Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League

Kamis, 29 Oktober 2026 18:29 WIB

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

Kamis, 29 Oktober 2026 18:14 WIB

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 17:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
  • PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam
  • Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Akhirnya Pecah Telur! Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Melbourne Victory Tak Berdaya
  • Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!
  • Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta-Fakta Kasus Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot di Bogor

By SusanaMinggu, 6 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta para sopir angkot untuk libur bekerja selama masa Lebaran 2025.

Sebagai gantinya, pemerintah menjanjikan kompensasi kepada mereka. Namun, kebijakan yang semula disambut baik ini menimbulkan persoalan di lapangan.

Pemotongan Kompensasi

Sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp800 ribu dari total kompensasi Rp1 juta. Sisanya disebut-sebut dipotong oleh oknum yang mengatasnamakan instansi dan koperasi.

“Uang kompensasi itu harusnya Rp1 juta. Tapi yang diterima cuma Rp800 ribu. Katanya, Rp200 ribu itu ‘keikhlasan’, dipungut oleh Dishub dan KKSU,” ungkap seorang sopir dalam video yang diunggah ke akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga:  Dukung Industri Kreatif, Dedi Mulyadi Janji Kembangkan Sekolah Berbasis Bambu di Jabar

Dishub Klaim Pemotongan Bersifat Sukarela

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa para sopir menyerahkan sebagian kompensasi secara sukarela kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU). Namun, pihaknya mengakui munculnya kesalahpahaman.

“Awalnya memang sopir menyerahkan secara ikhlas ke KKSU, tapi kemudian berkembang menjadi pemotongan Rp200 ribu,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, di Pos Dishub Gadog, Jumat (4/4/2025).

Dadang menegaskan bahwa tuduhan pemotongan oleh Dishub atau Organda adalah tidak benar. Ia menyebut kejadian tersebut murni akibat miskomunikasi antar pihak, dan persoalan itu kini telah diselesaikan.

Baca Juga:  Gerindra Unggul di DPRD Provinsi, Dedi Mulyadi: Hatur Nuhun Warga Jabar

“Uang sebesar Rp11,2 juta yang sempat dikumpulkan dari para sopir sudah dikembalikan sepenuhnya,” kata Dadang.

Dedi Mulyadi: Oknum akan Ditindak!

Melalui akun Instagram pribadinya, Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi langsung peristiwa ini. Ia menegaskan akan memberikan tambahan kompensasi sebesar Rp200 ribu kepada para sopir angkot yang uangnya sempat dipotong.

“Sopir-sopir angkot yang dipotong, jangan cemas ya. Saya akan siapkan Rp200 ribu lagi sebagai uang pengganti,” kata Dedi, Jumat (4/4/2025).

Menurutnya, nominal tersebut sangat berarti bagi sopir angkot dan keluarganya, terlebih di masa Lebaran.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Teken MoU Penguatan Keamanan: Fokus UMKM, Zona Industri, dan Ketertiban Pelajar

“Rp200 ribu itu bisa mencukupi kebutuhan makan selama empat hari. Kalau masak habis Rp50 ribu per hari, itu sudah sangat membantu,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan akan menindak tegas para oknum yang memotong dana dengan dalih sumbangan sukarela.

“Untuk oknum yang melakukan pemotongan, Anda tidak akan tenang. Proses hukum harus tetap berjalan karena saya tidak suka praktik premanisme. Uang kecil pun jangan dipotong seenaknya,” tegasnya.

Dengan begitu, Dedi menekankan bahwa dua langkah akan diambil secara bersamaan: proses hukum terhadap oknum pelaku dan penggantian kompensasi untuk sopir yang dirugikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak

Anak Mantan Cuci Piring Jadi Wali Kota Kanada! Kisah Alvin Tedjo Bikin Gempar!

Bandung Digital Safety Forum 2026 Dorong Jurnalis Aktif Cegah Kejahatan Digital Berbasis AI

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.