Menurut BPS data ketersediaan lapangan pekerjaan formal di Indonesia lebih kecil dibandingan pekerjaan informal 59.4% per Februari 2025, belum lagi data mengenai PHK massal yang banyak terjadi di lima tahun belakangan membuat kecemasan para lulusan baru meningkat.
Sebelum merasa terancam dengan ketersediaan pekerjaan, kecemasan lebih dulu dirasakan saat merencanakan karier, baik remaja maupun pemuda.
Menurut survei Katadata Insight Center (2024), 43% fresh graduate di Indonesia merasa kehilangan arah setelah lulus, bingung antara melanjutkan studi, membangun bisnis, atau langsung bekerja. Laporan McKinsey (2023) juga mengungkapkan 60% lulusan tidak memiliki keterampilan teknis maupun soft skill yang sesuai dengan permintaan industri.
Hal ini diperparah dengan minimnya pengalaman kerja praktis selama kuliah. Hal ini tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, Menurut data terbaru recruiters di Amerika Serikat, 79% pencari kerja melaporkan mengalami tingkat kecemasan tertentu selama pencarian kerja, dengan 20% melaporkan tingkat kecemasan yang ekstrem.
Indeed juga menyoroti temuan serupa dalam survei Workforce Insights yang mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat responden (27%) mengidentifikasi kecemasan dalam pencarian kerja sebagai hambatan utama untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
Perangkat dan aplikasi teknologi semakin canggih. Kecemasan dalam perencanaan karier bisa dibantu dengan platform berbasis AI, misalnya untuk mengenal diri individu dalam mengoptimalkan resume, mencocokkan pengguna dengan peluang yang sesuai dan, sehingga meningkatkan proses pengembangan karier secara keseluruhan. AI bukan saja ancaman tapi juga alat bantu yang efektif dalam merencanakan karier.
AI dapat menengenal diri individu dalam mengoptimalisasi resume. AI dapat menyediakan asesmen-asesmen untuk mengenal individu baik kelebihan dan kelemahan diri personal maupun keterampilan yang bisa dikembangkan selanjutnya.
AI CareerExplorer contoh dalam penerapan asesmen untuk mengenal diri lalu disesuaikan dengan pekerjaan yang cocok. Kemudian AI Yourselfirst menyediakan tes IQ dengan hasil yang bisa dikirimkan ke email pengguna. Dua AI di atas menggunakan Bahasa Inggris. Kemampuan Bahasa inggris menjadi dasar kemampuan penting untuk segala jurusan.
Website lokal yang menyediakan tes mengenal diri bisa dari RuangGuru, Quipper dan Genius. Mengenal diri proses pertama dan utama dalam mengurangi kecemasan perencanaan karier. Saat seorang individu dapat mengenal diri dan kemampuan akan mempermudah proses pencarian lowongan dan melamar ke pekerjaan yang sesuai.
AI dapat mencocokkan pengguna dengan peluang yang sesuai trend pekerjaan yang terus berkembang. Individu dapat mengkolaborasikan informasi yang ada di website lowongan kerja seperti jobstreet, Linkedin, Glints, Indeed, KitaLulus dan lainnya.
Informasi mengenai syarat pelamar kerja (requirements) disalin ke AI (Gemini, ChatGPT dan lainnya) lalu gunakan prompt untuk menunjukkan kata kunci hardskills maupun softskills yang diminta pada syarat pelamar kerja yang tercantum.
Jika individu belum memiliki keterampilan yang diinginkan perusahaan maka proses memperdalam keterampilan dapat dilakukan secara mandiri sebelum melamar. Jika individu sudah memiliki keterampilan yang dibutuhkan maka dapat menuliskan hal tersebut dalam resume/CV.
AI dapat membantu menyusun resume atau curriculum vitae. Banyak perusahaan sudah menerapkan seleksi awal penerimaan karyawan dengan AI. Resume yang sering dikenal dalam proses rekrutmen dengan AI adalah CV ATS Friendly.
CV yang sangat minimalis namun membutuhkan kata kunci agar lolos screening Applicant Tracking System (ATS) biasanya dalam format word/PDF sesuai dengan aturan rekruiter. Website yang juga menggunakan bantuan AI seperti bettercv.com atau resume.io bisa digunakan dalam mencari referensi CV ATS Friendly atau bahkan bantu membuatkan resume yang diterima sistem rekruitmen dengan AI.
AI dapat membantu proses perencanaan karier individu melalui proses mengenal diri dan kemampuan, mencocokkan kemampuan diri dengan peluang pekerjaan yang tersedia kemudian secara teknis dapat membantu membuat CV ATS Friendly agar bisa lolos dalam proses rekruitmen awal dengan AI. Individu para pelamar kerja diharapkan juga bisa kreatif dan bijak dalam menggunakan AI.
Kemampuan berbahasa asing juga akan membuka lebih banyak akses beragam AI lain di luar AI berbahasa Indonesia. Individu yang terus mengupgrade diri juga akan terus relevan dengan perubahan dunia yang seperti apapun serta mengurangi kecemasan dalam merencakan karier. Selamat berproses!
Penulis: Yessika Nurmasari. Dosen Mata Kuliah Bimbingan Karier Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










