaket hoodie tebal sehingga kondisi sebenarnya tidak terlihat.

Penjaga kost yang merasa iba kemudian membantu mengantar korban ke RSUD Ujung Berung menggunakan transportasi daring.

Dokter Curiga Ada Penganiayaan Berat

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ujung Berung, kondisi korban membuat tenaga medis mulai mencurigai adanya tindak kekerasan.

Saat luka-luka di bagian wajah dan kepala dibersihkan, dokter menemukan cedera yang dinilai tidak sesuai dengan penjelasan bahwa korban hanya terjatuh di kamar mandi.

Karena kondisi korban cukup berat, pihak rumah sakit kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di RSHS, tim medis bersama ahli forensik mulai melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Korban Akhirnya Buka Suara

Di tengah proses perawatan, korban akhirnya mulai memberikan keterangan terkait apa yang dialaminya.

Menurut informasi yang beredar, korban bersedia menceritakan kejadian yang dialaminya dengan syarat didampingi anggota keluarganya.

Dari sinilah dugaan praktik penyekapan dan penganiayaan mulai mengemuka.

Keluarga menyebut terduga pelaku merupakan kekasih korban yang berasal dari wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Polisi Sudah Bertindak Sesuai Prosedur dalam Konflik Mafia Tanah di Kabupaten Bandung

Mereka juga menegaskan bahwa tidak pernah ada hubungan pernikahan antara korban dan pria tersebut, meskipun terduga pelaku disebut kerap mengaku kepada orang lain bahwa korban adalah istrinya.

Kondisi Kamar Kost Bikin Merinding

Fakta lain yang membuat publik terkejut adalah kondisi kamar kost yang diduga menjadi lokasi penyekapan.

Saksi mata yang melihat langsung lokasi menyebut ruangan tersebut mengeluarkan bau amis menyengat.

Selain itu ditemukan banyak tisu bekas darah yang berserakan di dalam kamar.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa korban telah mengalami kekerasan dalam waktu yang tidak singkat.

Polisi Diharapkan Segera Ungkap Kasus

Hingga saat ini, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap seluruh fakta yang terjadi selama korban dinyatakan hilang.

Sementara itu, keluarga fokus mendampingi proses pemulihan korban yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan pribadi dapat terjadi secara tersembunyi dalam waktu lama dan baru terungkap setelah kondisi korban berada pada titik yang sangat memprihatinkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Bandung RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.