Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Senin, 26 Oktober 2026 13:51 WIB

Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 13:45 WIB

Igor Tolic Diskors, Bisakah Tetap Dampingi Persib Lawan Melbourne Victory?

Senin, 26 Oktober 2026 13:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari
  • Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah
  • Igor Tolic Diskors, Bisakah Tetap Dampingi Persib Lawan Melbourne Victory?
  • Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung
  • Inara Rusli Tagih Isbat Nikah, Insanul Fahmi Justru Hadir di Ulang Tahun Anak Bersama Mawa
  • Teja Paku Alam Cedera, Lini Belakang Persib Bandung Kian Mengkhawatirkan
  • Kartu Merah Jadi Petaka, Pelatih Garudayaksa Akui Timnya Dirugikan Lawan Persib
  • Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

10 Pelajar Terlibat Penyerangan Brutal di Cimahi, Korban Luka Parah Kena Bacok

By SusanaSenin, 7 Juli 2025 15:30 WIB3 Mins Read
Ilustrasi begal
Ilustrasi begal motor. (humas.porli.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 13 anggota kelompok berandalan bermotor di Cimahi ditangkap Satreskrim Polres Cimahi bersama Polsek Padalarang usai melakukan penyerangan brutal terhadap seorang warga berinisial ZMR.

Ironisnya, 10 dari pelaku masih di bawah umur dan sembilan di antaranya berstatus pelajar.

Aksi kekerasan itu terjadi pada Minggu, 28 Juni 2025 sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Pojok, belakang Cimahi Mall, Kota Cimahi. Insiden penyerangan yang menggunakan senjata tajam (sajam) ini terekam CCTV dan menyebar luas di media sosial.

Polisi Bergerak Cepat, 13 Pelaku Ditangkap dalam 2×24 Jam

Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra menyatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga dan bukti video CCTV yang viral.

“Dalam waktu 2×24 jam, kami berhasil menangkap 13 pelaku. Tiga orang pelaku sudah dewasa, sisanya anak di bawah umur, termasuk sembilan pelajar,” ujar Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Senin (7/7/2025).

Para pelaku ditangkap di sejumlah lokasi berbeda, termasuk di Kota Cimahi, Bandung, dan Garut. Kini mereka semua dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Pesta Miras dan Penyerangan Brutal Pakai Sajam

Kronologi kejadian bermula saat tiga pelaku dewasa berinisial L, R, dan M mengajak 10 remaja lainnya melakukan pesta minuman keras di kawasan Cihanjuang.

Setelah itu, kelompok ini bergerak hingga bertemu korban dan langsung melakukan penyerangan brutal dengan senjata tajam.

“Korban Z mengalami empat luka bacok serius di kepala dan punggung, salah satunya menembus paru-paru. Saat ini korban masih dalam perawatan dan kondisinya mulai membaik,” terang Niko.

Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara, Diversi Ditolak

Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama yang menyebabkan korban luka berat. Polisi menyita barang bukti berupa:

  • 3 senjata tajam
  • Atribut geng motor
  • Beberapa sepeda motor yang digunakan saat kejadian

Meskipun sebagian besar pelaku masih di bawah umur, upaya diversi atau pengalihan penyelesaian hukum ditolak karena kasus tergolong berat, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kapolres Cimahi: Tak Ada Toleransi untuk Berandalan Bermotor

AKBP Niko menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aksi kriminal berandalan bermotor dan premanisme di wilayah hukum Polres Cimahi.

“Kami akan tindak tegas siapa pun yang melanggar hukum, apalagi saat ini berlaku jam malam pelajar se-Jawa Barat dari pukul 21.00 hingga 04.00,” tegasnya.

Niko juga mengimbau masyarakat dan orang tua agar turut mengawasi anak-anak, khususnya pelajar, agar tidak terlibat dalam aksi negatif yang melanggar hukum.

Pengakuan Tersangka: Aksi Balas Dendam

Salah satu tersangka dewasa, Marcel Safareili Martin alias M, mengaku bahwa aksi pengeroyokan terhadap ZMR adalah aksi balas dendam.

“Kami sempat diserang duluan di Cihanjuang. Jadi saya ajak anak-anak ke sana buat nyerang balik,” ujarnya kepada penyidik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

PENUSUKAN

Bawa Dua Pisau, Pria Diduga Tusuk Mantan Kekasih di Cipedes Bandung

Tragedi Maut Pasar Caringin Bandung: Pemicu Bentrokan, Fakta Korban, dan Respons Farhan

Sempat Lambaikan Tangan, Atlet Selam Peraih 2 Emas Porprov Jateng Meninggal saat Bertanding

Operasi Patuh 2026 Digelar 26 Oktober–8 November, Ini Daftar Pelanggaran yang Diincar

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.