Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Colenak

Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Kamis, 15 Oktober 2026 19:01 WIB

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Kamis, 15 Oktober 2026 18:39 WIB

Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti

Kamis, 15 Oktober 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
  • Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah
  • Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti
  • Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Amerika Berhasil Berantas Tawon Pembunuh dari Asia

By Aga GustianaKamis, 19 Desember 2024 16:36 WIB2 Mins Read
Tawon pembunuh dari Asia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Amerika Serikat akhirnya berhasil memberantas tawon pembunuh dari Asia. Hewan dengan nama ilmiah Vespa Mandarinia ini sempat meneror beberapa wilayah di negari Paman Sam tersebut.

Tawon raksasa utara ini pertama kali ditemukan di negara bagian Washington pada 5 tahun silam. Namun, Washington State Department of Agriculture baru saja menyebut tawon pembunuh ini sudah tidak terdeteksi lagi dalam 3 tahun ini.

Sebelum berhasil diberantas, kedatangan tawon pembunuh ini menimbulkan ketakutan besar di kalangan ilmuwan dan warga di Amerika Serikat.

Di mana, tawon ini menjadi salah satu pemangsa lebah, belum lagi sengatannya yang sangat menyakitkan bagi manusia.

Baca Juga:  Netflix Kena Boikot Gegara Dukung Kamala Harris

Lebah yang menjadi salah satu tumpuan petani madu untuk penyerbukan tanaman merasa khawatir dengan adanya tawon raksasa ini.

AS pun bergerak cepat dan berhasil membasmi sarang tawon ini pada tahun 2020 lalu.

Pembasian berhasil usai pelacak dipasang pada seekor tawon. Kemudian, petugas mengikuti tawon tersebut hingga kembali ke sarangnya.

Setelah sampai di sarang, petugas kemudian membasmi seluruh koloni tawon tersebut.

“Kami bangga dengan kemenangan penting ini dalam perang melawan spesies invasif,” kata Mark Davidson dari Departemen Pertanian AS.

Baca Juga:  Ada 30 Ribu Bom Israel di Gaza yang Belum Meledak, Kata Utusan Khusus Presiden Trump

Sementara pada tahun 2022, para ilmuwan kembali memasang sekitar 1.000 perangkap tawon di seluruh negara bagian.

Kemudian pada tahun 2023, mereka menemukan satu sarang, yang segera mereka hancurkan, berisi hampir 1.500 tawon dalam berbagai tahap perkembangan.

Masih ada kemungkinan tawon-tawon itu kembali atau bahwa jenis tawon invasif berbahaya lain suatu hari nanti mencapai tanah AS.

“Mereka pernah datang ke sini sekali dan mereka dapat melakukannya lagi,” kata Sven Spichiger, spesialis hama.

Meskipun serangan terhadap manusia terbilang jarang, serangga berukuran 5 cm tersebut dilaporkan membunuh 50 hingga 75 orang setiap tahun.

Baca Juga:  Trump Investasi Rp8.519 Triliun untuk Bangun Infrastruktur AI

Tawon pembunuh bisa memenggal kepala lebah dan serangga lainnya menggunakan rahangnya yang mirip seperti sirip hiu berduri. Tawon ini bahkan bisa memusnahkan sarang mangsanya dalam hitungan jam.

Serangga ini biasanya ditemukan di China, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Vietnam dan negara Asia lainnya. Negara bagian Washington di AS dan Provinsi British Columbia di Kanada adalah satu-satunya tempat di Amerika Utara di mana spesies tawon pembunuh ini ditemukan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat Asia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Colenak

Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!

5 Tempat Ngopi 24 Jam di Bandung: Cocok Buat Nugas, Nongkrong, sampai Ngalong

7 Wisata Alam Purwakarta Paling Hits: Dari Curug Cipurut Hingga Tebing Parang yang Menguji Adrenalin

Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Anjlok Rp13.000, Segini Daftar Lengkapnya!

Ilustrasi Sate

Tak Cukup Satu Tusuk! Ini 5 Pilihan Tempat Makan Sate Maranggi di Purwakarta

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.