Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 06:00 WIB

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fraksi PDIP Walk Out dari Rapat Paripurna DPRD Jabar, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

By Aga GustianaJumat, 16 Mei 2025 18:02 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat pada Jumat (16/5/2025) berubah panas setelah seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan memutuskan meninggalkan ruang sidang. Aksi walk out itu dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai menyinggung institusi legislatif.

Walk out tersebut dilakukan tak lama setelah sidang dimulai. Agenda rapat sejatinya membahas sejumlah poin penting, di antaranya pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta tanggapan gubernur atas raperda inisiatif DPRD.

Namun, interupsi langsung terjadi ketika Anggota Fraksi PDIP, Doni Maradona Hutabarat, menyampaikan keberatan atas pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Cirebon beberapa waktu lalu.

Menurut Doni, pernyataan tersebut dianggap merendahkan martabat DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Ia pun mendesak agar Gubernur memberikan klarifikasi secara langsung dalam forum resmi dewan.

Baca Juga:  Sentilan Dedi Mulyadi ke PLN: Telat Bayar Listrik Diputus, tapi Pas Mati Lampu Bikin Pabrik Rugi dan Ikan Koi Mati!

Ketidakhadiran Gubernur Dedi Mulyadi dalam rapat paripurna—yang hanya diwakili oleh Wakil Gubernur Erwan Setiawan—memperkuat keputusan fraksi untuk keluar dari ruang sidang. Bahkan, Ketua DPRD Jabar dari Fraksi PDIP, Ono Surono, turut serta dalam aksi walk out tersebut.

Baca Juga:  Musywil Pemuda Muhammadiyah Jabar, Inding Usup Terpilih Secara Mufakat

Gubernur Dedi Mulyadi: “Itu Hak Setiap Fraksi”

Menanggapi aksi walk out tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan respons santai. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

“Ya, itu hak setiap orang, mau walk out atau tidak. Artinya, setiap orang kan berhak. Setiap partai politik, fraksi, berhak untuk mengekspresikan,” ujar Dedi kepada wartawan.

Dedi tidak secara langsung merespons substansi kritik yang disampaikan Fraksi PDIP, namun ia menekankan pentingnya menghargai perbedaan pandangan di dalam sistem demokrasi yang sehat.

Baca Juga:  Pemkab Karawang Sediakan 750 Tiket Gratis Mudik Gratis, Catat Syarat dan Tanggalnya!

Rapat Paripurna Tetap Berlangsung

Meski diwarnai aksi keluar ruangan oleh Fraksi PDIP, rapat paripurna tetap berlanjut sesuai jadwal. Fraksi-fraksi lain menyampaikan pandangan umum mereka terhadap Raperda, sementara pihak eksekutif melalui Wakil Gubernur menyampaikan tanggapan atas inisiatif DPRD.

Pimpinan sidang memastikan bahwa absennya satu fraksi tidak menghalangi jalannya sidang, meskipun dinamika tersebut menunjukkan adanya ketegangan politik yang perlu diselesaikan lewat dialog terbuka antara legislatif dan eksekutif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD gubernur jawa barat PDIP
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.