Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Perjalanan Haru Kanaya Whu: Dari Artis Cilik, Karyawan Kantoran, hingga Ikon Vokal Emka 9

Senin, 14 September 2026 16:16 WIB

John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030

Senin, 14 September 2026 16:03 WIB

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Senin, 14 September 2026 15:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Perjalanan Haru Kanaya Whu: Dari Artis Cilik, Karyawan Kantoran, hingga Ikon Vokal Emka 9
  • John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030
  • Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter
  • Maudy Ayunda Dihujat ‘Tone Deaf’: Kuliah Dibayai LPDP tapi Minim Empati, Kalah Telak dari Cinta Laura?
  • Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan
  • Misi di Korea Terancam? Persib Kehilangan Ujung Tombak Jelang Duel FC Seoul
  • Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi
  • 10 Toko Legend Bandung yang Masih Eksis Puluhan Tahun, Nomor 1 Bikin Nostalgia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta-Fakta Kasus Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot di Bogor

By SusanaMinggu, 6 April 2025 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi angkot. (mediabogor).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta para sopir angkot untuk libur bekerja selama masa Lebaran 2025.

Sebagai gantinya, pemerintah menjanjikan kompensasi kepada mereka. Namun, kebijakan yang semula disambut baik ini menimbulkan persoalan di lapangan.

Pemotongan Kompensasi

Sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak, Bogor, mengaku hanya menerima Rp800 ribu dari total kompensasi Rp1 juta. Sisanya disebut-sebut dipotong oleh oknum yang mengatasnamakan instansi dan koperasi.

“Uang kompensasi itu harusnya Rp1 juta. Tapi yang diterima cuma Rp800 ribu. Katanya, Rp200 ribu itu ‘keikhlasan’, dipungut oleh Dishub dan KKSU,” ungkap seorang sopir dalam video yang diunggah ke akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Anak Sekolah Jalan Kaki, Larang Orang Tua Menunggu di Sekolah

Dishub Klaim Pemotongan Bersifat Sukarela

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa para sopir menyerahkan sebagian kompensasi secara sukarela kepada Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU). Namun, pihaknya mengakui munculnya kesalahpahaman.

“Awalnya memang sopir menyerahkan secara ikhlas ke KKSU, tapi kemudian berkembang menjadi pemotongan Rp200 ribu,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, di Pos Dishub Gadog, Jumat (4/4/2025).

Dadang menegaskan bahwa tuduhan pemotongan oleh Dishub atau Organda adalah tidak benar. Ia menyebut kejadian tersebut murni akibat miskomunikasi antar pihak, dan persoalan itu kini telah diselesaikan.

Baca Juga:  Cagub Dedi Mulyadi Paparkan 4 Pilar Pembangunan di Debat Perdana Pilgub Jabar

“Uang sebesar Rp11,2 juta yang sempat dikumpulkan dari para sopir sudah dikembalikan sepenuhnya,” kata Dadang.

Dedi Mulyadi: Oknum akan Ditindak!

Melalui akun Instagram pribadinya, Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi langsung peristiwa ini. Ia menegaskan akan memberikan tambahan kompensasi sebesar Rp200 ribu kepada para sopir angkot yang uangnya sempat dipotong.

“Sopir-sopir angkot yang dipotong, jangan cemas ya. Saya akan siapkan Rp200 ribu lagi sebagai uang pengganti,” kata Dedi, Jumat (4/4/2025).

Menurutnya, nominal tersebut sangat berarti bagi sopir angkot dan keluarganya, terlebih di masa Lebaran.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang Ibu-Ibu Nongkrong di Sekolah, Ini Alasannya

“Rp200 ribu itu bisa mencukupi kebutuhan makan selama empat hari. Kalau masak habis Rp50 ribu per hari, itu sudah sangat membantu,” jelasnya.

Dedi juga menegaskan akan menindak tegas para oknum yang memotong dana dengan dalih sumbangan sukarela.

“Untuk oknum yang melakukan pemotongan, Anda tidak akan tenang. Proses hukum harus tetap berjalan karena saya tidak suka praktik premanisme. Uang kecil pun jangan dipotong seenaknya,” tegasnya.

Dengan begitu, Dedi menekankan bahwa dua langkah akan diambil secara bersamaan: proses hukum terhadap oknum pelaku dan penggantian kompensasi untuk sopir yang dirugikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi sopir angkot
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Citarum Berubah Drastis! Batujajar Dipenuhi Eceng Gondok, Air Saguling Turun 20 Meter

Banyak Diprotes, Pemkot Bandung Pastikan BRT Tetap Dilanjutkan

Hampir 300 SPPG Beroperasi di Bandung, Farhan Tegaskan Wajib Bersertifikasi

Lewat Seni Pupuh Sinom, BNN Jabar Gencarkan Edukasi Antinarkoba untuk Generasi Muda

Pemkot Bandung Perketat Pengawasan SPPG MBG, Diberi Waktu 2 Minggu untuk Berbenah

Skandal Korupsi Pemkab Bekasi: Eks Bupati Ade Kuswara Kunang Divonis 6 Tahun Penjara

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.