Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 16 September 2026 21:00 WIB

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Rabu, 16 September 2026 20:42 WIB

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Rabu, 16 September 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
  • Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label
  • Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
  • Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Arab Saudi Dulu Subur dan Hijau: Penelitian Ungkap Jejak Sungai, Danau, dan Migrasi Kuno

By Aga GustianaJumat, 25 April 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gurun. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah studi ilmiah terbaru membalik persepsi dunia tentang kawasan tandus di antara Afrika dan Arab Saudi. Penelitian ini mengungkap bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Gurun Sahara-Arab, dulunya merupakan lanskap subur dan hijau dengan sungai dan danau yang membentang selama 8 juta tahun terakhir.

Studi bertajuk “Recurrent Humid Phases in Arabia Over the Past 8 Million Years” yang dipublikasikan di jurnal Nature, mengungkap bahwa kawasan yang saat ini gersang dan nyaris tak berpenghuni pernah menjadi persimpangan penting bagi pergerakan hewan dan manusia purba antara Afrika dan Eurasia.

Arabia: Titik Persimpangan Migrasi Purba

Tim peneliti internasional yang didukung oleh Saudi Heritage Commission dan Ministry of Culture Arab Saudi, menelusuri masa lalu kawasan ini dan menemukan bahwa wilayah ini bukan sekadar padang pasir, tetapi koridor vital migrasi untuk mamalia besar dan hominin (nenek moyang manusia).

“Arabia dulunya adalah jembatan alami yang menghubungkan benua,” kata Profesor Michael Petraglia dari Griffith University, Australia. “Kondisi lembab yang terjadi secara berkala memungkinkan hewan seperti buaya, kuda nil, hingga gajah purba (proboscidea) untuk hidup dan berpindah melalui wilayah ini.”

Baca Juga:  Momen Unik Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Diberi Arahan dari Pemain Liga 1

Jejak Iklim Lembab Terdeteksi di Gua Kuno

Penelitian ini didasarkan pada analisis speleothem – mineral seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk di dalam gua. Endapan ini merekam jejak curah hujan dari masa lalu, dan menunjukkan adanya fase lembab berulang yang terjadi sejak 8 juta tahun lalu.

Baca Juga:  Jemaah Umrah Diwajibkan Vaksin Meningitis Mulai Februari 2025

Menurut Dr. Monika Markowska dari Northumbria University, Inggris, data tersebut memberikan wawasan baru terhadap iklim Arabia purba, yang sebelumnya sangat minim diketahui.

“Curah hujan memang terus menurun seiring waktu,” ujarnya. “Hal ini berkaitan dengan melemahnya musim hujan serta meningkatnya lapisan es kutub di belahan Bumi utara selama periode Pleistosen.”

Gurun, Tapi Pernah Penuh Kehidupan

Penelitian ini juga memberikan bukti fosil dari hewan-hewan yang sangat tergantung pada air – sesuatu yang sulit dibayangkan di gurun tandus masa kini. Keberadaan fosil ini membuktikan bahwa ekosistem air tawar pernah mendominasi lanskap Arabia, menjadikannya tempat tinggal dan rute penting bagi makhluk hidup pada masa itu.

Baca Juga:  Catat Tanggalnya! Makkah dan Jeddah Bakal Alami Gerhana Matahari Total Terlama di Abad Ini

“Gurun ini dulunya merupakan jalur vital penyebaran fauna dan manusia purba,” jelas Dr. Faisal al-Jibrin, arkeolog utama dari Saudi Heritage Commission. “Arab Saudi selama ini diabaikan dalam peta migrasi purba, namun kini peran sentralnya mulai terkuak.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga

10 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Tasikmalaya, Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga

Sambut HUT ke-36, JNE Gandeng Seniman Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan

FAKTA MENGEJUTKAN! Di Balik Bantuan Mendadak Reza Arap Bangun 27 Sekolah di NTT

Bukan Cuma Nongkrong! 4 Komunitas di Bandung Ini Cocok Buat Kamu yang Ingin Produktif

Bolehkah Salat Pakai Makeup Pengantin? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Solusinya

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.