bukamata.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di stasiun pengisian swasta akan segera kembali tersedia. Hal ini menyusul kesepakatan empat dari lima badan usaha (BU) swasta yang beroperasi di Indonesia untuk bekerja sama dengan Pertamina dalam penyediaan BBM murni atau base fuel.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengungkapkan kargo base fuel Pertamina sudah tiba di Jakarta pada Rabu (24/9/2025). “Sampai hari Rabu malam itu dari lima badan usaha swasta, hanya satu BU swasta yang belum sepakat,” kata Anggia kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).
Meski tidak menyebutkan secara rinci nama perusahaan yang belum menyetujui kerja sama, Anggia menegaskan publik bisa mengetahui lewat ketersediaan BBM di lapangan. “Coba dicek nanti barang yang masih kosong berarti dia yang tidak sepakat,” jelasnya.
Pemerintah Hanya Menjembatani
Lebih lanjut, Anggia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa memaksa perusahaan swasta untuk segera membeli pasokan tambahan BBM. “Pemerintah hanya berperan menjembatani kebutuhan BU swasta dengan Pertamina. Mekanisme kerja sama tetap dilakukan secara business to business (B2B),” ujarnya.
Menurutnya, BBM murni yang disediakan Pertamina sudah sesuai spesifikasi internasional dengan standar kualitas yang terjamin. Pengadaan dilakukan secara transparan melalui keterlibatan joint surveyor, sementara harga ditetapkan secara terbuka.
“Dirut Pertamina juga sudah menyampaikan bahwa tidak akan mengambil keuntungan dalam kondisi yang sekarang. Prioritas kita adalah memastikan barangnya tersedia di masyarakat untuk melayani konsumen,” kata Anggia.
Ia menambahkan, Pertamina saat ini tinggal menunggu BU swasta menyelesaikan mekanisme kerja sama B2B agar pasokan bisa segera didistribusikan hingga akhir tahun.
Pertamina Siap Pasok BBM ke Swasta
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga (PPN) menegaskan kesiapan menyalurkan BBM murni ke SPBU swasta sebagai tindak lanjut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya membuka ruang kerja sama dengan prinsip saling menghormati aturan dan tata kelola yang berlaku. “Pertamina Patra Niaga menawarkan mekanisme penyediaan pasokan dengan menggunakan prosedur yang ada. Harapan kami, BU swasta dapat berkolaborasi dengan niat baik, sambil tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” jelas Roberth dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).
Dengan tercapainya kesepakatan mayoritas BU swasta, diharapkan krisis pasokan BBM di beberapa SPBU segera teratasi dan masyarakat kembali mendapatkan layanan normal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











