bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) dan prajurit TNI viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di kawasan Salaman, Kabupaten Magelang, dan sempat memicu perhatian publik karena memperlihatkan nyaris terjadinya bentrokan.
Video yang diunggah akun Instagram @infokomando.official memperlihatkan dua momen berbeda. Dalam video pertama, terlihat seorang anggota GPK marah dan menendang mobil dinas milik TNI. Sementara di video kedua, sekelompok anggota GPK tampak menggeber sepeda motor mereka saat berpapasan dengan konvoi prajurit TNI dari Yonif 403. Aksi tersebut menimbulkan suara bising dan kepulan asap yang mengganggu.
Situasi sempat memanas ketika beberapa anggota TNI turun dari kendaraan dan mendekati rombongan GPK. Namun, ketegangan berhasil diredam sebelum terjadi bentrokan fisik.
Mediasi Digelar, GPK Sampaikan Permintaan Maaf
Merespons situasi tersebut, mediasi digelar pada Senin (2/6/2025) di Markas Kodim 0705/Magelang, Jalan Ahmad Yani, Kota Magelang. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan GPK Aliansi Tepi Barat, jajaran Forkopimda, termasuk Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Ketua DPRD Sakir, Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, serta Dandim Letkol Inf Jarot Susanto.
Dalam mediasi, Koordinator Lapangan GPK, Pujiyanto, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi usai pihaknya menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kemenag Magelang pada 28 Mei lalu.
“Peristiwa itu sudah kami selesaikan secara internal. Kami tetap berkomitmen bersama Forkopimda untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Magelang,” ujar Pujiyanto kepada awak media.
Ia mengakui bahwa aksi yang viral itu merupakan bentuk spontanitas di lapangan, namun memastikan bahwa GPK tetap berperan sebagai mitra kritis di masyarakat.
TNI dan Polisi Ingatkan Pentingnya Tertib Berlalu Lintas
Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto menegaskan bahwa GPK telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menyebut audiensi tersebut berlangsung damai dan penuh semangat kekeluargaan.
“GPK datang ke Kodim untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Kami juga mengundang Forkopimda agar aspirasi mereka dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Jarot.
Ia juga menyampaikan imbauan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas, tetap menjaga ketertiban dan saling menghormati di jalan raya.
“Kesalahpahaman ini sudah kami anggap selesai. Ke depan, kami harap semua pihak saling menjaga dan menghindari provokasi di lapangan,” tambahnya.
Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan hukum, termasuk lalu lintas, tanpa pandang bulu.
“Permintaan maaf sudah disampaikan oleh GPK. Mereka juga berjanji akan mematuhi aturan lalu lintas saat menyampaikan aspirasi. Jika ke depan ada pelanggaran, pasti akan kami tindak sesuai hukum,” tegasnya.
Kesepakatan: Jaga Kamtibmas, Hormati Aturan
Hasil dari mediasi tersebut menghasilkan dua poin utama. Pertama, GPK menyatakan permintaan maaf atas insiden di lapangan. Kedua, mereka berkomitmen menjaga ketertiban, khususnya dalam berlalu lintas dan penyampaian pendapat.
Forkopimda menilai kesepakatan ini sebagai langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Magelang.
Pemerintah daerah mengapresiasi langkah cepat dari TNI dan Polri dalam meredam potensi konflik serta menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











