bukamata.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya video yang dikenal dengan sebutan “Chindo Adidas” di TikTok sejak awal Februari 2026.
Potongan klip berdurasi sekitar 5–8 detik itu langsung membanjiri linimasa dan memicu rasa penasaran warganet hingga ditonton lebih dari 20 juta kali.
Video tersebut memperlihatkan seorang wanita berparas oriental mengenakan jaket Adidas hitam bergaris putih di bagian lengan. Dalam klip singkat itu, sang wanita membuka resleting jaket sambil menatap datar ke arah kamera.
Meski sangat singkat, potongan video yang berhenti di momen krusial tersebut membuat banyak pengguna internet berspekulasi. Bahkan, istilah “Chindo Adidas” pun ikut viral sebagai kata kunci pencarian di berbagai platform media sosial.
Asal Usul Istilah “Chindo Adidas”
Istilah “Chindo Adidas” muncul dari gabungan kata Chinese-Indo yang merujuk pada penampilan model dalam video, serta brand pakaian yang ia kenakan.
Padahal, video tersebut sebenarnya merupakan bagian dari tren konten OOTD (Outfit of The Day) dengan tema “New Chinese Style Track Top” yang identik dengan nuansa perayaan Imlek.
Namun karena video dipotong secara ambigu dan menampilkan ekspresi datar dari sang model, banyak pengguna internet memunculkan berbagai spekulasi yang tidak berdasar.
Potongan Video yang Memicu Rasa Penasaran
Dalam potongan teaser yang viral, terlihat seorang wanita berambut kuncir dengan poni belah tengah. Ia mengenakan jaket Adidas hitam dan celana pendek hitam.
Sebelum membuka resleting jaket secara perlahan, ia sempat memegang selembar kertas berwarna kuning. Video kemudian berhenti tepat pada momen yang menggantung.
Teknik editing seperti ini membuat banyak orang penasaran dan memicu berbagai komentar di media sosial, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan.
Fakta Video Asli vs Klaim Hoaks
Setelah ditelusuri, video yang beredar sebenarnya hanyalah konten fashion biasa. Tidak ada unsur skandal maupun adegan dewasa seperti yang diklaim oleh beberapa pihak.
Berikut perbedaannya:
Teaser Asli (5–8 Detik)
- Konten OOTD fashion
- Model membuka resleting jaket
- Tidak mengandung unsur dewasa
- Tersedia secara normal di TikTok
Versi Full 17 Menit (Hoaks)
- Diklaim berisi adegan tanpa sensor
- Disebar melalui link Telegram atau WhatsApp
- Mengarah ke situs phishing dan malware
- Tidak ada bukti video penuh tersebut benar-benar ada
Waspada Link “Video Full” yang Berbahaya
Seiring viralnya video tersebut, banyak tautan mencurigakan yang beredar di berbagai platform. Link tersebut biasanya menjanjikan akses ke “video full 17 menit”, padahal sebenarnya merupakan jebakan siber.
Beberapa risiko yang dapat terjadi jika pengguna mengklik tautan tersebut antara lain:
- Phishing: pencurian password dan kode OTP
- Malware: virus atau ransomware yang merusak perangkat
- Pencurian data pribadi: termasuk akses akun media sosial atau perbankan
- Situs iklan scam: memancing klik pada konten palsu
Sejumlah laporan bahkan menyebut ada pengguna yang mengalami kebocoran data setelah mengakses tautan tersebut. Browser modern biasanya akan menampilkan peringatan “sertifikat tidak aman” ketika situs tersebut dibuka.
Tidak Ada Konfirmasi Video Full
Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai keberadaan video penuh seperti yang diklaim di internet. Pihak platform juga tidak pernah mengumumkan adanya konten berdurasi 17 menit tersebut.
Sementara itu, brand Adidas juga tidak mengeluarkan pernyataan khusus terkait viralnya video ini karena tidak ada unsur pelanggaran ataupun skandal.
Mengapa Video Ini Bisa Viral?
Menurut pengamat media digital, algoritma TikTok cenderung mendorong konten yang memancing rasa penasaran. Komentar seperti “mana video full?” atau “lanjutannya di mana?” membuat engagement meningkat sehingga distribusi video semakin luas.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Pola yang sama sering digunakan dalam strategi clickbait, yaitu memotong video pada bagian tertentu lalu menyebarkan tautan palsu untuk memancing klik.
Tren Mulai Mereda
Seiring waktu, banyak tautan palsu yang sudah diblokir oleh platform. Beberapa hasil pencarian di internet juga mulai menampilkan keterangan tidak ditemukan, menandakan tren viral ini perlahan mereda.
Meski demikian, pengguna internet tetap diimbau untuk berhati-hati terhadap link mencurigakan.
Cara Menghindari Penipuan Link Viral
Agar tidak menjadi korban penipuan digital, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Pastikan informasi berasal dari akun resmi
- Jangan klik link mencurigakan di bio atau komentar
- Gunakan antivirus dan fitur keamanan browser
- Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun
- Laporkan tautan spam atau phishing
Dengan memahami fakta sebenarnya, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak oleh konten viral yang belum tentu benar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











