bukamata.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan aksi sweeping oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Garut, Jawa Barat.
Dalam video tersebut, para anggota ormas mendatangi beberapa pemuda yang kedapatan tidak berpuasa di sebuah warung.
Aksi tersebut langsung menuai berbagai reaksi dari netizen, memicu perdebatan di dunia maya. Banyak yang mengecam tindakan ormas tersebut karena dianggap sebagai bentuk main hakim sendiri.
Wakil Bupati Garut Marah Besar
Viralnya video sweeping itu juga membuat Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, geram. Putri dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, ini menilai aksi tersebut sebagai bentuk anarkisme yang mencoreng citra Kabupaten Garut.
“Ini tugas kami! Intinya ada kekerasan yang akhirnya membuat citra Kabupaten Garut menjadi buruk,” tegas Putri Karlina dalam sebuah video pada Rabu (12/3/2025).
Putri Karlina juga secara terbuka menegur Koordinator Aliansi Umat Islam (AUI) Garut, Ceng Aam, yang dianggap bertanggung jawab atas sweeping tersebut.
“Saya sangat tidak setuju dengan pernyataan Ceng Aam. Jangan sampai membuat kami bereaksi. Kalau saya mau, saya bisa men-tolol-tololkan Satpol PP, saya bisa menggoblok-goblokkan orang. Apakah itu citra yang baik untuk seorang Wakil Bupati?” ungkapnya dengan nada kesal.
Bahkan, dalam beberapa potongan video yang beredar, Putri Karlina terlihat emosional hingga menangis saat menjelaskan dampak negatif dari aksi sweeping ini. Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri bukanlah solusi dan hanya akan menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Polisi Turun Tangan, Ormas dan Satpol PP Diperiksa
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat.
Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengonfirmasi bahwa empat anggota ormas serta beberapa personel Satpol PP telah diperiksa pada Sabtu (7/3/2025) malam.
“Ya, akibat kejadian itu, kami meminta keterangan dari anggota ormas dan Satpol PP,” ujar AKP Joko Prihatin pada Minggu (9/3/2025) sore.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam aksi sweeping tersebut. Insiden ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak bertindak di luar hukum dan menyerahkan persoalan penegakan aturan kepada pihak yang berwenang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











