bukamata.id – Kasus pengusiran Muhammad Imam Muslimin, warga RT 09/RW 09 Joyogran Kavling Depag, Malang, terus menjadi perhatian publik. Sosok yang akrab disapa Yai Mim itu diketahui diusir dari rumahnya sendiri sejak 7 September 2025, setelah adanya konflik dengan Nurul Sahara, seorang pemilik usaha rental mobil.
Pengusiran tersebut bahkan dilengkapi dengan surat bertajuk “Kesepakatan Warga RT 09/RW 09 Joyogran Kavling Depag” yang beredar luas di media sosial. Kasus ini semakin viral ketika Yai Mim dijadwalkan hadir di podcast Denny Sumargo.
Mediasi Mendadak Setelah Viral
Setelah hampir tiga pekan berlalu, Yai Mim akhirnya mendapat undangan mediasi pada 29 September 2025 di Kantor Kelurahan Merjosari. Hal ini terungkap dari unggahan kuasa hukum Yai Mim, Agustian Siagian, di akun Instagram @agustian_siagian pada 30 September 2025.
Dalam siaran pers yang ia bagikan, terdapat enam poin klarifikasi, salah satunya mengenai undangan mediasi tersebut.
“Bahwa pada hari Senin, 29 September 2025 kami menerima undangan mediasi secara mendadak pada 05.00 pagi dari pihak terkait, untuk hadir di Kantor Kelurahan Merjosari pada jam 15.00 WIB,” tulis Agustian.
Namun, Yai Mim tak dapat memenuhi panggilan itu karena masih berada di Jakarta usai hadir di podcast Denny Sumargo.
“Adapun kami tidak menghadiri undangan mediasi tersebut dikarenakan, kami masih berada di luar kota. Namun, kami tetap menghormati proses mediasi tersebut sebagai upaya untuk mencari solusi yang adil dan damai. Kami meminta proses mediasi dilakukan secara transparan, melibatkan semua pihak yang relevan, dan tidak memihak pada kelompok tertentu,” tegas Agustian.
Warganet Ikut Bersuara
Penjelasan dari kuasa hukum Yai Mim tersebut langsung menuai banyak komentar di media sosial.
Akun @aviwkila mempertanyakan: “Oh berarti bener ya undangan mediasinya baru datang saat Yai Mim udah di Jakarta, saat sudah kita angkat ke Densu, saat makin viral? Oh, gaak telat ya undangannya, kemarin pas rame-rame pada kemana ya orang-orang?”
Sementara itu, akun @enmyrappaa menulis, “Penjarakan jangan damai Kyai, apa yang mereka lakukan sudah keterlaluan.”
Ada juga akun @dewidewiw yang menyebut, “Orang seperumahan vs Yai Mim dan istri, luar biasa.”
Sedangkan akun @ameliasepty menegaskan, “Tetap proses hukum ya Pak Dosen, tolong banget ini.”
Kasus ini masih menuai perbincangan luas, dan publik menantikan langkah lanjutan dari pihak berwenang untuk menyelesaikan konflik yang menimpa Yai Mim.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











