Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!

Kamis, 30 Juli 2026 09:34 WIB

Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic

Kamis, 30 Juli 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran

Kamis, 30 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
  • Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta-Fakta Kasus Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot di Bogor

By SusanaMinggu, 6 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta para sopir angkot untuk libur bekerja selama masa Lebaran 2025.

Sebagai gantinya, pemerintah menjanjikan kompensasi kepada mereka. Namun, kebijakan yang semula disambut baik ini menimbulkan persoalan di lapangan.

Pemotongan Kompensasi

Sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp800 ribu dari total kompensasi Rp1 juta. Sisanya disebut-sebut dipotong oleh oknum yang mengatasnamakan instansi dan koperasi.

“Uang kompensasi itu harusnya Rp1 juta. Tapi yang diterima cuma Rp800 ribu. Katanya, Rp200 ribu itu ‘keikhlasan’, dipungut oleh Dishub dan KKSU,” ungkap seorang sopir dalam video yang diunggah ke akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (3/4/2025).

Dishub Klaim Pemotongan Bersifat Sukarela

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa para sopir menyerahkan sebagian kompensasi secara sukarela kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU). Namun, pihaknya mengakui munculnya kesalahpahaman.

“Awalnya memang sopir menyerahkan secara ikhlas ke KKSU, tapi kemudian berkembang menjadi pemotongan Rp200 ribu,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, di Pos Dishub Gadog, Jumat (4/4/2025).

Dadang menegaskan bahwa tuduhan pemotongan oleh Dishub atau Organda adalah tidak benar. Ia menyebut kejadian tersebut murni akibat miskomunikasi antar pihak, dan persoalan itu kini telah diselesaikan.

“Uang sebesar Rp11,2 juta yang sempat dikumpulkan dari para sopir sudah dikembalikan sepenuhnya,” kata Dadang.

Dedi Mulyadi: Oknum akan Ditindak!

Melalui akun Instagram pribadinya, Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi langsung peristiwa ini. Ia menegaskan akan memberikan tambahan kompensasi sebesar Rp200 ribu kepada para sopir angkot yang uangnya sempat dipotong.

“Sopir-sopir angkot yang dipotong, jangan cemas ya. Saya akan siapkan Rp200 ribu lagi sebagai uang pengganti,” kata Dedi, Jumat (4/4/2025).

Menurutnya, nominal tersebut sangat berarti bagi sopir angkot dan keluarganya, terlebih di masa Lebaran.

“Rp200 ribu itu bisa mencukupi kebutuhan makan selama empat hari. Kalau masak habis Rp50 ribu per hari, itu sudah sangat membantu,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan akan menindak tegas para oknum yang memotong dana dengan dalih sumbangan sukarela.

“Untuk oknum yang melakukan pemotongan, Anda tidak akan tenang. Proses hukum harus tetap berjalan karena saya tidak suka praktik premanisme. Uang kecil pun jangan dipotong seenaknya,” tegasnya.

Dengan begitu, Dedi menekankan bahwa dua langkah akan diambil secara bersamaan: proses hukum terhadap oknum pelaku dan penggantian kompensasi untuk sopir yang dirugikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kompensasi sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.