Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

DANA Kaget 1 Juli 2026 Viral, Begini Cara Klaim Saldo Gratisnya

Rabu, 1 Juli 2026 18:07 WIB
Persib Bandung

Wow! 2 Bintang Diaspora Timnas Indonesia Dirumorkan Merapat ke Persib

Rabu, 1 Juli 2026 17:03 WIB
Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Dituding Mengandung Stereotip, Om Zein Beberkan Asal-usul Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat

Rabu, 1 Juli 2026 16:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • DANA Kaget 1 Juli 2026 Viral, Begini Cara Klaim Saldo Gratisnya
  • Wow! 2 Bintang Diaspora Timnas Indonesia Dirumorkan Merapat ke Persib
  • Dituding Mengandung Stereotip, Om Zein Beberkan Asal-usul Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat
  • Serbuan Hadiah Gratis! Cek Daftar Kode Redeem FF Terbaru 1 Juli 2026 dan Panduan Klaim Cepat
  • APBD Jabar Terancam Defisit Rp5,7 Triliun, DPRD Sentil Pergeseran Anggaran Sepihak
  • Jadwal Bola Malam Ini Piala Dunia 2026: Inggris, Belgia, hingga AS Siap Tempur
  • Sama-sama Cetak 6 Gol, Ini Alasan Kylian Mbappe Berhak Kudeta Lionel Messi di Top Skor Piala Dunia 2026
  • Rekam Jejak Kriminal Taufik Hidayat Bertambah: Kini Dipolisikan Kasus Perampasan Motor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APBD Jabar Terancam Defisit Rp5,7 Triliun, DPRD Sentil Pergeseran Anggaran Sepihak

By Aga GustianaRabu, 1 Juli 2026 16:34 WIB4 Mins Read
Gedung Sate. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lampu kuning menyala untuk kesehatan finansial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar meminta pemprov bergerak cepat mengantisipasi potensi jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, yang diprediksi menembus angka Rp5,7 triliun. Langkah mitigasi sejak dini dinilai krusial agar program-program vital yang menyentuh masyarakat tidak mandek.

Peringatan keras ini dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Tak sekadar menyoroti lubang fiskal, Ono juga melayangkan kritik tajam terkait kebijakan pergeseran pos anggaran sepihak yang beberapa kali dieksekusi pemprov tanpa adanya laporan resmi ke pihak legislatif.

Menurut Ono, keterbukaan dalam merombak postur APBD adalah hal mutlak karena fungsi penganggaran melekat erat pada institusi dewan.

“DPRD Jawa Barat mencatat bahwa telah terjadi beberapa kali pergeseran APBD tanpa penyampaian hasil pergeseran kepada DPRD Jawa Barat. Ke depan, mekanisme tersebut diharapkan dapat diperbaiki melalui komunikasi yang lebih intensif antara Gubernur Jabar, TAPD, dan DPRD Jawa Barat,” kata Ono, Rabu (1/7/2026).

Menakar Pemicu Goyahnya Postur Fiskal Jabar

Sebenarnya, potensi guncangan fiskal pada APBD 2026 ini sudah masuk dalam radar pemantauan DPRD dan Pemprov Jabar sejak tahap awal pembahasan, terutama setelah mengacu pada hasil telaah Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga:  Harsiarda 2024, Sekda Herman: Penyiaran di Jabar Harus Berkeadilan

Ada beberapa faktor utama yang memicu ketidakseimbangan ini, di antaranya adalah ketidakselarasan angka estimasi Dana Bagi Hasil (DBH) antara kalkulasi pusat dan daerah, ditambah rentetan belanja wajib yang tidak bisa ditawar lagi.

Oleh karena itu, badan legislatif mendesak pemprov untuk menyisir ulang seluruh target sumber pendapatan, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak bahan bakar, hingga pajak rokok secara lebih realistis.

“DPRD Jawa Barat menginginkan seluruh keputusan mengenai penanganan defisit didasarkan pada data yang komprehensif. Dengan demikian dapat dipertimbangkan secara objektif apakah defisit akan ditutup melalui efisiensi belanja, pembiayaan, atau penyesuaian terhadap program-program pemerintah daerah sesuai kemampuan fiskal,” pinta Ono.

Ono menegaskan, operasi penyelamatan APBD ini sama sekali tidak boleh mengorbankan program prioritas rakyat. Terlebih, meski pertumbuhan ekonomi Jabar terlihat impresif di angka 5,85 persen, motor penggeraknya masih didominasi oleh belanja pemerintah, bukan daya beli murni masyarakat. Sektor industri lokal saat ini pun sedang diuji oleh gelombang PHK, inflasi harga barang, dan kelesuan investasi.

Pembelaan Pemprov: Pendapatan PKB Menguap Rp2,4 Triliun

Di sisi lain, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengakui bahwa tahun ini merupakan periode yang sangat menantang bagi kas daerah. Salah satu pukulan telak adalah anjloknya pemasukan dari sektor PKB hingga triliunan rupiah.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Luncurkan Gerakan Zero Waste di Sekolah untuk Pengelolaan Sampah

“Ini kan perjalanan panjang dari awal dan 2025 ini kita kehilangan potensi pendapatan Rp2,4 triliun lebih itu dari PKB. Ini kan berat banget. Di sisi lain juga kebijakan electric vehicle yang bebas pajak ini kan berdampak, sementara di sisi lain PAD andalannya kan di PKB,” kata Herman.

Kendati demikian, Herman memastikan Pemprov Jabar tidak akan mengibarkan bendera putih. Secara umum, ia menyebut tingkat kemandirian fiskal Jawa Barat masih kokoh karena mayoritas anggaran disokong oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apabila kami berpasrah dengan keadaan, tadi menyampaikan APBD kita di 2025 ini mati langkah. Walaupun ya fiskal kita kan relatif baik dibanding provinsi lain. Kemandirian kita kan 63 persen karena PAD kita Rp19 triliun dari kapasitas APBD Rp30-31 triliun. Sementara yang lain kan banyak yang di bawah 50 persen bahkan,” ujarnya.

Herman menambahkan, selain faktor internal, guncangan finansial ini juga dipicu faktor global, seperti memanasnya geopolitik Amerika Serikat-Iran, lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi IHSG. Kendati postur APBD akan dirombak agar lebih adaptif, pemprov menjamin Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk warga tetap aman.

“Kami harus menyesuaikan APBD agar APBD kita kompatibel dengan situasi kondisi tapi tetap pelayanan-pelayanan dasar, hal-hal yang sangat penting yang menyangkut Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus dilaksanakan,” tuturnya.

Baca Juga:  Kagumi Galeri Rasulullah di Masjid Al Jabbar, Sekda Herman: Keren Banget

Herman optimistis angka defisit tersebut masih bisa bergerak dinamis, terutama jika ada kucuran dana kurang bayar DBH dari pemerintah pusat dalam waktu dekat.

“Potensi defisit di mana pun, kapan pun, selalu ada. Belum, ini masih dinamis. Ya kalau ternyata pendapatan dari kurang bayar DBH ternyata satu dua hari ini meluncur, ya itu kan dinamis. Atau ada dinamika lain sehingga PAD kita bisa tingkatkan, why not?” katanya.

Sebagai langkah penutup, pemprov kini tengah menyiapkan skenario terbaik guna menyeimbangkan neraca anggaran, baik melalui rasionalisasi belanja maupun optimalisasi pendapatan.

“Defisit itu adalah alternatif untuk membangun keseimbangan. Salah satu alternatif, karena kita juga bisa tidak defisit dengan catatan belanjanya dirasionalisasi dan kemudian pendapatannya dioptimalkan, yang pada akhirnya pendapatan dan belanja bisa sinkron,” ucap Herman.

Saat ini, Pemprov Jabar tengah intens melakukan penyelarasan dengan Kementerian Keuangan serta Kementerian Dalam Negeri sebelum meresmikan draf akhir APBD Perubahan 2026.

“Kami akan konsultasi dengan Kementerian Keuangan, dengan Kementerian Dalam Negeri, sehingga nanti kita akan mendapatkan struktur APBD di Perubahan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar 2026 Defisit Anggaran Jabar Herman Suryatman Ono Surono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Dituding Mengandung Stereotip, Om Zein Beberkan Asal-usul Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat

Rekam Jejak Kriminal Taufik Hidayat Bertambah: Kini Dipolisikan Kasus Perampasan Motor

Dedi Mulyadi Harap Taufik Hidayat Dijatuhi Hukuman Maksimal Sesuai Perbuatannya

Dedi Mulyadi Minta Polri Terus Berbenah, Jangan Cepat Puas dengan Tingkat Kepuasan Publik

Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik

Kasus TH Kian Rumit! Dugaan Tinggalkan Hotel Tanpa Bayar dan Bawa Ponsel Wanita Lain

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
  • Viral di TikTok! Ini Fakta Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Bikin Warganet Penasaran
  • Viral Video 30 Menit ‘Pramuka Cella atau Calla’ Heboh di Media Sosial, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.