bukamata.id – Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) meminta pemerintah Malaysia untuk tidak ikut campur dalam persoalan antara Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dengan FIFA. Peringatan ini disampaikan karena intervensi pemerintah dapat berdampak fatal bagi sepak bola nasional.
FIFA menjatuhkan sanksi berat terhadap FAM setelah terungkapnya skandal manipulasi dokumen tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Dalam putusannya, FIFA mendenda FAM sebesar 350 ribu Swiss Franc (sekitar Rp 7,3 miliar) dan menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada ketujuh pemain tersebut.
FAM sebelumnya telah mengajukan banding ke FIFA, namun ditolak. Kini federasi tersebut mencoba menggugurkan hukuman melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, ikut menyoroti persoalan yang menimpa FAM. Ia menegaskan bahwa pemerintah Malaysia tidak boleh mengintervensi atau memberikan tekanan kepada para pejabat FAM.
“Meskipun FAM sedang dalam krisis, kementerian atau menterinya tidak dapat memerintahkan pejabat FAM untuk mengundurkan diri. Mereka tidak dapat melakukannya, karena mereka dipilih oleh afiliasi anggota,” ujar Windsor.
Ia mengingatkan bahwa dalam setiap pernyataan, pemerintah harus berhati-hati agar tidak melanggar prinsip independensi FAM.
“Pemerintah tidak boleh ikut campur, tidak boleh memberikan instruksi apa pun, tidak boleh memengaruhi,” tegasnya.
Regulasi FIFA memang mengatur dengan jelas soal kedaulatan federasi sepak bola nasional dalam Pasal 13 dan Pasal 17. Federasi anggota wajib mengelola organisasinya secara mandiri tanpa campur tangan pihak ketiga, termasuk pemerintah.
Indonesia pernah mengalami konsekuensi dari pelanggaran aturan tersebut pada 2015, ketika FIFA membekukan PSSI akibat intervensi pemerintah. Sanksi itu membuat Indonesia tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi internasional selama beberapa waktu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









