Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Kamis, 18 Juni 2026 08:11 WIB

Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak

Kamis, 18 Juni 2026 07:39 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!

Kamis, 18 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak
  • Kena Mental! Oknum Penghina Beckham Putra Akhirnya Minta Maaf, Ngaku Gak Bisa Tidur Nyenyak
  • Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • 7 Klub Indonesia Kena Sanksi FIFA, Persib dan PSM Masuk Daftar Larangan Transfer
  • Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis
  • Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Arab Saudi Dulu Subur dan Hijau: Penelitian Ungkap Jejak Sungai, Danau, dan Migrasi Kuno

By Aga GustianaJumat, 25 April 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gurun. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah studi ilmiah terbaru membalik persepsi dunia tentang kawasan tandus di antara Afrika dan Arab Saudi. Penelitian ini mengungkap bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Gurun Sahara-Arab, dulunya merupakan lanskap subur dan hijau dengan sungai dan danau yang membentang selama 8 juta tahun terakhir.

Studi bertajuk “Recurrent Humid Phases in Arabia Over the Past 8 Million Years” yang dipublikasikan di jurnal Nature, mengungkap bahwa kawasan yang saat ini gersang dan nyaris tak berpenghuni pernah menjadi persimpangan penting bagi pergerakan hewan dan manusia purba antara Afrika dan Eurasia.

Arabia: Titik Persimpangan Migrasi Purba

Tim peneliti internasional yang didukung oleh Saudi Heritage Commission dan Ministry of Culture Arab Saudi, menelusuri masa lalu kawasan ini dan menemukan bahwa wilayah ini bukan sekadar padang pasir, tetapi koridor vital migrasi untuk mamalia besar dan hominin (nenek moyang manusia).

“Arabia dulunya adalah jembatan alami yang menghubungkan benua,” kata Profesor Michael Petraglia dari Griffith University, Australia. “Kondisi lembab yang terjadi secara berkala memungkinkan hewan seperti buaya, kuda nil, hingga gajah purba (proboscidea) untuk hidup dan berpindah melalui wilayah ini.”

Baca Juga:  Pemkot Bandung Membuka Ruang untuk Penelitian Skripsi Mahasiswa

Jejak Iklim Lembab Terdeteksi di Gua Kuno

Penelitian ini didasarkan pada analisis speleothem – mineral seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk di dalam gua. Endapan ini merekam jejak curah hujan dari masa lalu, dan menunjukkan adanya fase lembab berulang yang terjadi sejak 8 juta tahun lalu.

Baca Juga:  Timnas Sukses Kalahkan Arab Saudi, Motivasi Erick Thohir Manjur

Menurut Dr. Monika Markowska dari Northumbria University, Inggris, data tersebut memberikan wawasan baru terhadap iklim Arabia purba, yang sebelumnya sangat minim diketahui.

“Curah hujan memang terus menurun seiring waktu,” ujarnya. “Hal ini berkaitan dengan melemahnya musim hujan serta meningkatnya lapisan es kutub di belahan Bumi utara selama periode Pleistosen.”

Gurun, Tapi Pernah Penuh Kehidupan

Penelitian ini juga memberikan bukti fosil dari hewan-hewan yang sangat tergantung pada air – sesuatu yang sulit dibayangkan di gurun tandus masa kini. Keberadaan fosil ini membuktikan bahwa ekosistem air tawar pernah mendominasi lanskap Arabia, menjadikannya tempat tinggal dan rute penting bagi makhluk hidup pada masa itu.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Menang atas Arab Saudi 2-0, Jaga Kans Lolos Piala Dunia 2026

“Gurun ini dulunya merupakan jalur vital penyebaran fauna dan manusia purba,” jelas Dr. Faisal al-Jibrin, arkeolog utama dari Saudi Heritage Commission. “Arab Saudi selama ini diabaikan dalam peta migrasi purba, namun kini peran sentralnya mulai terkuak.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi gurun Penelitian Studi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher

Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap

Masih Fresh! Klaim Kode Redeem FC Mobile 18 Juni 2026, Amankan Hadiah Gems dan Player Pack Gratis

Game Free Fire

Masih Aktif! Klaim Kode Redeem FF 18 Juni 2026, Amankan Reward Bundle dan Diamond Gratis

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.