bukamata.id – Kisah seorang penyandang disabilitas bernama Nurhadi dari Kampung Tenggelius, Lambangsari, Tambun Selatan, mendadak menjadi sorotan publik setelah diunggah seorang driver online di media sosial X.
Dalam unggahan tersebut, sang driver mengaku terkejut melihat kondisi Nurhadi yang hanya terbaring di atas kasur, dikelilingi plastik-plastik bekas makanan.
Respons warganet pun cepat mengalir. Banyak yang menyuarakan keprihatinan, mempertanyakan keberadaan bantuan sosial, hingga mengajak publik berdonasi. Sebagian bahkan mendesak agar Nurhadi segera dievakuasi karena dianggap hidup sendirian tanpa keluarga.
Namun temuan lapangan menunjukkan cerita yang berbeda.
Fakta Sebenarnya: Tinggal Berdekatan dengan Keluarga dan Tidak Pernah Ditinggalkan
Ketua RT setempat, Arman, memastikan bahwa narasi “hidup sebatang kara” tersebut tidak sepenuhnya tepat. Nurhadi tinggal di kamar petakan yang letaknya berdempetan dengan rumah ayahnya.
“Dia tidak sendirian. Ada keluarga yang memantau dan membantu kebutuhannya setiap hari,” jelas Arman.
Menurutnya, Nurhadi juga rutin menerima bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, serta warga sekitar. Seorang saudaranya bahkan kerap mendampingi lelaki 30-an tahun itu saat malam hari.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Nurhadi menyebut lebih senang memesan makanan via layanan ojek online dibanding masakan rumah. “Bukan tidak diurus. Dia hanya punya preferensi sendiri,” tambah Arman.
Kemensos Turun Tangan: Bantuan Ada, Namun Perlu Pendampingan Lanjutan
Petugas Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kementerian Sosial, Fadzuri, yang ikut melakukan pengecekan, mengatakan bahwa informasi awal membuat mereka menduga Nurhadi benar-benar sendirian. Namun setelah berkoordinasi dengan lingkungan setempat, kondisinya ternyata tidak seperti yang digambarkan warganet.
“Ternyata keluarganya ada. Bantuan pun sudah berjalan. Kami tetap siap mendampingi jika ada kebutuhan tambahan,” kata Fadzuri.
Ia menambahkan, pihaknya hanya akan meneruskan keinginan dan kebutuhan Nurhadi kepada pimpinan karena tidak ditemukan kondisi darurat seperti isu yang beredar.
Perjalanan Hidup: Disabilitas Akibat Dua Kecelakaan
Nurhadi bukan penyandang disabilitas sejak lahir. Ia mengalami dua kecelakaan yang mengubah hidupnya:
- Kecelakaan pertama saat remaja membuat kedua kakinya patah.
- Kecelakaan kedua saat mandi di sumur, menyebabkan lengan kirinya bengkok dan membuatnya kehilangan kemampuan berjalan.
Sejak itu, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar petakan miliknya.
Penjelasan Nurhadi: “Saya Tidak Ditinggalkan. Hanya Tinggal di Ruangan Sendiri.”
Dari informasi yang dihimpun, pada Rabu (26/11/2025), Nurhadi sendiri meluruskan kabar bahwa ia ditelantarkan keluarga.
“Bukan ditinggalkan. Cuma beda ruangan saja. Di samping itu rumah bapak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa orangtuanya datang secara rutin untuk mengganti pakaian dan membersihkan tubuhnya, meski keduanya bekerja sebagai kuli bangunan dan buruh cuci.
Menurutnya, kebutuhan makan dipenuhi dari kiriman keluarga maupun pesan antar. Pendapatannya selama ini berasal dari usaha rental PlayStation (PS) yang pernah ia jalankan.
Ingin Bangkit Lewat Rental PS: Sumber Semangat dan Penghasilan
Meski mobilitasnya terbatas, Nurhadi masih memiliki semangat untuk mandiri. Ia pernah mengelola lima unit PlayStation yang membuat kamarnya ramai pengunjung.
Namun kini, hanya satu unit PS tersisa dan itu pun dalam kondisi rusak.
“Saya ingin buka rental lagi. Biar ada kegiatan, biar enggak sepi,” ungkapnya.
PS bagi Nurhadi bukan sekadar usaha, tetapi pintu agar ia merasa tidak sendirian dan tetap produktif.
Penutup
Kisah Nurhadi menjadi pengingat bahwa tidak semua yang viral di media sosial mencerminkan keadaan sebenarnya. Di balik keterbatasannya, ia masih dikelilingi keluarga dan warga yang peduli, sekaligus menyimpan keinginan untuk kembali mandiri melalui usaha kecil yang pernah menghidupkannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











