Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 11:57 WIB

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?

Kamis, 30 April 2026 10:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Angkot Pintar ‘Angklung’ Mulai Diuji, Sopir di Bandung Galau

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 6 Agustus 2025 16:00 WIB3 Mins Read
Sopir angkot Kota Bandung. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pengoperasian Angkot Pintar di Kota Bandung mulai menyita perhatian para sopir angkutan kota.

Modernisasi sistem transportasi ini dinilai sebagai langkah penting, namun menyisakan kegelisahan, terutama di kalangan sopir senior yang khawatir tersingkir dan kehilangan mata pencaharian.

Program Angkot Pintar yang diusung Pemerintah Kota Bandung dirancang untuk merevolusi layanan angkutan kota dengan sistem trayek berbasis wilayah, integrasi GPS, pembayaran non-tunai, serta pengoperasian berbasis aplikasi. Meski terdengar menjanjikan, sejumlah sopir mengaku belum mendapat sosialisasi langsung dan mempertanyakan kejelasan masa depan mereka.

“Program ini bagus, tapi belum ada sosialisasi langsung. Saya tahu cuma dari media sosial,” ujar Rihmat, sopir angkot yang sudah puluhan tahun beroperasi di Bandung, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga:  Viral! Kabid Dishub Bogor Briefing Sopir Angkot Jangan Asal Jawab Pertanyaan Dedi Mulyadi

Ia mengakui sistem saat ini semrawut dan butuh pembenahan. Namun, ia mengingatkan bahwa transformasi tidak bisa dilakukan sepihak.

“Kalau nanti sopir digaji dan ada batas usia, bagaimana nasib kami yang sudah di atas 50 tahun? Jangan sampai perubahan ini malah mematikan kami,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ismail (61), sopir angkot yang sudah merasakan transisi dari era Bemo.

“Aturan boleh-boleh saja. Tapi kendaraan ini banyak, belum jelas mau dikemanakan. Dulu juga sempat ada wacana aplikasi, tapi tak pernah selesai,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini ekonomi sopir angkot sudah terjepit, tidak bisa mencapai target yang harus disrtorkan perhari.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung soal Angkot Pintar: Konsep Belum Matang, Masih Kertas

“Buat setoran aja susah, apalagi buat kebutuhan rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Dadang, sopir lainnya, juga mengeluhkan minimnya informasi dari dinas terkait.

“Kami butuh kepastian. Jangan cuma diumumkan di media, ajak kami bicara. Kalau gak bisa narik lagi, kami makan dari mana?”

Di sisi lain, sebagian sopir muda menyambut baik perubahan. Panca, yang juga menjadi ojek daring, merasa lebih siap karena terbiasa dengan sistem digital.

“Saya biasa pakai aplikasi. Tapi pemerintah harus tetap perhatikan nasib sopir senior. Harus ada pelatihan, bantuan transisi, dan jaminan penghasilan,” ujarnya.

Ion, sopir lain yang ditemui di terminal, menyoroti persoalan penghasilan. Ia mendukung pembaruan sistem trayek asalkan tidak berdampak pada jumlah penumpang.

Baca Juga:  Angklung, Angkot Pintar di Bandung, Solusi Canggih atau Masalah Baru Sopir Angkot?

“Kalau pendapatan tetap aman, ya gak masalah. Tapi kalau rutenya berubah dan penumpang sepi, kami yang rugi,” kata Ion. Ia menyebut saat ini penghasilan sopir rata-rata hanya Rp100 ribu per hari.

Berbeda dengan Panca dan Ion, Ferry (40) mengaku menolak rencana Angkot Pintar.

“Gak setuju atuh. Sekarang aja sepi, kadang sehari cuma bawa satu penumpang. Buat bensin aja gak cukup,” keluhnya.

Meski beragam, suara para sopir angkot di Bandung berpadu pada satu hal mereka ingin dilibatkan dalam setiap tahap perubahan.

“Kami ini bukan penghalang kemajuan. Kami bagian dari solusi. Asal diberi tempat,” tegas Dadang menutup perbincangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

angkot pintar Bandung Modernisasi transportasi Bandung Program transportasi digital sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.