Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

APBD Jabar Terancam Defisit Rp5,7 Triliun, DPRD Sentil Pergeseran Anggaran Sepihak

By Aga GustianaRabu, 1 Juli 2026 16:34 WIB4 Mins Read
Gedung Sate. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lampu kuning menyala untuk kesehatan finansial Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar meminta pemprov bergerak cepat mengantisipasi potensi jebolnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, yang diprediksi menembus angka Rp5,7 triliun. Langkah mitigasi sejak dini dinilai krusial agar program-program vital yang menyentuh masyarakat tidak mandek.

Peringatan keras ini dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Tak sekadar menyoroti lubang fiskal, Ono juga melayangkan kritik tajam terkait kebijakan pergeseran pos anggaran sepihak yang beberapa kali dieksekusi pemprov tanpa adanya laporan resmi ke pihak legislatif.

Menurut Ono, keterbukaan dalam merombak postur APBD adalah hal mutlak karena fungsi penganggaran melekat erat pada institusi dewan.

“DPRD Jawa Barat mencatat bahwa telah terjadi beberapa kali pergeseran APBD tanpa penyampaian hasil pergeseran kepada DPRD Jawa Barat. Ke depan, mekanisme tersebut diharapkan dapat diperbaiki melalui komunikasi yang lebih intensif antara Gubernur Jabar, TAPD, dan DPRD Jawa Barat,” kata Ono, Rabu (1/7/2026).

Menakar Pemicu Goyahnya Postur Fiskal Jabar

Sebenarnya, potensi guncangan fiskal pada APBD 2026 ini sudah masuk dalam radar pemantauan DPRD dan Pemprov Jabar sejak tahap awal pembahasan, terutama setelah mengacu pada hasil telaah Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga:  Sekda Jabar Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Kota Cimahi

Ada beberapa faktor utama yang memicu ketidakseimbangan ini, di antaranya adalah ketidakselarasan angka estimasi Dana Bagi Hasil (DBH) antara kalkulasi pusat dan daerah, ditambah rentetan belanja wajib yang tidak bisa ditawar lagi.

Oleh karena itu, badan legislatif mendesak pemprov untuk menyisir ulang seluruh target sumber pendapatan, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak bahan bakar, hingga pajak rokok secara lebih realistis.

“DPRD Jawa Barat menginginkan seluruh keputusan mengenai penanganan defisit didasarkan pada data yang komprehensif. Dengan demikian dapat dipertimbangkan secara objektif apakah defisit akan ditutup melalui efisiensi belanja, pembiayaan, atau penyesuaian terhadap program-program pemerintah daerah sesuai kemampuan fiskal,” pinta Ono.

Ono menegaskan, operasi penyelamatan APBD ini sama sekali tidak boleh mengorbankan program prioritas rakyat. Terlebih, meski pertumbuhan ekonomi Jabar terlihat impresif di angka 5,85 persen, motor penggeraknya masih didominasi oleh belanja pemerintah, bukan daya beli murni masyarakat. Sektor industri lokal saat ini pun sedang diuji oleh gelombang PHK, inflasi harga barang, dan kelesuan investasi.

Pembelaan Pemprov: Pendapatan PKB Menguap Rp2,4 Triliun

Di sisi lain, Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengakui bahwa tahun ini merupakan periode yang sangat menantang bagi kas daerah. Salah satu pukulan telak adalah anjloknya pemasukan dari sektor PKB hingga triliunan rupiah.

Baca Juga:  Buntut Kasus Pungli, Dewan Eksekutif Masjid Al Jabbar Bakal Lakukan Evaluasi Petugas di Lapangan

“Ini kan perjalanan panjang dari awal dan 2025 ini kita kehilangan potensi pendapatan Rp2,4 triliun lebih itu dari PKB. Ini kan berat banget. Di sisi lain juga kebijakan electric vehicle yang bebas pajak ini kan berdampak, sementara di sisi lain PAD andalannya kan di PKB,” kata Herman.

Kendati demikian, Herman memastikan Pemprov Jabar tidak akan mengibarkan bendera putih. Secara umum, ia menyebut tingkat kemandirian fiskal Jawa Barat masih kokoh karena mayoritas anggaran disokong oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Apabila kami berpasrah dengan keadaan, tadi menyampaikan APBD kita di 2025 ini mati langkah. Walaupun ya fiskal kita kan relatif baik dibanding provinsi lain. Kemandirian kita kan 63 persen karena PAD kita Rp19 triliun dari kapasitas APBD Rp30-31 triliun. Sementara yang lain kan banyak yang di bawah 50 persen bahkan,” ujarnya.

Herman menambahkan, selain faktor internal, guncangan finansial ini juga dipicu faktor global, seperti memanasnya geopolitik Amerika Serikat-Iran, lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi IHSG. Kendati postur APBD akan dirombak agar lebih adaptif, pemprov menjamin Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk warga tetap aman.

“Kami harus menyesuaikan APBD agar APBD kita kompatibel dengan situasi kondisi tapi tetap pelayanan-pelayanan dasar, hal-hal yang sangat penting yang menyangkut Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus dilaksanakan,” tuturnya.

Baca Juga:  Evaluasi Pengelolaan Sampah, Sekda Herman: Sinergi Pemerintah untuk Hasil Optimal

Herman optimistis angka defisit tersebut masih bisa bergerak dinamis, terutama jika ada kucuran dana kurang bayar DBH dari pemerintah pusat dalam waktu dekat.

“Potensi defisit di mana pun, kapan pun, selalu ada. Belum, ini masih dinamis. Ya kalau ternyata pendapatan dari kurang bayar DBH ternyata satu dua hari ini meluncur, ya itu kan dinamis. Atau ada dinamika lain sehingga PAD kita bisa tingkatkan, why not?” katanya.

Sebagai langkah penutup, pemprov kini tengah menyiapkan skenario terbaik guna menyeimbangkan neraca anggaran, baik melalui rasionalisasi belanja maupun optimalisasi pendapatan.

“Defisit itu adalah alternatif untuk membangun keseimbangan. Salah satu alternatif, karena kita juga bisa tidak defisit dengan catatan belanjanya dirasionalisasi dan kemudian pendapatannya dioptimalkan, yang pada akhirnya pendapatan dan belanja bisa sinkron,” ucap Herman.

Saat ini, Pemprov Jabar tengah intens melakukan penyelarasan dengan Kementerian Keuangan serta Kementerian Dalam Negeri sebelum meresmikan draf akhir APBD Perubahan 2026.

“Kami akan konsultasi dengan Kementerian Keuangan, dengan Kementerian Dalam Negeri, sehingga nanti kita akan mendapatkan struktur APBD di Perubahan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman Ono Surono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.