Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB

Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory

Kamis, 29 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
  • Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Belum Genap Setahun, DPRD Nilai Kinerja Pemprov Jabar Masih Terlalu Dini Dievaluasi

By SusanaSenin, 29 Desember 2025 16:29 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa penilaian kinerja Gubernur Jawa Barat belum bisa dilakukan secara komprehensif. Hal tersebut lantaran masa kepemimpinan gubernur yang masih terbilang singkat dan belum mencapai satu tahun penuh.

Menurut Ono, evaluasi kinerja pemerintah daerah idealnya didasarkan pada indikator makro yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut baru bisa dijadikan tolok ukur objektif setelah satu tahun masa pemerintahan berjalan.

“Kalau sekarang baru sekitar 10 bulan, tentu belum bisa dinilai secara utuh. Kita menunggu rilis data BPS tahun 2025, seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga prevalensi stunting,” kata Ono saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (25/12/2025).

Ia menekankan, laporan resmi BPS nantinya akan menjadi dasar utama untuk melihat sejauh mana capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh dan terukur.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegur Istri Wali Kota Bekasi yang Ngungsi di Hotel Mewah

Lebih lanjut, Ono menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan daerah memang tidak selalu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi. Salah satunya kebijakan penutupan aktivitas pertambangan di beberapa wilayah Jawa Barat yang berimplikasi pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Penutupan tambang memang berkonsekuensi pada ekonomi masyarakat, termasuk PHK. Namun pemerintah telah menyiapkan kompensasi sekitar Rp3 juta per bulan sesuai rata-rata pendapatan warga terdampak,” jelasnya.

Selain sektor tambang, kebijakan larangan studi tur juga dinilai memberikan efek pada industri pariwisata. Beberapa pelaku usaha mengeluhkan penurunan kunjungan, terutama di destinasi wisata yang selama ini menjadi tujuan utama siswa dari Jawa Barat.

Baca Juga:  Liburan ke Jepang Tanpa Izin, Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim: Selamat Berlibur

“Sebaliknya, daerah lain seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur justru mengalami peningkatan kunjungan wisata,” ujar Ono.

Di bidang lingkungan, Ono menyoroti kebijakan pengendalian alih fungsi lahan, termasuk penutupan sekitar 11 perusahaan di kawasan Puncak. Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah perusahaan yang berada dalam proses perizinan sehingga belum masuk dalam kebijakan moratorium pembangunan perumahan.

“Pemerintah menyadari dampak ekonomi dari kebijakan ini, tetapi isu lingkungan tetap menjadi prioritas demi mitigasi bencana dan keberlanjutan pembangunan,” katanya.

Terkait revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Ono menilai perlu adanya kejelasan lebih lanjut mengenai penetapan zona, khususnya zona hijau. Ia menekankan pentingnya penegasan fungsi zona hijau, termasuk kaitannya dengan lahan pertanian berkelanjutan dan aturan alih fungsi.

Baca Juga:  Perangi Bank Emok, DPRD Jabar Minta Bank BJB Lebih Agresif Suntik Modal UMKM

“Harus jelas peruntukannya, apakah boleh dialihfungsikan, dan untuk kepentingan apa. Ini penting agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di lapangan,” ujarnya.

Ono menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadikan data BPS sebagai rujukan utama dalam menyusun kebijakan sekaligus mengevaluasi kinerja pemerintahan.

Menutup pernyataannya, ia berharap tahun 2026 menjadi momentum perbaikan dan penguatan kinerja pembangunan Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan media menjadi faktor penting untuk mendorong pembangunan yang lebih optimal.

“Dengan kolaborasi yang solid, pembangunan Jawa Barat ke depan diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Ono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jabar Ono Surono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Tagih Janji Aksi 20 Oktober, Ratusan Mahasiswa Kembali Demo di Gedung DPRD Jabar

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.