Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Senin, 16 Maret 2026 14:47 WIB
Persib Bandung

Persib Tinggal 9 Laga Lagi! Duel Lawan Persija Jadi Penentu Gelar Juara

Senin, 16 Maret 2026 14:19 WIB

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Senin, 16 Maret 2026 13:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif
  • Persib Tinggal 9 Laga Lagi! Duel Lawan Persija Jadi Penentu Gelar Juara
  • Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri
  • Netizen Buru-buru Cari Link Asli Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit’, Apa Isinya?
  • Pertarungan Kritis Serie A! Cremonese vs Fiorentina Siap Rebut 6 Poin Hidup Mati
  • Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap
  • Imbang Dramatis! Marc Klok Ungkap Kekecewaan Persib
  • Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wajah RK Dicopot! Akhir Tragis Dinasti Jabar Juara di Depok, Rakyat Muak?

By SusanaMinggu, 8 Februari 2026 15:25 WIB4 Mins Read
Pembongkaran ikon wajah Ridwan Kamil di Underpass Depok. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pembongkaran visual “Jabar Juara” bergambar wajah Ridwan Kamil (RK) di Underpass Dewi Sartika, Kota Depok, bukan sekadar penataan ruang publik.

Peristiwa ini menjelma menjadi simbol pergeseran besar: bagaimana citra seorang mantan kepala daerah yang pernah dielu-elukan kini dipertanyakan, seiring rentetan polemik personal, sosial, hingga hukum yang mengiringi namanya.

Pantauan di lokasi, Minggu (8/2/2026), petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok tampak membongkar rangka besi ikon wajah Ridwan Kamil satu per satu.

Pemerintah Kota Depok menyebut langkah ini sebagai respons atas aspirasi warga yang menilai penggunaan wajah figur personal pada fasilitas publik tak lagi relevan.

Namun di ruang publik dan media sosial, pembongkaran itu dimaknai lebih luas: sebagai penanda memudarnya legitimasi simbolik Ridwan Kamil di ruang-ruang bersama.

Ruang Publik dan Simbol Kekuasaan

Sejumlah warga menilai ikon tersebut sejak awal problematik. Selain dibangun menggunakan anggaran negara, visualisasi wajah individu dinilai mengaburkan identitas lokal Kota Depok.

“Depok punya sejarah, punya tokoh. Bukan sekadar wajah pejabat,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Nama-nama seperti Margonda dan Tole Iskandar kembali disebut sebagai figur historis yang lebih layak diangkat. Aspirasi ini mencerminkan tuntutan agar ruang publik merepresentasikan memori kolektif, bukan kultus individu.

Baca Juga:  Gagal Jadi Cawapres, Golkar Tawarkan Beberapa Posisi Untuk RK

Resonansi di Media Sosial: Bukan Sekadar Estetika

Pembongkaran tersebut beriringan dengan meningkatnya sentimen publik terhadap Ridwan Kamil. Di kolom komentar Instagram @feedgramindo, warganet tidak hanya menyoal estetika, tetapi juga legitimasi moral dan politik.

Narasi warganet berkembang dari kritik simbolik menjadi refleksi atas akumulasi kontroversi yang menyeret nama RK:

“Di Bikin Dari Duit Negara, Aneh Aja ada wajah beliau,” tulis akun @sae***

“ganggu pakai wajahmu jd dibongkar..” tulis akun @efo***

“Kalau gambar Aura kasih di copot gak?” tulis akun @mur***

“@ridwankamil semua ada eranya….waktu berjalan,” tulis aku @sat***

Fenomena ini menunjukkan bagaimana ruang digital kini menjadi arena “pengadilan sosial”, di mana satu peristiwa fisik memantik penilaian kolektif yang jauh lebih luas.

Dari Figur Ideal ke Figur Kontroversial

Nama Ridwan Kamil dalam dua tahun terakhir tidak lagi berdiri di satu narasi tunggal sebagai arsitek kota dan pemimpin inovatif. Ia terfragmentasi dalam berbagai isu besar:

Baca Juga:  Diapresiasi Ridwan Kamil, Kratingdaeng Volleyball Gubernur Cup 2023 Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi

1. Kasus Lisa Mariana

Klaim anak oleh selebgram Lisa Mariana yang berujung laporan pencemaran nama baik, tes DNA, hingga pemanggilan saksi dalam kasus Bank BJB, telah menggerus citra personal Ridwan Kamil.

Meski tes DNA secara resmi menyatakan tidak ada kecocokan, kasus ini telanjur menjadi konsumsi publik dan membentuk memori sosial yang sulit dihapus.

2. Isu Aura Kasih

Foto lama di Italia yang kembali viral setelah klarifikasi RK soal “kekhilafan” dalam rumah tangga memicu spekulasi publik.

Absennya klarifikasi dari Aura Kasih justru memperpanjang tafsir liar, meski secara hukum tidak pernah dikaitkan dalam gugatan cerai.

3. Perceraian dengan Atalia Praratya

Gugatan cerai yang diajukan Atalia dan dikabulkan Pengadilan Agama Bandung menjadi titik balik besar. Meski berlangsung secara e-court dan tanpa narasi pihak ketiga, perceraian ini memperkuat kesan publik bahwa ada krisis mendalam dalam kehidupan personal Ridwan Kamil.

4. Dugaan Korupsi Bank BJB

Kasus dugaan mark-up dana iklan Bank BJB senilai Rp200 miliar yang diselidiki KPK menjadi pukulan paling serius. Penggeledahan rumah RK pada Maret 2025 menandai pergeseran isu dari ranah moral ke ranah hukum negara.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Apresiasi Paguyuban Asep Dunia yang Aktif Tebar Kebermanfaatan di Masyarakat

Ketika Simbol Runtuh Lebih Cepat dari Putusan

Menariknya, pembongkaran ikon wajah Ridwan Kamil terjadi saat belum ada vonis hukum terhadap dirinya. Ini menunjukkan bahwa dalam era demokrasi digital, legitimasi publik tidak menunggu putusan pengadilan.

Citra bisa runtuh lebih dulu, simbol bisa dicopot lebih cepat, bahkan sebelum kesimpulan hukum dicapai.

Dalam konteks ini, ikon “Jabar Juara” di Depok tak lagi dibaca sebagai slogan prestasi, melainkan sebagai residu masa lalu yang tak lagi sejalan dengan emosi publik hari ini.

Penutup: Ikon Bisa Dibongkar, Sejarah Tetap Dicatat

Pembongkaran visual “Jabar Juara” di Depok mungkin hanya soal rangka besi dan desain kota. Namun dalam konteks sosial-politik hari ini, ia menjadi metafora tentang bagaimana kepercayaan publik dibangun, diuji, dan bisa runtuh.

Ridwan Kamil kini berada di persimpangan sejarah pribadinya: antara klarifikasi, proses hukum, dan penilaian publik yang terus berjalan. Apakah pembongkaran ini akan menjadi penutup sebuah era, atau sekadar jeda sebelum babak baru, waktu dan fakta yang akan menjawabnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Depok Jabar Juara Pembongkaran ikon wajah Ridwan Kamil ridwan kamil Underpass Depok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Guncang Pertahanan Israel, Iran Terjunkan Rudal Sejjil dalam Operasi Balasan Masif

Heboh! Syekh Ahmad Al-Misry Ramai Dikaitkan dengan Ustaz Berinisial SAM yang Diduga Lecehkan Santri

Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

Skill Luar Ekspektasi! Khairaff, Bocah Toddler yang Akurasi Tembakannya Bikin Atlet Ketar-ketir

Arus Mudik Membludak! Polda Jabar Berlakukan One Way Penggal di Jalur Arteri Priangan Timur

Elegi Cihampelas: Anggaran Miliaran yang Gagal Menjaga Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.