bukamata.id – Serial webtoon terkenal asal Korea Selatan, Wind Breaker, resmi dihentikan penayangannya setelah muncul dugaan plagiarisme. Kabar ini diumumkan langsung oleh platform Naver Webtoon bersama sang kreator, Yongseok Jo, yang mengakui adanya kemiripan mencolok antara beberapa adegan dalam karyanya dengan materi dari karya lain.
Webtoon yang telah mencapai lebih dari 600 juta pembacaan ini terpaksa dihentikan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh oleh tim editorial dan penulis. Menurut pernyataan resmi Naver Webtoon, keputusan ini diambil setelah ditemukan elemen visual dan struktur cerita yang dinilai sangat mirip dengan materi yang telah diterbitkan sebelumnya oleh pihak lain.
“Setelah diskusi menyeluruh antara penulis dan editor, kami memutuskan untuk menghentikan serialisasi dan publikasi Wind Breaker. Kami meminta maaf kepada pembaca atas kekecewaan ini,” tulis Naver dalam pengumumannya.
Yongseok Jo juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para penggemar. Ia mengakui kesalahannya dalam menciptakan elemen cerita yang menyerupai karya lain dan menyebut tekanan tenggat waktu sebagai salah satu faktor kegagalannya menjaga orisinalitas.
“Saya bertanggung jawab penuh atas pelanggaran ini dan menyesali kegagalan saya dalam menjaga standar kreativitas,” ungkap Yongseok dalam pernyataan pribadinya.
Wind Breaker pertama kali diluncurkan pada Desember 2013 dan telah tayang selama lebih dari sepuluh tahun. Serial ini telah menerbitkan 26 volume hingga Januari 2024 dan dikenal luas karena kisahnya yang mengangkat tema balap sepeda dan kehidupan remaja.
Cerita berfokus pada Jay, seorang siswa teladan dengan nilai akademik sempurna dan jabatan sebagai ketua OSIS. Hidupnya berubah drastis ketika ia bergabung dengan klub sepeda sekolah, Hummingbird Crew, yang memperkenalkannya pada dunia luar di balik halaman-halaman buku pelajaran.
Meskipun memiliki judul yang sama dengan manga Jepang Wind Breaker karya Satoru Nii, kedua karya ini memiliki alur dan karakter yang sepenuhnya berbeda. Manga versi Jepang tersebut baru saja menyelesaikan musim keduanya dalam bentuk anime dan telah dikonfirmasi akan diadaptasi ke film live-action.
Naver Webtoon menegaskan bahwa mereka memandang serius isu plagiarisme dan berkomitmen untuk terus melindungi hak cipta serta integritas kreatif di platform mereka.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










