bukamata.id – Pencarian terhadap Enah (78), lansia yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cimanuk, Kabupaten Sumedang, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) pagi, sekitar 8 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.
Enah merupakan warga Dusun Kirarambay, Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Jasadnya diduga terseret arus cukup jauh dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada pukul 10.30 WIB.
“Korban ditemukan sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga yang berduka,” ujar Ade.
Kronologi Lansia Tenggelam di Sungai Cimanuk
Peristiwa ini bermula pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Enah diduga pergi ke tepi Sungai Cimanuk untuk mandi.
Keluarga mulai cemas karena korban tak kunjung pulang hingga malam hari. Warga kemudian menyisir bantaran sungai, tetapi hanya menemukan pakaian milik korban di pinggir sungai.
Temuan tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa korban terseret arus dan tenggelam. Kejadian itu lalu dilaporkan kepada pihak kepolisian.
24 Personel Gabungan Dikerahkan
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Bandung menerjunkan tim rescue dari Pos SAR Cirebon pada Selasa (27/10/2026) siang. Tim membawa perahu karet (LCR) dan peralatan SAR air untuk menyisir aliran sungai.
Pencarian diintensifkan pada hari kedua, Rabu (28/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Sebanyak 24 personel gabungan dibagi ke dalam dua unit pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).
Operasi ini melibatkan Basarnas Pos SAR Cirebon, Polsek Tomo, Koramil Tomo, Satpol PP, BPBD Sumedang, serta warga setempat. Sekitar dua setengah jam kemudian, korban berhasil ditemukan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Sungai Cimanuk resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Imbauan Tim SAR untuk Warga
Ade mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ekstra saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika mandi atau melakukan kegiatan lain di area bantaran yang berpotensi membahayakan keselamatan nyawa,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











