bukamata.id – Skandal pemain naturalisasi ilegal Timnas Malaysia terus memicu tekanan publik. Sejumlah pejabat Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini didesak untuk mengundurkan diri dan membatalkan rencana banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Desakan ini mencuat setelah FIFA resmi menolak banding FAM terkait kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi yang dimainkan pada laga FIFA Matchday dan Kualifikasi Piala Asia 2027. FIFA menegaskan bahwa FAM tetap bersalah dan menjatuhkan hukuman berat.
Keputusan yang ditetapkan pada 3 November itu membuat FAM harus menanggung denda lebih dari Rp7,2 miliar, sementara masing-masing dari tujuh pemain dikenai larangan bermain 12 bulan serta denda tambahan sekitar Rp41 juta.
Meski sudah kalah di tingkat FIFA, penjabat Presiden FAM, Yusoff Mahadi, menyatakan rencana untuk melanjutkan banding ke CAS. Sikap inilah yang kemudian menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk jurnalis Twentytwo13, Pola Singh.
Menurut Singh, langkah FAM untuk terus menggugat keputusan FIFA hanyalah memperpanjang krisis kepercayaan.
“Langkah ini bukan tindakan melindungi olahraga, melainkan memperpanjang penderitaan dan penghinaan nasional,” tulisnya.
Ia juga menilai bahwa FAM seharusnya menerima kenyataan pahit dan tidak memaksakan pertempuran hukum yang jelas tidak menguntungkan.
“Melanjutkan banding ke CAS adalah keputusan yang tidak bijaksana,” tegas Singh.
Jika FAM ngotot melanjutkan proses hukum, Malaysia berisiko mendapatkan konsekuensi tambahan, termasuk pengurangan poin Kualifikasi Piala Asia 2027 oleh AFC. Situasi ini justru akan menghambat upaya reformasi sepak bola negara tersebut.
Hukuman FIFA memang berat, namun menurut Singh, kerusakan terbesar bagi Malaysia adalah hilangnya kepercayaan publik, yang dampaknya bisa jauh lebih panjang. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini bukan hanya tanggung jawab satu individu, tetapi seluruh pejabat yang terlibat.
“Untuk maju, seluruh Komite Eksekutif FAM harus mengundurkan diri secara massal. Pejabat saat ini sudah tidak mampu memulihkan kepercayaan publik,” tulis Singh mengakhiri komentarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










