Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB

3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 14:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
  • Resmi! Persib vs Persija Tersaji di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Kirim Pesan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Arab Saudi Dulu Subur dan Hijau: Penelitian Ungkap Jejak Sungai, Danau, dan Migrasi Kuno

By Aga GustianaJumat, 25 April 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gurun. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah studi ilmiah terbaru membalik persepsi dunia tentang kawasan tandus di antara Afrika dan Arab Saudi. Penelitian ini mengungkap bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Gurun Sahara-Arab, dulunya merupakan lanskap subur dan hijau dengan sungai dan danau yang membentang selama 8 juta tahun terakhir.

Studi bertajuk “Recurrent Humid Phases in Arabia Over the Past 8 Million Years” yang dipublikasikan di jurnal Nature, mengungkap bahwa kawasan yang saat ini gersang dan nyaris tak berpenghuni pernah menjadi persimpangan penting bagi pergerakan hewan dan manusia purba antara Afrika dan Eurasia.

Arabia: Titik Persimpangan Migrasi Purba

Tim peneliti internasional yang didukung oleh Saudi Heritage Commission dan Ministry of Culture Arab Saudi, menelusuri masa lalu kawasan ini dan menemukan bahwa wilayah ini bukan sekadar padang pasir, tetapi koridor vital migrasi untuk mamalia besar dan hominin (nenek moyang manusia).

“Arabia dulunya adalah jembatan alami yang menghubungkan benua,” kata Profesor Michael Petraglia dari Griffith University, Australia. “Kondisi lembab yang terjadi secara berkala memungkinkan hewan seperti buaya, kuda nil, hingga gajah purba (proboscidea) untuk hidup dan berpindah melalui wilayah ini.”

Jejak Iklim Lembab Terdeteksi di Gua Kuno

Penelitian ini didasarkan pada analisis speleothem – mineral seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk di dalam gua. Endapan ini merekam jejak curah hujan dari masa lalu, dan menunjukkan adanya fase lembab berulang yang terjadi sejak 8 juta tahun lalu.

Menurut Dr. Monika Markowska dari Northumbria University, Inggris, data tersebut memberikan wawasan baru terhadap iklim Arabia purba, yang sebelumnya sangat minim diketahui.

“Curah hujan memang terus menurun seiring waktu,” ujarnya. “Hal ini berkaitan dengan melemahnya musim hujan serta meningkatnya lapisan es kutub di belahan Bumi utara selama periode Pleistosen.”

Gurun, Tapi Pernah Penuh Kehidupan

Penelitian ini juga memberikan bukti fosil dari hewan-hewan yang sangat tergantung pada air – sesuatu yang sulit dibayangkan di gurun tandus masa kini. Keberadaan fosil ini membuktikan bahwa ekosistem air tawar pernah mendominasi lanskap Arabia, menjadikannya tempat tinggal dan rute penting bagi makhluk hidup pada masa itu.

“Gurun ini dulunya merupakan jalur vital penyebaran fauna dan manusia purba,” jelas Dr. Faisal al-Jibrin, arkeolog utama dari Saudi Heritage Commission. “Arab Saudi selama ini diabaikan dalam peta migrasi purba, namun kini peran sentralnya mulai terkuak.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi gurun Penelitian Studi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini

Harga Emas Antam Hari Ini 2 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Berburu Reward Eksklusif: Update Kode Redeem FF 2 Agustus 2026

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 2 Agustus 2026: Cara Aman dan Link Resmi Hari Ini

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 2 Agustus 2026 Terbaru dan Cara Klaimnya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.